Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Pengusaha tambang, baik pemegang kontrak karya (KK) maupun perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) tak habis pikir dengan kebijakan pemerintah soal rencana pengembalian lahan tambang yang gagal eksplorasi dalam jangka waktu tertentu. Padahal, mekanisme pengembalian lahan oleh kontraktor masih diproses lewat renegosiasi kontrak.

Kebijakan tambang nasional untuk jangka panjang makin membingungkan dengan terbitnya Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 08.E/30/DJB/2014 mengenai kewajiban peningkatan  tahap kegiatan untuk pemegang KK dan PKP2B. "Kalau semua blok yang dimiliki perusahaan ditingkatkan dari kegiatan eksplorasi, lalu mana yang dipertahankan untuk konservasi dan rencana jangka panjang," keluh Jeffrey Mulyono, Direktur Utama PT Pesona Khatulistiwa Nusantara kepada KONTAN, Rabu (10/12).

Sebagai gambaran, Pesona Khatulistiwa memiliki empat blok yang mengandung sumber daya batubara, yakni  Kelubir, Sekayan, Rangau, dan Ardimulyo. Hingga saat ini, baru Blok Kelubir dan Sekayan yang sudah masuk tahapan eksploitasi.

Sedangkan Rangau masih dalam tahap eksplorasi, dan Blok Ardimulyo hingga sekarang masih greenfield atau masih dalam tahapan penyelidikan umum. "Tidak mungkin kami tingkatkan blok ke tahapan produksi semua tanpa ada areal yang disisakan," kata Jeffrey.

Selain itu, batasan waktu dua tahun untuk menggelar tahapan produksi juga tidak realistis. Maklum, untuk kegiatan tersebut memerlukan berbagai izin, apalagi kalau bersinggungan dengan kawasan hutan yang perlu bertahun-tahun proses izin pinjam pakainya.

Sehingga, ancaman pengembalian lahan apabila waktu kegiatan eksplorasi tidak tuntas akan mengancam kinerja perusahaan tambang. "Kalau kami sudah keluarkan biaya Rp 150 miliar untuk eksplorasi, lalu lahannya dikembalikan ke negara, tidak fair dong," kata Bob Kamandanu, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Pemerintah pun tidak bisa membeda-bedakan tahapan kegiatan di beberapa blok yang dimiliki kontraktor. Sejatinya, sudah adanya blok yang telah memasuki tahapan konstruksi atau eksploitasi menandakan perusahaan tersebut telah melalui tahapan produksi.

Pengembalian areal tambang perusahaan pemegang kontrak menjadi wilayah pencadangan negara (WPN) juga telah dibicarakan dalam renegosiasi kontrak. Artinya, pemerintah tidak bisa sepihak mengambil alih areal tambang yang sedang dikelola perusahaan. "Harusnya, penciutan areal tambang itu masuk dalam renegosiasi, tidak bisa cuma lewat surat edaran," kata Tony Wenas, Wakil Ketua Indonesian Mining Association (IMA).

Selain itu, pemerintah seharusnya  memperhatikan kendala penerbitan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang jamak terjadi, agar kegiatan eksplorasi pengusaha dapat berjalan optimal. Sebab, sejumlah perusahaan mengeluhkan belum bisa memulai kegiatan eksplorasi di areal tambangnya karena masih menunggu keluarnya izin.

Editor: Yudho Winarto


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Setelah sempat jatuh, harga timah kemarin bergerak menguat setelah muncul harapan kenaikan permintaan timah dari Amerika Serikat (AS). Tapi, laju indeks dollar AS bakal menjadi hambatan kenaikan harga timah.

Mengutip Bloomberg, Kamis (11/12), kontrak timah bulan Desember 2014 di London Metal Exchange (LME) pukul 12.00 WIB, bertengger di level US$ 20.394 per metrik ton (MT), naik 0,8% dibandingkan hari sebelumnya. Padahal pada penutupan Rabu (11/12), harga timah sempat menukik 1,5% sehari. Sedangkan selama sepekan harga turun 0,05% menjadi US$ 20.394 per MT.

Analis Komoditas dan Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka Ibrahim mengatakan, perekonomian AS sedang bagus. Defisit anggaran AS pada bulan November 2014 turun 53%, ketimbang bulan sebelumnya menjadi US$ 56,8 miliar. Hasil ini jauh lebih baik ketimbang prediksi pasar, yakni US$ 63,8 miliar.

Ibrahim menyatakan, ini mempengaruhi pembelian timah dari AS, yang merupakan salah satu negara importir timah. "Ini memberikan sentimen positif bagi timah," kata dia, kemarin. Kendati demikian, Ibrahim menilai, kenaikan harga timah hanya sementara. Ia memprediksi, harga timah akan kembali turun ketika indeks dollar AS terus menguat.

Hari ini, ia menduga investor akan cenderung profit taking. Maklum, kemarin malam AS mengumumkan sejumlah indikator ekonomi, seperti penjualan ritel, klaim pengangguran dan cadangan gas alam. Semua data ini memberi sinyal positif. Tapi, akan menekan harga timah karena dollar AS menguat.

Selain itu, tambang timah terbesar di dunia yang berada di Myanmar akan meningkatkan produksi. "Sementara stok tinggi, permintaan menurun karena perlambatan ekonomi dunia," jelas Ibrahim. Sentimen negatif ini diperkeruh oleh situasi perekonomian negara-negara seperti Tiongkok, India dan Eropa yang tengah melambat.

Sedangkan di Indonesia, meskipun menetapkan UU Mineral dan Batubara (Minerba) tapi stok yang tinggi tidak lantas menyusut. "Jumat (12/12), harga timah akan kembali turun," duga Ibrahim. Apalagi pekan depan, The Fed akan menggelar pertemuan yang kemungkinan akan membahas waktu kenaikan suku bunga. Akibatnya pelaku pasar yang bertransaksi menggunakan dollar AS bersikap wait and see.

Komoditas menjadi pihak yang tidak diuntungkan akibat penguatan dollar AS karena harga menjadi mahal. Penurunan harga komoditas pun tak bisa dihindari. Secara teknikal Ibrahim bilang, bollinger band dan moving average (MA) 60% di atas bollinger bawah.

Indikator stochastic di level 60% negatif. Lalu moving average convergence divergence (MACD) berada di level 60% di area positif. Relative strength index (RSI) 65% negatif. Ibrahim memperkirakan, harga timah terus meleleh hingga akhir tahun. Hari ini, harga timah diprediksi bergerak di US$ 20.300-US$ 20.405 per MT. Dalam sepekan ke depan, harga bakal bergerak di kisaran US$ 20.210- US$ 20.430 per MT.

 

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Harga minyak masih bergerak di level rendah. Meski rebound tipis dibanding kemarin, tekanan terhadap minyak belum berakhir.

Mengutip Bloomberg, Kamis (11/12) pukul 10.20, harga minyak West Intermediate Texas (WTI) berada di level US$ 61,47 per barel. Harga rebound 0,87% dibanding hari sebelumnya. Kemarin, minyak turun sebesar US$ 2,88 per barel dalam sehari dan sempat menyentuh level terendah lima tahun di level US$ 60,94 barel.

Zulfirman Basir, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, tekanan harga minyak belum mereda. Menurutnya, investor masih cemas dengan melimpahnya suplai di pasar setelah OPEC tetap mempertahankan kuota produksinya. Kecemasan juga diperburuk oleh komentar Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi yang mensinyalkan eksportir minyak utama dunia tersebut tidak mempertimbangkan untuk memangkas produksi minyaknya.

"Bahkan Kuwait mengikuti langkah Arab Saudi dan Irak yang memangkas harga jual minyaknya untuk konsumen Asia," jelas Firman.

Laporan Energy Information Administration (EIA) semalam juga menunjukkan stok minyak di AS bertambah sebanyak 1,5 juta barel untuk minggu yang berakhir pada 5 Desember. Ini mungkin dapat menjaga sentimen negatif terhadap minyak.

Firman bilang, outlook minyak masih bearish. Ia memprediksi minyak WTI akan diperdagangkan di kisaran US$ 59,90-US$ 62,25 per barel pada hari ini.

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Harga kontrak minyak mentah untuk pengantaran Januari berhasil rebound pada akhir transaksi kemarin malam (9/12). Padahal sebelumnya, harga kontrak minyak ini sempat anjlok ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

Mengutip data Reuters, harga kontrak minyak untuk pengantaran Januari naik 77 sen menjadi US$ 63,82 per barel di Chicago Mercantile Exchange. Sebelumnya, harga kontrak ini bergerak di kisaran US$ 64,20 (level tertingginya) dan US$ 62,25 (level terendahnya).

Kenaikan harga juga terlihat pada minyak Brent sebesar 49 sen menjadi US$ 66,68 per barel. Harga minyak Brent sempat menyentuh level US$ 65,29, yang merupakan level terlemah sejak September 2009.

Harga minyak kali ini dipengaruhi oleh pelemahan dollar yang pada akhirnya mengerek nilai komoditas yang ditawarkan dalam dollar AS.

 

Editor: Barratut Taqiyyah
Sumber: Bloomberg


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Harga tembaga turun karena kekhawatiran melambatnya permintaan China sebagai pengguna logam industri terbesar di dunia. Kekhawatiran muncul setelah inflasi (CPI) China bulan November melambat menjadi 1,4%, lebih rendah dari prediksi analis 1,6%. Sedangkan Indeks Harga produsen (PPI) turun menjadi -2,7%  dari sebelumnya -2,2% .

Data Bloomberg memperlihatkan, Rabu (10/12) pukul 10.00 siang waktu Shanghai, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange sebesar US$ 6.445,25 per metrik ton, turun 0,5% dari hari sebelumnya.

Li Ye, analis Shenyin & Wanguo Futures Co yang berbasis di Shanghai mengatakan pada Bloomberg bahwa rilis CPI dan PPI bulan November menunjukkan ekonomi China masih melambat. “Kami mungkin perlu mengurangi harapan terhadap pertumbuhan konsumsi logam," ujarnya.

Selain data CPI dan PPI, Ibrahim, Analis dan Direktur Equilibirium Komoditi Berjangka menambahkan harga komoditas juga tertekan akibat pengetatan pinjaman jangka pendek di China. “Ini menurunkan harga komoditas,” ujarnya.
Gejolak politik di Yunani jelang pemilihan presiden pada bulan ini ikut menggerus harga tembaga. Maklum, salah satu capres dari partai sosialis menentang bantuan dana moneter internasional (IMF).

Jika partai ini memenangkan pemilihan presiden, maka bantuan dari IMF akan dihentikan sehingga akan terjadi  gesekan dalam perekonomian Eropa. Sebab, saat ini utang Uni Eropa sudah mencapai US$ 4 triliun baru dibayarkan bunganya saja akibat krisis yang terjadi di kawasan itu. “Padahal krisis di Eropa awalnya terjadi di Yunani,” jelas Ibrahim.

Kendati harga turun, Ibrahim melihat tembaga masih berpotensi menguat terbatas karena indeks dollar AS  dan indeks saham AS turun. Investor akan memanfaatkan situasi ini untuk melakukan aksi beli komoditas.

Secara teknikal, bollinger band dan moving average (MA) 80% berada di atas bollinger bawah mengindikasikan masih akan turun, namun ada potensi menguat karena sudah mendekati bollinger tengah. Stochastic berada di level 60% area negatif mengindikasikan penurunan. RSI di level 65% area negatif. Namun, MACD berada di level 65% area positif.

Ibrahim melihat harga tembaga masih akan turun terbatas, namun akan kembali naik seiring penurunan dollar AS. Ia memprediksi, harga sepekan ke depan di kisaran US$ 6.400,50–US$ 6.500,70 per metrik ton.

Editor: Sofyan Nur Hidayat

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita