Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Harga minyak mentah dunia kian anjlok. Harga West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$ 47 per barel sejak perdagangan kemarin (6/1).

Di bursa berjangka Nymex untuk pengantaran Februari, harga WTI kemarin ditutup di level US$ 47,93 per barel, terendah sejak April 2009.

Pagi ini pukul 8:36, harga flat, diperdagangkan di US$ 47,95 per barel.

Harga minyak mentah dunia terus melorot di tengah spekulasi cadangan minyak AS akan bertambah besar. Besok, Energy Information Administration (EIA) akan melaporkan cadangan minyak AS untuk periode sepekan hingga 2 Januari. Pasar memperkirakan, cadangan minyak AS akan naik 386,2 juta barel.

Tingginya produksi minyak di AS menambah pasokan yang sudah berlimpah dari negara-negara Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan Rusia.

"Pasar fokus dengan kelimpahan pasokan saat ini. Harga terus turun dengan cepat. Dengan sentimen yang sebegini negatif, sulit melihat pemicu yang bisa membalikkan sentimen. Jika cadangan minyak AS lebih tinggi dari perkiraan, mungkin Brent bisa merosot ke bawah US$ 50 per barel," kata Hans van Cleef, Ekonom energi di ABN Amro Bank NV pada Bloomberg.

Harga minyak Brent, jenis lebih premium ketimbang WTI, kemarin ditutup merosot US$ 2,01 atau 3,8% menjadi US$ 51,10 di bursa ICE Futures Europe, London.

Editor: Sanny Cicilia


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA - PT Jasa Marga (persero) melalui anak usaha PT Jasamarga Kualanamu Tol siap membangun ruas tol Medan-Kualanamu. Jalan tol sepanjang 61 km ini merupakan bagian dari tol Sumatera yang menghubungkan Bakauheni (Lampung) hingga Aceh.

Kesiapan PT Jasa Marga Kualanamu Tol dalam membangun ruas tol ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Medan Kualanamu-Tebingtinggi di Kantor Badan Pengatur Jalan Tol(BPJT) KementerianPekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, kemarin.

Kepala BPJT Kementerian PUPR Achmad Ghany Gazaly mengatakan, saat ini dari keseluruhan rencana pembangunan ruas tol Sumatera masih on the track. Salah satu yang paling siap ialah Jalan Tol Medan Kualanamu-Tebing Tinggi.

“Kita harapkan, ruas tol yang lain dari yang direncanakan terutama yang ada dalam masterplan juga bisa berjalan. Saat ini yang lagi berproses ialah empat ruas tol berdasarkan penunjukan langsung melalui peraturan presiden di ruas Medan-Binjai, P a l e m b a n g - S i m p a n g Indralaya, Pekanbaru-Dumai, serta Bakauheni-Terbanggi Besar,” kata Gazaly di Jakarta kemarin.

Penandatanganan PPJT ini disaksikan Menteri PUPR, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Direktur Utama Jasa Marga, dan perwakilan masing-masing BUMN yang tergabung dalam konsorsium pengusahaan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT). Konsesi Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi memiliki masa konsesi selama 40 tahun dengan kepemilikan saham 55% PT Jasa Marga, PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk 15%, PT Waskita Karya (persero) Tbk 15%, serta PT Hutama Karya (persero) 15%.

Jalan Tol Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi ini memiliki total panjang 61,70 km terdiri atas Seksi Tanjung Morawa (Medan)-Perbarakan- Kualanamu sepanjang 17,80 kmyang saat ini sedang dalam tahap pembangunan oleh pemerintah dengan target rampung Juni 2015. Sisanya, sepanjang 43,90 km akan dibangun oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol yang dibagi dalam 2 seksi yaitu, Seksi I Perbarakan-Lubuk Pakam, dan Seksi II Lubuk Pakam-Tebing Tinggi.

Sampai saat ini, pembebasan tanah di Jalan Tol Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi telah mencapai 83%. Jalur tol ini dirancang memiliki 2x2 lajur di tahap awal dan 2x3 lajur pada tahap akhir dengan kecepatan ratarata 100 km/jam. Pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ini membutuhkan biaya investasi Rp4,1 triliun, di mana biaya investasi tersebut akan dipenuhi melalui equity dari PT Jasamarga Kualanamu Tol sebesar 30% dan pinjaman dari perbankan sebesar 70%.

Ditargetkan tol tersebut bisa beroperasi pada 2016 untuk seksi I dan seksi II pada 2017. “Setelah penandatanganan PPJT ini, PT Jasamarga Kualanamu tol segera melakukan tender pengadaan kontraktor, konsultan pengawas, serta konsultan Pengendali Mutu Independen (PMI) yang akan dilakukan pada Januari-Maret 2015.

Selanjutnya, PT Jasamarga Kualanamu Tol akan melakukan perjanjian kerja sama dengan sindikasi perbankan yang akan menyediakan pendanaan untuk pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi,” kata Gazaly. Sementara di tempat yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Tbk Adityawarman mengatakan, pihaknya menunggu proses dibukanya tender untuk ruas tol Sumatera yang lain.

Menurut dia, jalur tol yang akan dibidik Jasa Marga di luar dari empat ruas tol yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya berdasarkan penunjukan langsung. “Kami sedang menunggu untuk menggarap ruas Tol Sumatera yang lain. Jadi, tergantung mana yang akan dibuka oleh pemerintah,” ujar dia.

Aditya menambahkan, jalan tol yang akan digarap Jasa Marga di wilayah Sumatera sudah memperhitungkan internal rate ofreturn (IRR). “Tentu kita sudah memperhitungkan IRR-nya. Sebab kalau tendernya dibuka, pasti keuntungan pengembaliannya sudah dihitung oleh pemerintah. Makanya, tendernya dibuka untuk swasta, dan Jasa Marga siap untuk ikut dalam tender itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah mencanangkan pembangunan ruas tol di Indonesia. Salah satu yang siap dari sisi masterpan ialah Tol Sumatera meliputi jalur utama sebanyak 17 ruas tol, serta tujuh lintas tol penghubung dengan panjang total 4.000 km.

Ichsan amin


Narasumber : koran-sindo.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

PASURUAN –Pembangunan fisik ruas tol Porong–Gempol sepanjang 4 kilometer akhirnya rampung. Ruas jalan tol yang dibangun sejak akhir 2012 tersebut pun siap dioperasikan. ’’Pekerjaan fisik sudah rampung. Tinggal pemeliharaan yang kecil-kecil saja seperti perawatan tanaman dan bersih-bersih sisa bangunan. Yang lain sudah beres,’’ tutur Anang Nurtahlis, pemimpin proyek PT Waskita Karya, kontraktor jalan tol itu, kepada Jawa Pos Radar Bromo Senin (5/1).

Dia menjelaskan, ruas jalan tol Porong–Gempol tersebut sudah beberapa kali diuji coba. Misalnya, dilintasi mobil, truk, dan dump truck milik proyek. ’’Hasilnya ternyata baik-baik saja. Tidak ada masalah di lapangan,’’ terangnya. Meski demikian, dia belum bisa memastikan kapan ruas jalan tol Porong–Gempol itu akan diresmikan dan dioperasikan. Saat ini pihaknya menunggu petunjuk dari PT Jasa Marga selaku pengelola ruas jalan tol tersebut.

’’Berdasar informasi yang kami dapat selama beberapa kali rapat, rencananya, ruas jalan tol Porong–Gempol ini diresmikan dan dioperasikan berbarengan dengan ruas jalan tol Gempol–Pandaan. Sebab, keduanya merupakan satu rangkaian,’’ paparnya.

Sebelumnya, ruas jalan tol Porong–Gempol sempat mengalami sliding atau pergeseran tanah pada Februari 2014. Akibatnya, pengerjaan ruas jalan tol itu sempat tertunda selama enam bulan dan baru selesai akhir Desember lalu. ’’Proses pembangunan fisiknya berlangsung selama 704 hari atau sekitar dua tahun. Sempat tertunda karena terjadi sliding (pergeseran tanah, Red) di Patuk,’’ ungkapnya.

Dia mengungkapkan, selanjutnya, selama tiga tahun ke depan PT Waskita Karya akan bertanggung jawab atas pemeliharaan fisik proyek. Tepatnya, sejak ruas jalan tol tersebut diresmikan dan beroperasi. ’’Pemeliharaan fisik masih menjadi tanggungan kami sebagai pelaksana lapangan hingga tiga tahun ke depan. Pastinya tetap kami kontrol sekaligus kami monitor,’’ jelasnya. (zal/hn/JPNN/c20/dwi)


Narasumber : jawapos.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014. Bambang mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen.

Capaian ini lebih rendah dibanding target pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2014, yang dipatok 5,5 persen. “Ini terkait dengan kondisi global dan kondisi kita sendiri. Kebijakan moneter ketat menyebabkan pertumbuhan ekonomi kita terkendala, sehingga tidak mencapai target yang diharapkan,” papar Bambang, Senin (5/1/2015).

