Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia akan menerapkan kebijakan pengenaan bea masuk anti-dumping bagi produk baja luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. Rencananya, Januari 2015 kebijakan tersebut sudah mulai berlaku.

"Anti dumping begitu efektif (bagi industri baja nasional). ada asumsi ada dumping kita lakukan tindakan, (produk baja impor harus) bayar (bea masuk anti dumping dengan) uang. Kalau terbukti tidak melakukan itu (membayar), (akan) dikembalikan. Januari 2015 harus mulai," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa malam (23/12/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, keputusan penerapan anti-dumping kepada produk baja impor dilakukan guna melindungi industri baja nasional. Pasalnya, kata dia, saat ini suplai baja ke Indonesia sangatlah tinggi dan berpotensi mematikan industri baja nasional.

Menurut Sofyan, penerapan bea masuk anti dumping tersebut tak perlu membutuhkan peraturan baru. Pasalnya, saat ini ketentuan anti-dumping telah diatur dalam Undang-undang. Sayangnya lanjut dia, selama ini penerapan kebijakan tersebut kurang tegas dilakukan oleh pemerintah.

"Sudah ada peraturannya tapi selama tidak dilakukan saja, sudah sekian lama kita membiarkan industri ini seperti itu. Dalam kondisi baja dunia yang melimpah seperti sekarang, kalau tidak dilakukan bisa way out industri kita," kata dia.

Sementara itu, selain bea masuk anti dumping, pemerintah juga akan menerapkan standar nasional Indonesia (SNI) kepada produk baja lokal maupun impor. Hal tersebut dilakukan untuk memperketat mutu dari produk baja itu sendiri. "Pokoknya ada sekitar 14 poin upaya yang kita lakukan secara bersama untuk melindungi industri baja nasional," kata Sofyan.


Narasumber : kompas.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada awal perdagangan Rabu (24/12/2014) kembali bergerak menguat.

Perdagangan CPO untuk kontrak Februari 2015 di Bursa Malaysia, seperti tercatat di Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level 2.213 ringgit Malaysia per ton.

Harga tersebut sudah menguat 0,14% dibandingkan dengan penutupan pada Selasa (23/12/2014) yang melejit 1,84% ke 2.210 ringgit/ton.

Pada pukul 09.39 WIB atau sekitar 10.39 waktu Kuala Lumpur, harga CPO masih naik 0,05% ke level 2.211 ringgit/ton. Sampai dengan waktu tersebut, CPO bergerak di kisaran harga 2.209-2.215 ringgit/ton.


Pergerakan Harga CPO*

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

24/12 (09.39 WIB)

2.211

+0,05%

23/12

2.210

+1,84%

22/12

2.170

+0,79%

19/12

2.153

+0,7%

18/12

2.147

+0,99%

*Kontrak Februari 2014

Sumber: Bloomberg 2014


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan ada peluang investasi baru di sektor logam dasar dan besi baja mencapai Rp382,64 triliun dari 26 investor pada tahun depan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin berpendapat potensi investasi pada 2015 lebih lebar dibandingkan dengan tahun ini.

Hajatan politik memengaruhi minat penanaman modal dari calon investor baru maupun ekspansi bisnis yang ada, pebisnis cenderung menahan diri.

“Tahun ini adalah tahun politik sehingga investor lebih banyak yang wait and see, tidak banyak yang gencar berinvestasi. Kami yakin pada 2015 akan ada peningkatan,” katanya saat jumpa pers Paparan Akhir Tahun dan Proyeksi 2015 Sektor Industri Nonmigas, di Jakarta, Senin (22/12/2014).

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diketahui potensi investasi Rp382,64 triliun disumbang industri baja, tembaga, aluminium, dan nikel. Rencana penanaman modal ini diharapkan bisa memenuhi kontribusi bidang manufaktur 50% dari total target investasi industri pengolahan nonmigas.

Di sektor baja ada rencana investasi dan perluasan delapan perusahaan penghasil pig iron, cold rolled coil, dan hot dipped galvanized senilai Rp52,44 triliun. Di industri tembaga ada lima perusahaan yang berencana membenamkan modal untuk memproduksi katoda tembaga senilai Rp99,2 triliun.

Di cabang industri aluminium terdapat rencana investasi lima perusahaan pengolah aluminum dengan nilai investasi sekitar Rp108 triliun. Sementara dari sektor nikel terdapat rencana investasi delapan perusahaan produsen feronikel, nickel matte, dan nickel pig iron bernilai Rp123 trilun.

Salah satu perusahaan yang hendak menanam modal di sektor besi baja adalah Press Metal senilai US$180 juta. Tapi investor asal Malaysia ini sedang menahan diri karena terbelit ruwetnya perizinan. Kondisi seperti ini bisa jadi tidak hanya dialami segelitir melainkan mayoritas calon investor.


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada awal perdagangan Selasa (23/12/2014) berbalik menguat.

Perdagangan CPO untuk kontrak Februari 2015 di Bursa Malaysia, seperti tercatat di Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level 2.163 ringgit Malaysia per ton.

Harga tersebut melemah 0,32% dibandingkan dengan penutupan pada Senin (22/12/2014) yang menguat 0,79% ke 2.170 ringgit/ton.

Pada pukul 09.38 WIB atau sekitar 10.38 waktu Kuala Lumpur, harga CPO makin naik 0,28% ke level 2.176 ringgit/ton. Sampai dengan waktu tersebut, CPO bergerak di kisaran harga 2.163-2.176 ringgit/ton.


Pergerakan Harga CPO*

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

23/12 (09.38 WIB)

2.176

+0,28

22/12

2.170

+0,79%

19/12

2.153

+0,7%

18/12

2.147

+0,99%

17/12

2.126

+0,28%

16/12

2.120

-2,21%

15/12

2.168

-0,14%

*Kontrak Februari 2014

Sumber: Bloomberg 2014


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Nilai tukar yen (JPY) keok di hadapan sejumlah mata uang utama dunia. Otot yen mengendur setelah Bank Sentral Jepang (BoJ) mempertahankan stimulus moneter. Mengutip Bloomberg, Jumat (19/12), pairing USD/JPY naik 0,56% dari hari sebelumnya menjadi 119,50. Pasangan EUR/JPY naik 0,10% ke level 146,15. Lalu, pairing GBP/JPY naik 0,22% ke posisi 186,62.

Akhir pekan lalu, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda, melanjutkan pelonggaran moneter, dengan basis moneter tahunan sebesar ¥ 80 triliun. BoJ kian sulit mengangkat inflasi ke level 2% di tengah pelemahan harga minyak. Pelaku pasar pun bereaksi negatif, dengan melepas yen. Apalagi, data pertumbuhan aktivitas industri Jepang pada November minus 0,1%. Angka ini meleset dari ekspektasi pasar, yaitu tumbuh 0,2%.

Nizar Hilmi, analis SoeGee Futures, mengatakan, sentimen tersebut menjatuhkan JPY di hadapan USD. Apalagi, perekonomian Amerika Serikat (AS) lebih stabil, meskipun belum ada kepastian kenaikan suku bunga The Fed. "Pasar menilai, kapan pun The Fed mengerek suku bunga, kebijakan tersebut tetap lebih unggul ketimbang BoJ," ujarnya.

Prediksi Nizar, pasangan kurs USD/JPY masih akan bullish (naik). Ini mengingat tidak banyak katalis penggerak pairing ini.

Menurut Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures, nilai tukar EUR unggul versus JPY, lebih akibat efek kebijakan Bank Nasional Swiss (SNB), yang menetapkan suku bunga negatif, yaitu minus 0,25%. "Kebijakan ini memicu swiss franc melemah tajam versus euro," jelasnya. Adapun, kenaikan pairing GBP/JPY akibat data ekonomi Inggris positif.

Analis Harvest Investindo Futures Tonny Mariano menilai, data tenaga kerja Inggris membaik. Pekan lalu, jumlah klaim tunjangan pengangguran tercatat 289.000 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan estimasi pasar yang mencapai 297.000 orang. Menurut Tonny, pasangan kurs tersebut masih berpotensi naik. "Indikator ekonomi kedua negara ini bertolak belakang," kata Tonny.

Editor: Barratut Taqiyyah

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita