- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2191
Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada pertengahan perdagangan Jumat (18/12/2014) bergerak melemah.
Perdagangan CPO untuk kontrak Februari 2015 di Bursa Malaysia, seperti tercatat di Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level 2.144 ringgit Malaysia per ton.
Harga tersebut sudah terkoreksi 0,14% dibandingkan dengan penutupan pada Kamis (18/12/2014) yang menguat 0,99% ke 2.147 ringgit/ton.
Pada pukul 09.39 WIB atau sekitar 10.39 waktu Kuala Lumpur, harga CPO masih melemah 0,7% ke level 2.132 ringgit/ton. Sampai dengan waktu tersebut, CPO bergerak di kisaran harga 2.131-2.144 ringgit/ton.
Pergerakan Harga CPO*
|
Waktu |
Ringgit Malaysia/Ton |
Persentase Perubahan |
|
19/12 (09.39 WIB) |
2.132 |
-0,7% |
|
18/12 |
2.147 |
+0,99% |
|
17/12 |
2.126 |
+0,28% |
|
16/12 |
2.120 |
-2,21% |
|
15/12 |
2.168 |
-0,14% |
|
12/12 |
2.171 |
-1,09% |
|
11/12 |
2.195 |
+0,92% |
*Kontrak Februari 2014
Sumber: Bloomberg 2014
Narasumber : bisnis.com
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2033
JAKARTA. Ekonomi China yang terus melambat menjadi sentimen negatif bagi harga nikel. Hingga akhir tahun ini, harga nikel diperkirakan terus menurun ke US$ 15.350 per metrik ton.
Mengutip data, Bloomberg, Kamis (18/12), pukul 12.55 waktu Hong Kong, harga nikel pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) US$ 15.576 per metrik ton (MT) turun 0,3% dibandingkan hari sebelumnya. Sepekan terakhir, harga tergerus 4,3%.
Ibrahim, analis dan Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka, mengatakan, harga nikel dipengaruhi oleh data ekonomi China yang semakin memperlihatkan perlambatan. Misalnya, harga rumah pada bulan November turun 0,4% dibanding Oktober 2014.
Perlambatan industri manufaktur di China turut menekan harga nikel. "Angka indeks manufaktur China sebesar 49,5 atau di bawah ekspektasi pasar 49,8 dan di bawah data bulan Oktober lalu yakni 50," kata Ibrahim.
Sebelumnya Pemerintah China kembali mengguyur stimulus ekonomi senilai
CNY 250 miliar. Namun upaya ini tidak berefek banyak, mengingat Tiongkok memiliki utang jatuh tempo (pemerintah dan swasta) bernilai total CNY 500 miliar.
Pemangkasan suku bunga Bank Sentral China juga tidak mampu menolong negara dari perlambatan ekonomi. "Sedangkan isu kenaikan suku bunga The Fed masih akan terus menghangat hingga tahun depan," kata Ibrahim. Ini bisa menyebabkan indeks dollar AS kembali menguat. Harga nikel juga terus tergerus mengikuti harga minyak mentah yang loyo.
Faktor lain, stok nikel di November 2014 melimpah karena aktivitas impor melambat dua kali lipat dibandingkan dengan November 2013 lalu.
Secara teknikal, saat ini indikator bollinger dan moving average (MA) bergerak di level 30% di atas garis bawah yang artinya pergerakan harga masih negatif. Relative strength index (RSI) 60% negatif serta stochastic 65% negatif. Hanya garis moving average convergence divergence (MACD) yang bergerak di level 60%. "Ini artinya, pergerakan harga nikel terus bearish," kata Ibrahim.
Hari ini Ibrahim menduga, harga nikel akan bergerak di kisaran support US$ 15.485 per MT dan resistance US$ 15.590 per MT. Sedangkan selama sepekan harga bakal bergerak di level US$ 15.400-15.610 per MT.
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2159
JAKARTA. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7% bisa tercapai pada tahun 2016 nanti. Untuk mencapai target itu pemerintah akan mengandalkan kegiatan penanaman modal, baik dari pengusaha domestik maupun luar negeri.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghitung, dana investasi yang dibutuhkan untuk menyokong target pertumbuhan itu sebesar Rp 700 triliun per tahun. Asumsinya, setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi 1%, perlu investasi langsung Rp 100 triliun.
Tahun 2015, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,8%, seperti ditetapkan di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015. Untuk mencapai target itu, target penanaman modal Rp 550 triliun. "Agar tumbuh 7% perlu tambahan lagi sekitar 1,5%, jadi kebutuhan total dana investasinya sekitar Rp 700 triliun" ujar JK, Kamis (18/12).
Oleh karenanya Kalla ingin pemerintah daerah membantu pemerintah pusat dalam menyederhanakan perizinan. Saat ini perizinan investasi masih melibatkan pemerintah daerah. Antara lain seputar izin lingkungan, izin lokasi, dan izin prinsip dari bupati/walikota dan dinas di daerah.
Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro mengatakan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% bisa tercapai pada tahun 2016. Dengan catatan semua skenario rencana pembangunan tahun 2015 berjalan mulus. Misalnya, kebijakan yang mendorong pertumbuhan lapangan kerja, hingga pembangunan infrastruktur.
Jika pada tahun 2016 pemerintah tidak dapat mencapai target pertumbuhan tersebut, Bambang akan menolelirnya setahun selanjutnya atau 2017. "Yang penting, sebelum 2019 sudah tercapai target yang dijanjikan Pak Jokowi agar pertumbuhan mencapai 7%," papar Bambang.
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2273
TEMPO.CO, Jakarta - Para ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berhasil mengembangkan baja berbahan dasar nikel rendah. Meski berkadar rendah, baja ini diklaim lebih kuat ketimbang baja berkadar besi tingi.
“Disebut baja laterit,†kata Andika Widya Pramono, Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, saat memaparkan penelitian tim ilmuwan di Gedung LIPI, Rabu, 17 Desember 2014.
Andika mengatakan, besar kandungan nikel baja laterit ini tak mencapai angka 3 persen yang biasa terdapat pada baja biasa. Kandungan nikel baja jenis ini hanya 0.8-1.5 persen dan bijih besinya sekitar 45 persen.
Selain menghasilkan kandungan nikel yang setara, dia menambahkan, jika kedua kandungan tersebut dilebur akan menghasilkan ketahanan melebihi baja biasa. Di antaranya, yaitu lebih tahan korosi dan perubahan cuaca, sifat las yang baik, serta tahan di temperatur minus derajat selsius.
Nikel, bahan dasar baja, diambil dari lapisan tanah bagian atas (limonit). “Selama ini lapisan tersebut dianggap kurang produktif,†ujar Andika. Namun jumlah ketersediaan nikel kadar rendah ini mencapai dua miliar ton.
Nikel limonit ini dapat dijumpai di beberapa pertambangan baja di Indonesia, seperti Kalimantan Tengah, Maluku Utara, dan Sulawesi Selatan. Jumlah tersebut, kata dia, dapat mencukupi permintaan baja nasional dalam beberapa ratus tahun ke depan. “Jika dimanfaatkan skala nasional, Indonesia dapat mandiri di sektor bahan baku baja.â€
Baja ini sudah diujicoba sampai kelayakan proses pembuatan. Dalam ujicoba proses tersebut LIPI dibantu PT Indoferro sejak proses peleburan, pencetakan, hingga pembuatan lempengan baja. “Sudah layak diproduksi,†kata Andika. Untuk itu LIPI membutuhkan peran pemerintah dalam pengembangan sektor industri tersebut.
Yusuf, peneliti senior di Puslit Material LIPI, mencatat ada lima hal yang setidaknya dapat pemerintah lakukan dalam pengembangan baja laterit ini. Yakni, pengembangan penelitian; penyaiapan regulasi produksi; pelaksana produksi; pemasaran produk pengembangan; dan mendorong sinergi semua sektor pemerintah.
“Pembangunan infrastruktur nasional bisa menggunakan bahan baku baja laterit,†kata Yusuf kepada Tempo, di tempat yang sama. Berdasarkan ujicoba proses dan kelayakan tersebut, dia mengatatakan, baja laterit juga cocok digunakan sebagai bahan dasar alat utama sistem persenjataan nasional.
AMRI MAHBUB
Narasumber : tempo.co
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2329
JAKARTA. Meski belum mampu menggeser dominasi dollar AS, poundsterling (GBP) unggul di hadapan mata uang utama lain. Maklum, indikator ekonomi Inggris cukup stabil.
Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (17/12) pukul 18.20 WIB, pairing EUR/GBP turun 0,27% menjadi 0,7923. Pasangan GBP/JPY naik 0,45% ke level 184,16. Hanya, GBP/USD turun 0,19% menjadi 1,5720.
Alwy Assegaf, analis SoeGee Futures, menilai, pasangan EUR/GBP bergerak dalam range sempit. Meski demikian, poundsterling lebih unggul, sebab ekonomi Inggris relatif bagus.
Misalnya, pendapatan rata-rata tiga bulan hingga Oktober naik 1,4%, melampaui ekspektasi tumbuh 1,3%. Lalu, jumlah masyarakat yang mengajukan tunjangan pengangguran bulan November berkurang 23.900 orang, melebihi perkiraan, minus 19.800. Meski demikian, tingkat pengangguran bulan Oktober stagnan di level 6%.
Dari sisi Eropa data ekonomi masih lemah. "Tren ke depan, GBP lebih unggul versus EUR. Apalagi, Inggris berpeluang menaikkan suku bunga," papar Alwy.
Tonny Mariano, analis Harvest International Futures, mengatakan, pasangan GBP/JPY naik, karena poundsterling lebih stabil setelah tertopang data ekonomi yang mayoritas positif. "Apalagi setelah sepekan, pasangan ini terkoreksi," kata Tonny.
Namun, mata dunia tertuju pada kebijakan Bank Sentral AS (The Fed). Pasar berekspektasi suku bunga AS akan naik. Ini bisa menekan GBP. "Maka, GBP/JPY bakal bergerak terbatas. Yen malah punya peluang naik, karena tidak terganggu sentimen penurunan harga minyak," ungkap Tonny.
Sementara, Suluh Adil Wicaksono, analis Millenium Penata Futures, menyebut, pergerakan pairing GBP/USD terbatas, karena pasar menanti hasil pertemuan The Fed pada Kamis (18/12) dini hari.
Hasil pertemuan itu akan menentukan arah pergerakan pasangan ini. Prediksi Suluh, jika The Fed tidak memberikan kepastian waktu kenaikan, pasar akan bereaksi dengan melepas dollar AS. "Ini bisa menjadi momentum bagi GBP rebound," prediksinya.

















Semua Berita