Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014. Bambang mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen.

Capaian ini lebih rendah dibanding target pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2014, yang dipatok 5,5 persen. “Ini terkait dengan kondisi global dan kondisi kita sendiri. Kebijakan moneter ketat menyebabkan pertumbuhan ekonomi kita terkendala, sehingga tidak mencapai target yang diharapkan,” papar Bambang, Senin (5/1/2015).

Bambang menuturkan, hal itu disebabkan turunnya kinerja ekspor yang sejalan dengan masih lemahnya permintaan dunia dan merosotnya harga komoditas di pasar internasional sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, tingkat inflasi sepanjang 2014 mencapai 8,36 persen, jauh lebih tinggi dibanding target APBN-P 2014 yang sebesar 5,3 persen. Bambang menjelaskan, asumsi inflasi yang dipatok pemerintah dalam APBN-P 2014 belum memasukkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Kendati demikian, angka inflasi yang tinggi sudah menjadi antisipasi perhatian pemerintah Joko Widodo.

Bambang menuturkan, di luar administered prices – dimana BBM adalah salah satu komponennya – maka inflasi bisa dikendalikan jika pemerintah membenahi manajemen logistik, serta manajemen tata niaga.

Di sisi lain, Bambang juga memaparkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS rata-rata sepanjang 2014 di level Rp 11.878, atau lebih lemah dari target dalam APBN-P 2014 yang berada pada level Rp 11.600.

Bambang menyebut, depresiasi nilai tukar rupiah antara lain dipengaruhi oleh faktor internal seperti tingginya defisit neraca pembayaran dan faktor eksternal khususnya rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Adapun realisasi suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan di tingkat 5,8 persen, atau di bawah asumsinya dalam APBN-P 2014 yang sebesar 6,0 persen. Bambang menjelaskan, hal ini utamanya dipengaruhi masih tingginya permintaan akan surat berharga negara meskipun likuiditas global relatif ketat.

“Realisasi ICP (Indonesia Crude Price) sebesar 97 dollar AS per barel, ini rata-rata dalam setahun. Ini juga lebih rendah dari asumsi dalam APBN-P 2014 yang sebesar 105 dollar AS per barel,” imbuh Bambang.

Realisasi ICP yang lebih rendah dari asumsinya dalam APBN-P 2014 terutama dipengaruhi oleh penurunan hargaminyak mentah dunia, karena membanjirnya pasokan.

Sementara itu, realisasi rata-rata produksi (lifting) minyak mentah Indonesia dari Desember 2013-November 2014 mencapai 794.000 barel per hari. “Ini juga di bawah target dalam APBN-P 2014 yang sebesar 818.000 bph,” ucap Bambang.

Sementara itu, realisasi lifting gas mencapai 1,224 juta barel setara minyak per hari, sesuai dengan targetnya dalam APBN-P 2014.

Penulis : Estu Suryowati
Editor : Erlangga Djumena


Narasumber : kompas.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Harga minyak mentah dunia masih berputar di kisaran US$ 50 per barel hari ini, Selasa (6/1), setelah kemarin terjerembap sampai 5%.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari di US$ 50,14 di bursa Nymex pada pukul 7:48 WIB. Kemarin, harga minyak ditutup pada US$ 50,04 per barel, terendah sejak tahun 2009.

Sedangkan harga minyak jenis Brent kemarin ditutup turun US$ 3,31 atau 5,9% menjadi US$ 53,11 per barel di bursa ICE Futures Europe, London.

Morgan Stanley menyebut, kelimpahan pasokan dan perang harga masih menjadi risiko bagi harga minyak dunia. “Pasar minyak menghadapi lebih banyak masalah di tahun ini,” tulis Morgan Stanley, dikutip Bloomberg.

Jurubicara Kementerian Minyak Irak mengatakan, akan mengekspor 3,3 juta barel per hari bulan ini, lebih tinggi dibanding Desember lalu 2,94 juta barel.

Tak hanya Irak, Rusia juga mencatat kelimpahan produksi. CDU-TEK Kementerian Energi Rusia mencatat, produksi minyak naik 0,3% pada bulan Desember menyentuh rekor 10,67 juta barel per hari.

Morgan Stanley melihat, Iran akan mengekspor 500.000 barel per hari jika sanksi dari negara barat dicabut. Produksi minyak di AS mencapai 9,14 juta barel per hari per 12 Desember lalu, menjadi yang tertinggi sejak tahun 1983.

Berlimpahnya pasokan ini menjadi pendorong persaingan harga. Arab Saudi memberi diskon penjualan, diikuti beberapa negara lainnya seperti Irak dan Kuwait.

Editor: Sanny Cicilia
Sumber: Bloomberg


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Penjualan mobil bekas tahun 2015 diprediksikan lebih kencang jika dibandingkan dengan tahun 2014. Tren kenaikan penjualan mobil bekas ini akan mengikuti tren penjualan mobil baru pada tahun 2012 dan 2013.

Penjualan mobil baru tahun 2012 mencetak angka fenomenal, yakni 1,1 juta unit. Begitu pula dengan penjualan mobil baru sepanjang tahun 2013 yang menembus angka 1,2 juta unit. "Kenaikan penjualan mobil pada dua tahun dan tiga tahun lalu ini akan diikuti pasar mobil bekas tahun 2015," kata Holomoan Fischer, General Manajer diler mobil bekas Mobil88 kepada KONTAN, pekan lalu.

Melihat peluang pasar mobil bekas ini, anak usaha Astra Group ini membidik kenaikan penjualan sebanyak 15% pada tahun ini ketimbang tahun lalu. Tahun 2014, Mobil88 menjual sekitar 25.000 unit mobil bekas.

Untuk mencapai target ini, Mobil88 akan menambah dua diler lagi di Jabodetabek. Saat ini, Mobil88 telah memiliki 18 diler dan tujuh di antaranya berada di Jabodetabek. "Kami tambah diler di Jakarta karena sebaran mobil baru banyak di Jakarta,” kata Fischer.

Saat ini, penjualan Mobil88 didominasi oleh produk Astra, Toyota dan Daihatsu. " Produk Astra sekitar 85% dan sisanya merek Jepang," jelas Fischer.

Walaupun pasar bergerak positif, bisnis mobil bekas dihantui oleh perang diskon yang dilakukan oleh Agen Pemegang Merek (APM) mobil baru. Fischer menyatakan, jika diskon mobil baru mencapai Rp 20 juta, harga mobil bekasnya juga akan turun senilai Rp 20 juta.

Herjanto Kosasih, Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta, memandang, pasar mobil bekas tahun ini masih menghadapi tekanan, terutama dari dampak diskon  harga mobil baru pada akhir tahun 2014. "Perang diskon 2014 itu marak sekali," kata Herjanto kepada KONTAN, Senin (5/1).

Melihat tantangan ini, Herjanto tak mau mematok kenaikan penjualan tahun ini. "Target penjualan kami masih sama dengan tahun lalu di angka 35.000 unit per tahun," ujar dia realistis.

Adapun mobil bekas yang diprediksi menjadi primadona atau banyak diburu konsumen adalah mobil city car. "Seperti tahun lalu, tahun ini pasar mobil bekas didominasi oleh city car, karena naik turunnya harga bahan bakar minyak (BBM),” jelasnya.

Selain mobil city car, penjualan mobil bekas yang akan banyak diburu adalah mobil diesel. Herjanto bilang, mobil diesel yang paling dicari adalah Toyota Kijang Innova Diesel, Toyota Fortuner Diesel, dan Mitsubishi Pajero Sport.

Editor: Sanny Cicilia

Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menetapkan bea keluar (BK) ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada Januari 2015 sama dengan Desember 2014, yaitu nol persen. Kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan harga CPO internasional masih tetap rendah, bahkan turun lima persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

’’Penurunan harga referensi dan harga patokan ekspor (HPE) untuk produk CPO dan biji kakao disebabkan melemahnya harga internasional untuk komoditas itu,’’ ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan akhir pekan lalu.

Dia menuturkan, penetapan HPE Januari 2015 dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyikapi perkembangan harga komoditas. Baik nasional maupun internasional yang terjadi saat ini. ’’Harga anjlok karena oversupply minyak nabati dunia. Terutama minyak nabati yang bersumber selain dari CPO sebagai kompetitor utama,’’ tambahnya.

Harga CPO saat ini masih berada di bawah tingkat ambang batas pengenaan bea keluar, yakni di level USD 750. Itulah yang menjadi alasan komoditas ekspor tersebut tetap dikenai bea keluar nol persen. ’’Harga referensi dan HPE CPO saat ini rendah karena lemahnya harga CPO internasional yang disebabkan oversupply,’’ katanya.

Penetapan HPE didasarkan pada harga referensi CPO yang saat ini berada di kisaran USD 696,6 per metrik ton (MT) yang turun USD 36,56 atau 4,99 persen dari bulan sebelumnya, yaitu USD 733,16 per MT. Dengan angka itu, HPE CPO mencapai USD 625 per MT. ’’Produk pertanian dan kehutanan yang dikenai bea keluar (BK) saat ini, antara lain, CPO, biji kakao, kayu, dan kulit,’’ papar dia.

Harga referensi biji kakao untuk penetapan HPE telah turun USD 44,18 atau 1,51 persen. Awalnya, harganya menembus USD 2.929,75 per MT menjadi USD 2.885,57 per MT. Akibatnya, HPE biji kakao juga turun pada Januari, USD 43 per MT. ’’BK biji kakao tidak berubah kalau dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya, yakni tetap 10 persen,’’ jelasnya.

Sebagaimana diwartakan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengeluhkan minimnya permintaan CPO meski harga saat ini sangat rendah. Penurunan permintaan CPO terbesar justru terjadi dari Tiongkok dan India yang selama ini merupakan negara tujuan ekspor utama produk CPO dan turunannya.

Berdasar data Gapki, tahun lalu sampai September, volume ekspor CPO dan produk turunannya ke Tiongkok rata-rata berkurang 10 persen. Volume ekspor ke India turun signifikan di atas 25 persen pada periode yang sama 2014.

Permintaan CPO dari Tiongkok lesu lantaran Negeri Panda tersebut mengeluarkan regulasi standar residu pestisida, termasuk untuk minyak makan. Perusahaan Indonesia pun mengalami hambatan karena adanya regulasi itu.

Sementara itu, ekspor ke India turun karena pemerintahannya menaikkan tarif bea masuk impor minyak sawit, nilai tukar rupee terhadap dolar AS lemah, serta inflasi tinggi. (wir/c14/oki)


Narasumber : jawapos.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

SEOUL. Harga minyak mentah meluncur turun di hari ketiga, Senin (5/1). Pasokan berlimpah yang menjadi penyebab turunnya harga minyak di tahun lalu, diperkirakan masih menjadi ancaman di tahun ini.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Februari turun 54 sen atau 1% menjadi US$ 52,15 per barel di bursa elektronik New York Mercantile Exchange pada pukul 9:20 waktu Seoul.

Sedangkan harga Brent untuk pengiriman Februari turun 71 sen ke harga US$ 55,71 per barel di bursa ICE Futures Europe.

Irak yang menjadi produsen minyak terbesar kedua di Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) berencana mendorong produksi minyak, menurut kementerian minyak setempat. Sedangkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan bertandang ke beberapa negara member OPEC untuk mengembangkan strategi patokan harga minyak yang baru.

Editor: Sanny Cicilia
Sumber: Bloomberg


Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita