Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) diperkirakan masih terpuruk hingga tahun depan karena pasokan global yang masih cukup tinggi.

“Dengan kondisi ekonomi China pada 2015 yang diperkirakan masih lebih rendah ini akan berpengaruh pada permintaan,” kata Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka Ibrahim pada Bisnis.com, Sabtu (27/12/2014).

Pada penutupan perdagangan pekan ini kontrak CPO untuk pengiriman Maret menghijau 32 poin ke level 2.249 ringgit per ton di Bursa Malaysia Derivatives. Adapun CPO untuk pengiriman April naik 31 poin menjadi 2.248 ringgit per ton.

Ibrahim memprediksi, selain pengaruh dari perlambatan ekonomi di sejumlah negara konsumen terbesar di dunia, permintaan CPO juga terganggu oleh peraturan dari Eropa. Bahkan dia mengatakan volume ekspor CPO ke Eropa pada tahun depan akan menyusut 10% dari total 4 juta ton.

 

Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Setelah Indonesia resmi melakukan pembatasan ekspor bijih sejak Januari 2014 dan disahkan melalui persidangan pada Desember 2014 ini, Filipina bersiap untuk menggenjot produksinya. Langkah Filipina diprediksi akan kembali melempar jatuh harga nikel di akhir tahun 2014 dan awal tahun 2015 mendatang.

“Larangan di Indonesia merupakan sinyal yang positif bagi kami. Kami akan segera memaksimalkan jeda yang ada dan memanfaatkan kapal sebanyak yang kami bisa” kata Defensor, Ketua Pertambangan Pax Libera Inc. Pax Libera sudah menyiapkan empat lokasi baru di tahun 2015 mendatang. Setelah pada 2014 ini membuka dua lokasi pertambangan baru.

Mengutip Bloomberg, Kamis (24/12), pukul 04.16 am Shanghai, harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 1,3% dari hari sebelumnya) menjadi US$ 15.450 per MT. Dalam sepekan terakhir harga nikel telah tergerus 1,1% dari US$ 15.625 per MT pada Selasa (16/12) lalu yang menjadi US$ 15.450 per MT.

Ibrahim, Analis dan Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka, pun menduga bahwa ekspor nikel dari Filipina pada 2015 mendatang akan naik menjadi 26%, padahal di tahun 2014 ini hanya 24%. “Ini menekan pergerakan harga nikel hingga tahun depan,” katanya.

Pelemahan harga nikel juga diperburuk dengan data Gross Domestic Product AS yang ternyata membukukan pertumbuhan 5% untuk periode Juli-September 2014. Angka ini jauh dari prediksi yang hanya 4,3% dan dari kuartal sebelumnya yang hanya 3,9%.

Data ekonomi ini membuat index dollar AS menguat. Saat ini index dollar AS sudah menyentuh level 90,14. Mencatat level tertinggi baru. “Sehingga ini membuat kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada Q1 2015 semakin kuat,” kata Ibrahim. Index dollar AS yang perkasa membuat pasar menjauhi komoditas. Penghujung 2014 yang semakin dekat membuat pasar memilih aksi taking profit maka harga komoditas termasuk nikel pun terhempas.

“Prediksi di 2015 harga nikel hanya akan bergerak di level US$ 17.500 per MT karena index dollar AS diduga menyentuh level 92,” kata Ibrahim. Jauh dari dugaan awal sebelum Filipina memutuskan membuka 4 pertambangan baru.

Sebelumnya ketika Indonesia melakukan peredaman ekspor nikel, pasar global memprediksi stok akan defisit 62.400 ton pada 2015 dari sebelumnya surplus 25.100 ton pada 2014. Ini membuat Citigroup memprediksi harga nikel akan bergerak di US$ 21.625 per MT di 2015 dan US$ 25.250 per MT pada 2016.

Nyatanya prediksi tersebut terkapar di pasar global. Pada 19 Desember 2014 stok nikel di London Metal Exchange(LME) melonjak menjadi rekor baru karena naik sebanyak 55% menjadi 406.812.

“Lonjakan stok ini karena perlambatan ekonomi global termasuk China yang menyentuh terlemah sejak 1990. Belum lagi perlambatan di zona Eropa yang juga terjadi,” kata Ibrahim. Selain itu jelas, pembukaan 2 tambang baru di Filipina membuat stok ikut bertambah. Tren harga nikel sampai akhir tahun 2014 dan awal 2015 akan bearish.

Secara teknikal, Ibrahim memaparkan, saat ini harga bergerak di moving average (MA) 20% di atas Bollinger bawah. Sedangkan relative strength index (RSI) dan garis moving average convergence divergence (MACD) keduanya 60% negatif, mengindikasikan arah yang bergerak masih akan turun kembali. Terakhir stochastic 70% negatif, semakin memperkuat tren bearish pada harga nikel.

Ibrahim menduga harga sepekan ke depan di kisaran US$ 15.200 – US$ 15.460 per MT. “Harga akhir tahun di level US$ 15.200 per MT,” tutup Ibrahim.

 

Editor: Sofyan Nur Hidayat

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

SINGAPURA. Harga kontrak minyak dunia diperdagangkan mendekati level tertingginya dalam dua pekan terakhir pada transaksi perdagangan hari ini. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 13.09 waktu Singapura, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 56,64 per barel atau turun 48 sen.

Kemarin, harga kontrak minyak naik US$ 1,86 menjadi US$ 57,12 per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak 12 Desember lalu.

Pergerakan harga minyak kali ini dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang mengalami pertumbuhan tercepat dalam satu dekade terakhir. Hal ini memberikan sinyal bahwa tingkat permintaan minyak akan mendaki di Negeri Paman Sam itu.

"Data PDB AS yang positif mendorong harga minyak. Reli saat musim liburan memberikan sentimen yang cukup positif bagi harga komoditas," jelas Phil Flynn, senior market analyst Price Futures Group di Chicago.

Sementara itu, harga kontrak minyak Brent untuk pengantaran Februari turun 48 sen menjadi US$ 61,21 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Editor: Barratut Taqiyyah
Sumber: Bloomberg


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. A team from the International Monetary Fund (IMF) has praised the country’s macroeconomic management after visiting several cities in Indonesia from Dec. 3 to 17, Antara news agency reported.

In order to evaluate the current development in the country with regard to short-term, medium-term and future perspectives, the team led by David Cowen held a discussion about 2014 article consultation with the government and Bank Indonesia (BI) on the IMF website.

The team also held meetings with the private sector, civilian communities and academics. The results of the visits and discussion will be presented to the IMF Executive Board in February 2015.

“The good management of macroeconomics has increased the credibility of Indonesia’s policies and external resilience. The country’s policies and foreign exchange reserves have been strengthened over the past 18 months,” Cowen said in a press statement posted on BI’s website on Monday.

“The framework of policies at present has been focused on maintaining macroeconomic and financial stability while promoting structural reform to increase economic growth potential and employment opportunities for young people in Indonesia. The reforms to expand fiscal room, deepen the financial market and cover infrastructure gaps and skills can boost growth to six percent or more in the medium term.”

According to the IMF team, in the short term, Indonesia’s economic prospects will continue to be influenced by global conditions as a result of declining commodities prices and tightening of financial conditions.

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga merek pemain kendaraan komersial, PT Hino Motors Sales Indonesia (Hino), PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Mitsubishi Fuso) dan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (Isuzu) patut berbangga. Pasalnya penjualan truk mereka laris manis tahun ini.

Berdasarkan data Gaikindo 2014 hingga bulan November kemarin, Hino mencatatkan angka penjualan 12.624 truk ringan, 4.488 unit truk medium. Sedangkan untuk truk heavy duty, Hino berhasil menjual 7.469 unit. Jika ditotal penjualan truk Hino mencapai 24.581 unit.

Sedangkan Mitsubishi Fuso mencatat angka fenomenal dengan 48.429 untuk truk ringan. Sementara truk medium 2.484 unit dan truk heavy duty mencapai 1.415 unit. Maka total penjualan truk Mitsubishi Fuso mencapai 52.328 unit.

Sementara Isuzu, melepas 15.916 unit truk ringan dan 3.224 unit truk medium. Sayangnya Isuzu tidak bermain di segmen truk heavy duty, sehingga secara total mencatat angka 19.140 unit truk yang terjual.

Meski berada diposisi ketiga, setidaknya Isuzu mampu menyodok di posisi kedua untuk penjualan truk ringan di belakang Mitsubishi Fuso.
UDA


Narasumber :metotvnews.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita