Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



SINGAPURA. Harga kontrak minyak dunia diperdagangkan mendakti level US$ 50 per barel awal pekan ini (19/1). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.25 waktu Sydney, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Februari yang habis masa berlakunya pada 20 Januari, naik 3 sen menjadi US$ 48,72 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak tetap mendaki padahal Irak memompa produksi minyak ke rekor tertingginya. Itu menandakan, Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) tidak mau memangkas suplai minyak mereka.

Selain itu, menurut International Energy Agency, produsen minyak diluar anggota OPEC juga akan meningkatkan produksi minyak mereka pada tahun ini lebih lambat dibanding prediksi semula.

Sedangkan harga minyak Brent untuk pengantaran Maret turun 8 sen menjadi US$ 50,09 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London.

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Di luar dugaan, harga tembaga bergerak positif setelah sehari sebelumnya menyentuh US$ 5.548 per metrik ton atau terendah sejak Juli 2009. Pertumbuhan kredit China, sebagai salah satu konsumen terbesar tembaga, menjadi pendorong utama rebound harga komoditas metal ini.

Seperti diberitakan Bloomberg, Kamis (15/1), harga tembaga di Bursa Metal London (LME) pukul 15.40 menguat 2,5% ke US$ 5.685,5 per metrik ton. Tapi dalam sepekan harga sudah tergerus 6,85% Rebound harga tembaga terjadi setelah pertumbuhan kredit China melebihi ekspektasi sejumlah survei.

Di Desember 2014, perbankan Tiongkok menyalurkan kredit hingga CNY 1,69 triliun. Data ini lebih tinggi dari estimasi nilai tengah survei Bloomberg yang sebelumnya memperkirakan, penyaluran kredit China di Desember 2014 hanya CNY 1,2 triliun.

Will Yun, Analis Komoditas Hyundai Futures Corp. menyatakan, data pertumbuhan kredit China menghembuskan sentimen positif pada tembaga. "Tembaga hampir menyentuh level terendah. Ini memberi kesempatan untuk mengambil posisi beli," kata Will Yun kepada Bloomberg, Kamis (15/1).

Namun, Ibrahim, Analis dan Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka, mengatakan, investor mesti waspada dengan penguatan harga tembaga yang terjadi kemarin. Sentimen yang signifikan menggerakkan penguatan ini hanyalah data pertumbuhan kredit Negeri Panda.

Indikator ekonomi China memang sangat mempengaruhi harga tembaga. Pasalnya, sekitar 45% dari total permintaan tembaga dunia berasal dari negara itu. Sejatinya, penguatan harga tembaga juga dipengaruhi oleh angka penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang memburuk.

"Ini sedikit memberi tekanan pada dollar AS,," kata Ibrahim. Tapi efeknya tidak akan lama. Soalnya, kondisi perekonomian AS terbilang stabil. Ini menguatkan ekspektasi kenaikan bunga The Fed.

Secara teknikal, bollinger band berada 30% di atas garis bawah bollinger. Stochastic berada di area 70% positif. MACD dan RSI berada di area 60% positif. Ibrahim memprediksi, harga tembaga akan bergerak turun di perdagangan hari ini di US$ 5.410-US$ 5.600. Dia merekomendasikan investor mengambil posisi jual.

Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

SINGAPURA. Harga minyak dunia menuju penurunan mingguan terbesar sejak Maret 1986. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 13.01 waktu Singapura, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Februari berada di posisi US$ 46,70 per barel atau naik 45 sen di New York Mercantile Exchange.

Pada 15 Januari kemarin, harga kontrak minyak turun US$ 2,23 menjadi US$ 46,25 sebarel.

Penurunan terjadi setelah Organization Petroleum Exporting Countries (OPEC) memprediksi turunnya tingkat permintaan minyak mereka.

Menurut OPEC, rata-rata tingkat permintaan minyak OPEC akan berada di level 28,8 juta barel per hari. Ini merupakan level terendah sejak 12 tahun terakhir.

"Ini merupakan permainan poker global di pasar minyak. Yang mengedip pertama kali menjadi pihak yang kalah. OPEC sudah melakukan strategi kartel selama beberapa dekade dan sekarang strategi itu tak lagi berhasil," jelas Michael McCarthy, Chief Strategist CMC Markets di Sydney.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Maret naik 45 sen menjadi US$ 48,72 sebarel di ICE Futures Europe Exchange.

Editor: Barratut Taqiyyah
Sumber: Bloomberg


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (16/1/2015). Pada pk. 11:22 WIB, CPO bertengger di 2.364 ringgit/ton atau melemah 0,76%.

“Pasar masih cemas dengan efek penurunan harga minyak dunia belakangan yang dapat mengurangi minat terhadap palm oil untuk bio-diesel,” kata Analis PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir dakam risetnya yang diterima hari ini, Jumat (16/1/2015).

Zulfirman mengemukakan investor juga khawatir dengan melimpahnya suplai kedelai dunia, produk substitusi terhadap CPO untuk produk input makanan olahan.

“Investor juga khawatir dengan outlook permintaan , setelah Ketua IMF Christine Lagarde mengatakan aktivitas investasi dan konsumsi di banyak perekonomian cukup lemah, termasuk di China,” kata Zulfirman.


Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. PT Krama Yudha Tiga Berlian mengincar pangsa pasar 50% untuk kendaraan truk tahun ini. Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Rizwan Alamsjah mengatakan. tahun lalu truk Mitsubishi telah mengantongi pangsa pasar truk di Indonesia sebesar 47%.

“Kami punya optimisme untuk menuju market share sebesar 50% pada tahun depan, karena pada desember jika dilihat dari penjualan secara ritel, pangsa pasar kami sudah mencapai 50%,” ujar Rizwan, kepada KONTAN, (16/1).

Sayangnya, Rizwan belum bisa mengatakan perkiraan pertumbuhan penjualan truk Mitsubishi pada tahun ini. “Saya belum bisa jawab karena analisa saya belum selesai,” ujarnya. Tahun ini produsen otomotif jenis truk mengaku lebih optimis, sebab fokus pemerintahan Joko Widodo ke pembangunan infratruktur dipercaya akan mendongrak penjualan truk.

Editor: Uji Agung Santosa


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita