Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Bisnis.com, JAKARTA— Persaingan emiten alat berat diprediksi akan terkonsentrasi di sektor konstruksi seiring dengan belum membaiknya sektor pertambangan.

Analis PT Mandiri Sekuritas Hariyanto Wijaya mengatakan diversifikasi pasar alat berat yang tengah dilakukan sejumlah perusahaan akan mulai terlihat di tahun ini. Sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung akan relatif stagnan, sedangkan pasar sektor konstruksi diperkirakan menjadi mayoritas.

“Ini tentu didukung oleh beragam proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah,” katanya kepada Bisnis.

Haryanto menambahkan, pasar alat berat masih akan tumbuh 5%-10% di Tahun Kambing Kayu ini. Kendati demikian, pemain di bisnis ini harus mewaspadai persaingan yang semakin ketat di sektor konstruksi. Menurutnya, kebutuhan alat berat di sektor ini sebenarnya berbeda dengan sektor pertambangan.

Jika di sektor pertambangan kapasitas angkut alat berat yang dibutuhkan biasanya di atas 100 ton, sedangkan di sektor konstruksi kapasitas yang dibutuhkan hanya 20 ton. Perbedaan jenis alat berat inilah yang harus diperhatikan oleh distributor alat berat. Sementara itu, sektor lain seperti kehutanan dan perkebunan diperkirakan tidak banyak perubahan. Pasalnya, pertumbuhan sektor agribisnis ini juga diperkirakan tidak terlalu masif.

Sebagai catatan, saat ini tercatat empat perusahaan alat berat yang melantai di bursa. Selain PT United Tractors Tbk., ada juga PT Intraco Penta Tbk., PT Hexindo Adiperkasa Tbk., dan PT Kobexindo Tractors Tbk.

Di sisi lain, tantangan penjualan alat berat tahun ini juga datang dari perubahan pola bisnis perusahaan pembiayaan. Menurut Haryanto, perusahaan yang selama ini menggeluti bisnis pembiayaan alat berat mulai melakukan diversifikasi usaha dengan mengurangi porsi alat berat.



Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Metrotvnews.com, Jakarta: Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, outlook minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih cukup netral. Namun CPO dapat mengalami penguatan dengan target kenaikan RM2380 dan stop-loss RM2290.

"CPO mungkin akan diperdagangkan di kisaran RM2310 hingga RM2355 untuk hari ini," kata Zulfirman dalam risetnya, Senin (19/1/2015).  

Lebih lanjut Zulfirman menjelaskan, dari sisi fundamental, buruknya musim hujan yang dialami Malaysia telah menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya produksi CPO. Kebijakan pajak nol persen untuk ekspor CPO oleh pemerintah Malaysia dan Indonesia juga dapat memberikan harapan akan membaiknya kinerja ekspor dari kedua negara CPO terbesar di dunia tersebut.

"Ini mungkin dapat menjaga sentimen positif untuk CPO," ujarnya.

Meski demikian, pasar masih cemas dengan efek penurunan harga minyak dunia belakangan yang dapat mengurangi minat terhadap CPO untuk biodiesel. Investor juga khawatir dengan melimpahnya suplai kedelai dunia, produk substitusi terhadap CPO untuk produk input makanan olahan.

"Di lain pihak, investor juga cemas dengan outlook permintaan CPO dari Tiongkok setelah data kemarin menunjukkan berlanjutnya penurunan harga rumah di Tiongkok yang sinyalkan ancaman berlanjutnya perlambatan ekonomi Tiongkok," ucapnya.

Resistance Level : RM2355, RM2380, RM2395.
Support Level     : RM2310, RM2295, RM2270.
WID

 

Narasumber : metrotvnews.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

SINGAPURA. Harga kontrak minyak dunia diperdagangkan mendakti level US$ 50 per barel awal pekan ini (19/1). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.25 waktu Sydney, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Februari yang habis masa berlakunya pada 20 Januari, naik 3 sen menjadi US$ 48,72 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak tetap mendaki padahal Irak memompa produksi minyak ke rekor tertingginya. Itu menandakan, Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) tidak mau memangkas suplai minyak mereka.

Selain itu, menurut International Energy Agency, produsen minyak diluar anggota OPEC juga akan meningkatkan produksi minyak mereka pada tahun ini lebih lambat dibanding prediksi semula.

Sedangkan harga minyak Brent untuk pengantaran Maret turun 8 sen menjadi US$ 50,09 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London.

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Di luar dugaan, harga tembaga bergerak positif setelah sehari sebelumnya menyentuh US$ 5.548 per metrik ton atau terendah sejak Juli 2009. Pertumbuhan kredit China, sebagai salah satu konsumen terbesar tembaga, menjadi pendorong utama rebound harga komoditas metal ini.

Seperti diberitakan Bloomberg, Kamis (15/1), harga tembaga di Bursa Metal London (LME) pukul 15.40 menguat 2,5% ke US$ 5.685,5 per metrik ton. Tapi dalam sepekan harga sudah tergerus 6,85% Rebound harga tembaga terjadi setelah pertumbuhan kredit China melebihi ekspektasi sejumlah survei.

Di Desember 2014, perbankan Tiongkok menyalurkan kredit hingga CNY 1,69 triliun. Data ini lebih tinggi dari estimasi nilai tengah survei Bloomberg yang sebelumnya memperkirakan, penyaluran kredit China di Desember 2014 hanya CNY 1,2 triliun.

Will Yun, Analis Komoditas Hyundai Futures Corp. menyatakan, data pertumbuhan kredit China menghembuskan sentimen positif pada tembaga. "Tembaga hampir menyentuh level terendah. Ini memberi kesempatan untuk mengambil posisi beli," kata Will Yun kepada Bloomberg, Kamis (15/1).

Namun, Ibrahim, Analis dan Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka, mengatakan, investor mesti waspada dengan penguatan harga tembaga yang terjadi kemarin. Sentimen yang signifikan menggerakkan penguatan ini hanyalah data pertumbuhan kredit Negeri Panda.

Indikator ekonomi China memang sangat mempengaruhi harga tembaga. Pasalnya, sekitar 45% dari total permintaan tembaga dunia berasal dari negara itu. Sejatinya, penguatan harga tembaga juga dipengaruhi oleh angka penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang memburuk.

"Ini sedikit memberi tekanan pada dollar AS,," kata Ibrahim. Tapi efeknya tidak akan lama. Soalnya, kondisi perekonomian AS terbilang stabil. Ini menguatkan ekspektasi kenaikan bunga The Fed.

Secara teknikal, bollinger band berada 30% di atas garis bawah bollinger. Stochastic berada di area 70% positif. MACD dan RSI berada di area 60% positif. Ibrahim memprediksi, harga tembaga akan bergerak turun di perdagangan hari ini di US$ 5.410-US$ 5.600. Dia merekomendasikan investor mengambil posisi jual.

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

SINGAPURA. Harga minyak dunia menuju penurunan mingguan terbesar sejak Maret 1986. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 13.01 waktu Singapura, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Februari berada di posisi US$ 46,70 per barel atau naik 45 sen di New York Mercantile Exchange.

Pada 15 Januari kemarin, harga kontrak minyak turun US$ 2,23 menjadi US$ 46,25 sebarel.

Penurunan terjadi setelah Organization Petroleum Exporting Countries (OPEC) memprediksi turunnya tingkat permintaan minyak mereka.

Menurut OPEC, rata-rata tingkat permintaan minyak OPEC akan berada di level 28,8 juta barel per hari. Ini merupakan level terendah sejak 12 tahun terakhir.

"Ini merupakan permainan poker global di pasar minyak. Yang mengedip pertama kali menjadi pihak yang kalah. OPEC sudah melakukan strategi kartel selama beberapa dekade dan sekarang strategi itu tak lagi berhasil," jelas Michael McCarthy, Chief Strategist CMC Markets di Sydney.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Maret naik 45 sen menjadi US$ 48,72 sebarel di ICE Futures Europe Exchange.

Editor: Barratut Taqiyyah
Sumber: Bloomberg


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita