Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. A team from the International Monetary Fund (IMF) has praised the country’s macroeconomic management after visiting several cities in Indonesia from Dec. 3 to 17, Antara news agency reported.

In order to evaluate the current development in the country with regard to short-term, medium-term and future perspectives, the team led by David Cowen held a discussion about 2014 article consultation with the government and Bank Indonesia (BI) on the IMF website.

The team also held meetings with the private sector, civilian communities and academics. The results of the visits and discussion will be presented to the IMF Executive Board in February 2015.

“The good management of macroeconomics has increased the credibility of Indonesia’s policies and external resilience. The country’s policies and foreign exchange reserves have been strengthened over the past 18 months,” Cowen said in a press statement posted on BI’s website on Monday.

“The framework of policies at present has been focused on maintaining macroeconomic and financial stability while promoting structural reform to increase economic growth potential and employment opportunities for young people in Indonesia. The reforms to expand fiscal room, deepen the financial market and cover infrastructure gaps and skills can boost growth to six percent or more in the medium term.”

According to the IMF team, in the short term, Indonesia’s economic prospects will continue to be influenced by global conditions as a result of declining commodities prices and tightening of financial conditions.

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga merek pemain kendaraan komersial, PT Hino Motors Sales Indonesia (Hino), PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Mitsubishi Fuso) dan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (Isuzu) patut berbangga. Pasalnya penjualan truk mereka laris manis tahun ini.

Berdasarkan data Gaikindo 2014 hingga bulan November kemarin, Hino mencatatkan angka penjualan 12.624 truk ringan, 4.488 unit truk medium. Sedangkan untuk truk heavy duty, Hino berhasil menjual 7.469 unit. Jika ditotal penjualan truk Hino mencapai 24.581 unit.

Sedangkan Mitsubishi Fuso mencatat angka fenomenal dengan 48.429 untuk truk ringan. Sementara truk medium 2.484 unit dan truk heavy duty mencapai 1.415 unit. Maka total penjualan truk Mitsubishi Fuso mencapai 52.328 unit.

Sementara Isuzu, melepas 15.916 unit truk ringan dan 3.224 unit truk medium. Sayangnya Isuzu tidak bermain di segmen truk heavy duty, sehingga secara total mencatat angka 19.140 unit truk yang terjual.

Meski berada diposisi ketiga, setidaknya Isuzu mampu menyodok di posisi kedua untuk penjualan truk ringan di belakang Mitsubishi Fuso.
UDA


Narasumber :metotvnews.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia akan menerapkan kebijakan pengenaan bea masuk anti-dumping bagi produk baja luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. Rencananya, Januari 2015 kebijakan tersebut sudah mulai berlaku.

"Anti dumping begitu efektif (bagi industri baja nasional). ada asumsi ada dumping kita lakukan tindakan, (produk baja impor harus) bayar (bea masuk anti dumping dengan) uang. Kalau terbukti tidak melakukan itu (membayar), (akan) dikembalikan. Januari 2015 harus mulai," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa malam (23/12/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, keputusan penerapan anti-dumping kepada produk baja impor dilakukan guna melindungi industri baja nasional. Pasalnya, kata dia, saat ini suplai baja ke Indonesia sangatlah tinggi dan berpotensi mematikan industri baja nasional.

Menurut Sofyan, penerapan bea masuk anti dumping tersebut tak perlu membutuhkan peraturan baru. Pasalnya, saat ini ketentuan anti-dumping telah diatur dalam Undang-undang. Sayangnya lanjut dia, selama ini penerapan kebijakan tersebut kurang tegas dilakukan oleh pemerintah.

"Sudah ada peraturannya tapi selama tidak dilakukan saja, sudah sekian lama kita membiarkan industri ini seperti itu. Dalam kondisi baja dunia yang melimpah seperti sekarang, kalau tidak dilakukan bisa way out industri kita," kata dia.

Sementara itu, selain bea masuk anti dumping, pemerintah juga akan menerapkan standar nasional Indonesia (SNI) kepada produk baja lokal maupun impor. Hal tersebut dilakukan untuk memperketat mutu dari produk baja itu sendiri. "Pokoknya ada sekitar 14 poin upaya yang kita lakukan secara bersama untuk melindungi industri baja nasional," kata Sofyan.


Narasumber : kompas.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada awal perdagangan Rabu (24/12/2014) kembali bergerak menguat.

Perdagangan CPO untuk kontrak Februari 2015 di Bursa Malaysia, seperti tercatat di Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level 2.213 ringgit Malaysia per ton.

Harga tersebut sudah menguat 0,14% dibandingkan dengan penutupan pada Selasa (23/12/2014) yang melejit 1,84% ke 2.210 ringgit/ton.

Pada pukul 09.39 WIB atau sekitar 10.39 waktu Kuala Lumpur, harga CPO masih naik 0,05% ke level 2.211 ringgit/ton. Sampai dengan waktu tersebut, CPO bergerak di kisaran harga 2.209-2.215 ringgit/ton.


Pergerakan Harga CPO*

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

24/12 (09.39 WIB)

2.211

+0,05%

23/12

2.210

+1,84%

22/12

2.170

+0,79%

19/12

2.153

+0,7%

18/12

2.147

+0,99%

*Kontrak Februari 2014

Sumber: Bloomberg 2014


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan ada peluang investasi baru di sektor logam dasar dan besi baja mencapai Rp382,64 triliun dari 26 investor pada tahun depan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin berpendapat potensi investasi pada 2015 lebih lebar dibandingkan dengan tahun ini.

Hajatan politik memengaruhi minat penanaman modal dari calon investor baru maupun ekspansi bisnis yang ada, pebisnis cenderung menahan diri.

“Tahun ini adalah tahun politik sehingga investor lebih banyak yang wait and see, tidak banyak yang gencar berinvestasi. Kami yakin pada 2015 akan ada peningkatan,” katanya saat jumpa pers Paparan Akhir Tahun dan Proyeksi 2015 Sektor Industri Nonmigas, di Jakarta, Senin (22/12/2014).

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diketahui potensi investasi Rp382,64 triliun disumbang industri baja, tembaga, aluminium, dan nikel. Rencana penanaman modal ini diharapkan bisa memenuhi kontribusi bidang manufaktur 50% dari total target investasi industri pengolahan nonmigas.

Di sektor baja ada rencana investasi dan perluasan delapan perusahaan penghasil pig iron, cold rolled coil, dan hot dipped galvanized senilai Rp52,44 triliun. Di industri tembaga ada lima perusahaan yang berencana membenamkan modal untuk memproduksi katoda tembaga senilai Rp99,2 triliun.

Di cabang industri aluminium terdapat rencana investasi lima perusahaan pengolah aluminum dengan nilai investasi sekitar Rp108 triliun. Sementara dari sektor nikel terdapat rencana investasi delapan perusahaan produsen feronikel, nickel matte, dan nickel pig iron bernilai Rp123 trilun.

Salah satu perusahaan yang hendak menanam modal di sektor besi baja adalah Press Metal senilai US$180 juta. Tapi investor asal Malaysia ini sedang menahan diri karena terbelit ruwetnya perizinan. Kondisi seperti ini bisa jadi tidak hanya dialami segelitir melainkan mayoritas calon investor.


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita