Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada pertengahan perdagangan Rabu (17/12/2014) kembali bergerak melemah.

Perdagangan CPO untuk kontrak Februari 2015 di Bursa Malaysia, seperti tercatat di Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level 2.114 ringgit Malaysia per ton.

Harga tersebut sudah terkoreksi 0,28% dibandingkan dengan penutupan pada Selasa (16/12/2014) yang anjlok 2,21% ke 2.120 ringgit/ton.

Pada pukul 09.33 WIB atau sekitar 10.33 waktu Kuala Lumpur, harga CPO makin tergerus 0,38% ke level 2.112 ringgit/ton. Sampai dengan waktu tersebut, CPO bergerak di kisaran harga 2.110-2.114 ringgit/ton.

 

Pergerakan Harga CPO*

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

17/12 (09.33 WIB)

2.112

-0,38%

16/12

2.120

-2,21%

15/12

2.168

-0,14%

12/12

2.171

-1,09%

11/12

2.195

+0,92%

10/12

2.175

+2,11%

*Kontrak Februari 2014

Sumber: Bloomberg 2014


Narasumber : kompas.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com,JAKARTA - PT Freeport Indonesia bakal mendapatkan kuota ekspor konsentrat tembaga sekitar 750.000 ton pada tahun depan, mengingat rencana akuisisi lahan yang dilakukan Freeport dianggap sudah memenuhi syarat minimal untuk mendapatkan izin ekspor.

Sinyal tersebut diungkapkan Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R. Sukhyar. Dia mengatakan izin ekspor Freeport ditentukan dari kemajuan pembangunan smelternya. Izin tersebut bakal diberikan jika kemajuan pembangunan smelternya mencapai 60% dari rencana yang sudah ditetapkan.

"Akuisisi lahan itu nilainya sekitar Rp1 triliun, bisa dibilang 60%, artinya Freeport sudah memenuhi syarat minimal untuk ekspor. Kuotanya sekitar 750.000 ton," katanya kepada Bisnis.com, Rabu (16/12/2014).

Sukhyar mengungkapkan evaluasi atas kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian konsentrat tembaga perusahaan itu akan dilakukan pada akhir Januari 2015 atau awal Februari 2015. Jika pada evaluasi itu Freeport belum memenuhi syarat kemajuan minimal, jelasnya, maka pemerintah  memberi kesempatan kepada perusahaan untuk meningkatkan progres pembangunan smelternya.

Sebagai catatan, pada 25 Juli 2014 lalu, Freeport meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) amandemen kontrak karya (KK). Berkaitan dengan itu, pemerintah membolehkan perusahaan tersebut melakukan ekspor konsentrat tembaga.

Saat itu, pemerintah memberi kuota ekspor konsentrat tembaga sebanyak 756.300 ton atau setara dengan US$1,56 miliar. "Ekspor diberikan karena Freeport berjanji bangun smelter," ungkap Sukhyar.

Oleh karena itu, jika pada Februari 2015, Freeport mampu memenuhi 60% target kemajuan pembangunan smelternya, maka pemerintah bakal membuka kembali kuota ekspor konsentrat tembaga milik perusahaan itu.


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Harga minyak mentah dunia melanjutkan penurunan. Harga West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari di bursa Nymex turun 0,48%, pada Selasa (16/12) setelah kemarin terpangkas 3,29%.

Harga minyak jenis WTI di US$ 55,64 per barel pukul 10:14 WIB. Sementara kemarin perdagangan berakhir di US$ 55,91 per barel.

Ini merupakan harga minyak terendah sejak tahun 2009. Harga minyak mentah meluncur turun dipicu berlimpahnya pasokan dan perang harga antara produsen OPEC dan Amerika Serikat (AS).

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang menyuplai 40% kebutuhan minyak dunia memompa 30,56 juta barel per hari di bulan November.

"Dari sisi permintaan, ekonomi global melanjutkan pelambatan. Sedangkan butuh waktu jika AS ingin mengurangi produksi minyak serpih (shale)," kata Hong Sung Ki, Analis Komoditas di Samsung Futures Inc, di Seoul pada Bloomberg.

Harga minyak mentah jenis Brent di bursa ICE Futures Europe, London juga tergerus 0,56% ke level US$ 60,72 pagi ini. Kemarin, minyak jenis premium ini turun 1,28% ke US$ 61,06 per barel.

 

Editor: Sanny Cicilia


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

DUBAI. Meski harga minyak mentah dunia terus anjlok, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) belum mengambil keputusan untuk menurunkan produksi. Negara-negara eksportir minyak tersebut menunggu minimal tiga bulan sebelum menyelenggarakan pertemuan darurat.

Produksi minyak dari 12 negara anggota OPEC di November 2014 mencapai 30,56 juta barel per hari. Angka ini melebihi dari target OPEC dalam enam bulan berturut-turut. OPEC enggan menurunkan produksinya karena tak yakin pengurangan produksi akan mengerek harga.

"Kami tidak akan mengubah pikiran karena harga jatuh ke level US$ 60 atau US$ 40 per barel," ujar Suhail Al-Mazrouei, Menteri Energi Uni Emirat Arab seperti dikutip dari Bloomberg.

Negara-negara seperti Arab Saudi, Irak dan Kuwait menambah diskon pengiriman ke Asia dan menimbulkan spekulasi bahwa mereka sedang berjuang di tengah banjirnya pasokan shale gas Amerika Serikat (AS).

Editor: Sanny Cicilia


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berencana akan menggelontorkan anggaran Rp 1,207 triliun untuk pengembangan bandara. Rencananya, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk mengembangkan landasan pacu atau runway di delapan bandara.

Staf Khusus Keterbukaan Informasi Publik Menteri Perhubungan, Hadi M Djuraid mengatakan, delapan bandara yang akan dikembangkan itu terdiri dari:  Bandar Udara Rembele di Takengon, Blimbing Sari di Banyuwangi, Komodo di Labuan Bajo, Tojo Una Una di Sulawesi Tengah, Kuabang Kao di Maluku Utara, Ibra di Dumatubun, Saumlaki Baru di Maluku dan Dekai di Yahukimo.

"Delapan bandara itu selama ini hanya bisa didarati pesawat udara sejenis ATR-72, dengan panjang runway rata-rata di bawah 2.000 meter," kata Hadi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta Senin (15/12).

Hadi mengatakan, dengan pengembangan ini nantinya diharapkan runway ke delapan bandara tersebut bisa ditingkatkan menjadi minimal 2.250 meter. Dengan perpanjangan itu, dia berharap ke delapan bandra tersebut bisa didarati pesawat jenis B-737

Editor: Sanny Cicilia

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita