Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (16/1/2015). Pada pk. 11:22 WIB, CPO bertengger di 2.364 ringgit/ton atau melemah 0,76%.

“Pasar masih cemas dengan efek penurunan harga minyak dunia belakangan yang dapat mengurangi minat terhadap palm oil untuk bio-diesel,” kata Analis PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir dakam risetnya yang diterima hari ini, Jumat (16/1/2015).

Zulfirman mengemukakan investor juga khawatir dengan melimpahnya suplai kedelai dunia, produk substitusi terhadap CPO untuk produk input makanan olahan.

“Investor juga khawatir dengan outlook permintaan , setelah Ketua IMF Christine Lagarde mengatakan aktivitas investasi dan konsumsi di banyak perekonomian cukup lemah, termasuk di China,” kata Zulfirman.


Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. PT Krama Yudha Tiga Berlian mengincar pangsa pasar 50% untuk kendaraan truk tahun ini. Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Rizwan Alamsjah mengatakan. tahun lalu truk Mitsubishi telah mengantongi pangsa pasar truk di Indonesia sebesar 47%.

“Kami punya optimisme untuk menuju market share sebesar 50% pada tahun depan, karena pada desember jika dilihat dari penjualan secara ritel, pangsa pasar kami sudah mencapai 50%,” ujar Rizwan, kepada KONTAN, (16/1).

Sayangnya, Rizwan belum bisa mengatakan perkiraan pertumbuhan penjualan truk Mitsubishi pada tahun ini. “Saya belum bisa jawab karena analisa saya belum selesai,” ujarnya. Tahun ini produsen otomotif jenis truk mengaku lebih optimis, sebab fokus pemerintahan Joko Widodo ke pembangunan infratruktur dipercaya akan mendongrak penjualan truk.

Editor: Uji Agung Santosa


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA - Kontrak CPO hari ini rebound ke 2.385 ringgit per ton setelah kemarin ditutup turun.

Kontrak CPO untuk Februari 2015 dibuka naik 0,93% ke harga 2.382 ringgit per ton. CPO terus naik ke angka 2.385 ringgit per ton pada pukul 09.49 WIB atau 1,06% lebih rendah dari harga penutupan kemarin.

Pergerakan harga CPO pada awal perdagangan berkisar pada 2.379 ringgit per ton hingga 2.385 ringgit per ton.

Adapun kontrak CPO untuk Maret 2015 dibuka pada harga 2.359 ringgit per ton dan terus naik ke harga 2.367 ringgit per ton atau naik 0,98% dari level penutupan hari sebelumnya.

Pergerakan Harga CPO*

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

15/1/2015

2.385

+1,06%

14/1/2015

2.360

-0,59%

13/1/2015

2.374

0,00%

12/1/2015

2,374

+0,68%

9/1/2015

2,358

-1,05%

*kontrak Februari 2015

Sumber: Bloomberg


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Rencana pemerintah memperbanyak pembangunan infrastruktur menjadi kabar gembira bagi perusahaan pemasok alat berat. Sebab, lonjakan bujet untuk proyek infrastruktur bisa menambah permintaan alat berat, khususnya alat berat untuk konstruksi.

Ivanlie, Construction Marketing Manager PT Trakindo Utama, perusahaan pemasok alat berat merek Caterpillar, optimistis permintaan alat berat berpeluang meningkat. Sebab, dana proyek infrastruktur tahun ini naik 15%-18%. "Dampaknya, penjualan alat berat konstruksi juga naik 15%. Penjualan alat konstruksi mendominasi penjualan Trakindo," ungkap Ivan kepada KONTAN, awal pekan ini.

Biasanya, alat berat yang mendominasi penjualan Trakindo adalah alat berat sektor pertambangan. Namun, karena sektor tambang sedang lesu, sektor konstruksi menjadi tumpuan industri alat berat. "Penjualan alat berat konstruksi naik, tapi tak sampai 50% dari penjualan Trakindo," ungkap Ivanlie tanpa menyebut nilainya.

Alat berat yang dibutuhkan sektor konstruksi ini adalah ekskavator ukuran 13 dan ukuran 20. "Permintaan terbesar datang dari proyek pengaspalan jalan," katanya.

Selain alat berat sektor konstruksi, permintaan alat berat sektor kehutanan dan perkebunan diprediksi akan naik tahun ini. Abdurrahman, Forestry and Agriculture Marketing Manager Trakindo menambahkan, pertumbuhan permintaan alat berat sektor ini sekitar 5%. Industri perkebunan membutuhkan alat berat jenis pemotong kayu serta alat berat penyiapan lahan tanam.

Editor: Yudho Winarto


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) mulai merangkak naik. Kenaikan harga minyak sawit akibat curah hujan tinggi dan banjir yang masih melanda sebagian wilayah Malaysia.

Mengutip Bloomberg, Selasa (13/1) pukul 15.20 WIB, harga kontrak pengiriman CPO bulan Maret 2015 di Malaysia Derivative Exchange di level RM 2.367 per metrik ton. Harga naik tipis 4 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Dalam sepekan, harga CPO terkerek 4,5%.

Zulfirman Basir, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, harga CPO diuntungkan oleh cuaca buruk di Malaysia. Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang di Malaysia berlangsung di Pahang, Perlis, Kedah, Perak, Kelantan, Terengganu Tengah dan Utara, Barat dan Sabah Johor.

Cuaca buruk mengganggu panen sawit, sehingga mampu menopang harga. Di sisi lain, Dewan Minyak Sawit Malaysia atau Malaysia Palm Oil Board (MPOB) merilis produksi CPO bulan Desember 2014 merosot 22% dari bulan sebelumnya ke 1,36 juta ton.

“Dalam jangka pendek, harga CPO bullish karena Badan Cuaca Malaysia memprediksi, hujan deras masih akan melanda sebagian wilayah Malaysia hingga 18 Januari mendatang,” jelas Zulfirman.

Selain itu, ada harapan ekspor CPO membaik seiring pemberlakukan pajak nol persen ekspor minyak sawit dari Malaysia dan Indonesia yang merupakan produsen, CPO terbesar dunia. Mata uang ringgit dan rupiah yang melemah turut menyumbang sentimen positif bagi komoditas ini.

Jangka menengah

Research and Analyst PT Fasting Futures Deddy Yusuf Siregar menuturkan, meski sedang naik, harga CPO masih dibayangi sentimen negatif. Menurut dia, tekanan harga minyak dunia memberikan ancaman pelemahan harga CPO. Sebab, permintaan biodiesel lesu lantaran harganya bersaing dengan bensin yang lebih murah.

Harga CPO diperkirakan masih terjaga dalam jangka menengah. "Namun secara jangka panjang, harga CPO terseret oleh tekanan harga minyak mentah,” ujar Deddy.

Zulfirman mengingatkan, para pelaku pasar mewaspadai reli harga yang sudah cukup tinggi. CPO perlu mencatatkan penutupan harian di atas resistance RM 2.385 per metrik ton untuk melanjutkan momentum kenaikan. Kegagalan mencapai level ini dapat mendorong aksi profit taking.

Secara teknikal, Zulfirman melihat sejumlah indikator mendukung penguatan harga CPO. Harga berada di atas moving average 50, 100 dan 200. Moving average convergence divergence (MACD) bergerak naik. Stochastic mulai memasuki area jenuh beli (overbought) di level 90% atau rawan tekanan. Sementara relative strength index (RSI) di 68% dengan arah naik.

Zulfirman memprediksi, harga CPO sepekan mendatang melanjutkan reli di RM 2.300-RM 2.400 per metrik ton. Hingga akhir kuartal I-2015, harga CPO cenderung terkoreksi di RM 2.240-RM 2.450 per metrik ton. Sedangkan Deddy memperkirakan, harga CPO sepekan di RM 2.374- RM 2.395 per metrik ton.

Editor: Barratut Taqiyyah

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita