Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Meski belum mampu menggeser dominasi dollar AS, poundsterling (GBP) unggul di hadapan mata uang utama lain. Maklum, indikator ekonomi Inggris cukup stabil.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (17/12) pukul 18.20 WIB, pairing EUR/GBP turun 0,27% menjadi 0,7923. Pasangan GBP/JPY naik 0,45% ke level 184,16. Hanya, GBP/USD turun 0,19% menjadi 1,5720.

Alwy Assegaf, analis SoeGee Futures, menilai, pasangan EUR/GBP bergerak dalam range sempit. Meski demikian, poundsterling lebih unggul, sebab ekonomi Inggris relatif bagus.

Misalnya, pendapatan rata-rata tiga bulan hingga Oktober naik 1,4%, melampaui ekspektasi tumbuh 1,3%. Lalu, jumlah masyarakat yang mengajukan tunjangan pengangguran bulan November berkurang 23.900 orang, melebihi perkiraan, minus 19.800.  Meski demikian, tingkat pengangguran bulan Oktober stagnan di level 6%.

Dari sisi Eropa data ekonomi masih lemah. "Tren ke depan, GBP lebih unggul versus EUR. Apalagi, Inggris berpeluang menaikkan suku bunga," papar Alwy.

Tonny Mariano, analis Harvest International Futures, mengatakan, pasangan GBP/JPY naik, karena poundsterling lebih stabil setelah tertopang data ekonomi yang mayoritas positif. "Apalagi setelah sepekan, pasangan ini terkoreksi," kata Tonny.

Namun,  mata dunia tertuju pada kebijakan Bank Sentral AS (The Fed). Pasar berekspektasi suku bunga AS akan naik. Ini bisa menekan GBP. "Maka, GBP/JPY bakal bergerak terbatas. Yen malah punya peluang naik, karena tidak terganggu sentimen penurunan harga minyak," ungkap Tonny.

Sementara, Suluh Adil Wicaksono, analis Millenium Penata Futures, menyebut, pergerakan pairing GBP/USD terbatas, karena pasar menanti hasil pertemuan The Fed pada Kamis (18/12) dini hari.

Hasil pertemuan itu akan menentukan arah pergerakan pasangan ini. Prediksi Suluh, jika The Fed tidak memberikan kepastian waktu kenaikan, pasar akan bereaksi dengan melepas dollar AS. "Ini bisa menjadi momentum bagi GBP rebound," prediksinya.

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id

 

Anda disini: Home Semua Berita Poundsterling mulai unjuk gigi