Bambang menuturkan, hal itu disebabkan turunnya kinerja ekspor yang sejalan dengan masih lemahnya permintaan dunia dan merosotnya harga komoditas di pasar internasional sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, tingkat inflasi sepanjang 2014 mencapai 8,36 persen, jauh lebih tinggi dibanding target APBN-P 2014 yang sebesar 5,3 persen. Bambang menjelaskan, asumsi inflasi yang dipatok pemerintah dalam APBN-P 2014 belum memasukkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Kendati demikian, angka inflasi yang tinggi sudah menjadi antisipasi perhatian pemerintah Joko Widodo.

Bambang menuturkan, di luar administered prices – dimana BBM adalah salah satu komponennya – maka inflasi bisa dikendalikan jika pemerintah membenahi manajemen logistik, serta manajemen tata niaga.

Di sisi lain, Bambang juga memaparkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS rata-rata sepanjang 2014 di level Rp 11.878, atau lebih lemah dari target dalam APBN-P 2014 yang berada pada level Rp 11.600.

Bambang menyebut, depresiasi nilai tukar rupiah antara lain dipengaruhi oleh faktor internal seperti tingginya defisit neraca pembayaran dan faktor eksternal khususnya rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Adapun realisasi suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan di tingkat 5,8 persen, atau di bawah asumsinya dalam APBN-P 2014 yang sebesar 6,0 persen. Bambang menjelaskan, hal ini utamanya dipengaruhi masih tingginya permintaan akan surat berharga negara meskipun likuiditas global relatif ketat.

“Realisasi ICP (Indonesia Crude Price) sebesar 97 dollar AS per barel, ini rata-rata dalam setahun. Ini juga lebih rendah dari asumsi dalam APBN-P 2014 yang sebesar 105 dollar AS per barel,” imbuh Bambang.

Realisasi ICP yang lebih rendah dari asumsinya dalam APBN-P 2014 terutama dipengaruhi oleh penurunan hargaminyak mentah dunia, karena membanjirnya pasokan.

Sementara itu, realisasi rata-rata produksi (lifting) minyak mentah Indonesia dari Desember 2013-November 2014 mencapai 794.000 barel per hari. “Ini juga di bawah target dalam APBN-P 2014 yang sebesar 818.000 bph,” ucap Bambang.

Sementara itu, realisasi lifting gas mencapai 1,224 juta barel setara minyak per hari, sesuai dengan targetnya dalam APBN-P 2014.

Penulis : Estu Suryowati
Editor : Erlangga Djumena


Narasumber : kompas.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Harga minyak mentah dunia masih berputar di kisaran US$ 50 per barel hari ini, Selasa (6/1), setelah kemarin terjerembap sampai 5%.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari di US$ 50,14 di bursa Nymex pada pukul 7:48 WIB. Kemarin, harga minyak ditutup pada US$ 50,04 per barel, terendah sejak tahun 2009.

Sedangkan harga minyak jenis Brent kemarin ditutup turun US$ 3,31 atau 5,9% menjadi US$ 53,11 per barel di bursa ICE Futures Europe, London.

Morgan Stanley menyebut, kelimpahan pasokan dan perang harga masih menjadi risiko bagi harga minyak dunia. “Pasar minyak menghadapi lebih banyak masalah di tahun ini,” tulis Morgan Stanley, dikutip Bloomberg.

Jurubicara Kementerian Minyak Irak mengatakan, akan mengekspor 3,3 juta barel per hari bulan ini, lebih tinggi dibanding Desember lalu 2,94 juta barel.

Tak hanya Irak, Rusia juga mencatat kelimpahan produksi. CDU-TEK Kementerian Energi Rusia mencatat, produksi minyak naik 0,3% pada bulan Desember menyentuh rekor 10,67 juta barel per hari.

Morgan Stanley melihat, Iran akan mengekspor 500.000 barel per hari jika sanksi dari negara barat dicabut. Produksi minyak di AS mencapai 9,14 juta barel per hari per 12 Desember lalu, menjadi yang tertinggi sejak tahun 1983.

Berlimpahnya pasokan ini menjadi pendorong persaingan harga. Arab Saudi memberi diskon penjualan, diikuti beberapa negara lainnya seperti Irak dan Kuwait.

Editor: Sanny Cicilia
Sumber: Bloomberg


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita