Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2015).  Pada pk. 10:45 WIB, CPO untuk kontrak Maret 2015 bertengger di 2.326 ringgit/ton atau melemah 0,3%.

“Investor terlihat waspada setelah data Intertek kemarin menunjukan penurunan ekspor palm oil Malaysia sebesar 22,9% menjadi 702.581 ton untuk periode 1-20 Januari,” kata Analis PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir dalam risetnya yang diterima hari ini, Rabu (21/1/2015).

Di samping itu, ujarnya, pasar  juga masih cemas dengan efek penurunan harga minyak dunia belakangan ini, yang dapat mengurangi minat terhadap CPO untuk bio-diesel.

Sentimen penekan harga CPO lainnya adalah kekhawatiran investor terkait melimpahnya suplai kedelai dunia, yang merupakan produk substitusi minyak sawit untuk produk input makanan olahan.

Sementara itu, dari analisa teknikal, Zulfirman mengatakan pada grafik harian masih diperdagangkannya CPO di atas MA 50-100-200 harian. Gerakan ini mensinyalkan masih adanya tenaga kenaikan bagi minyak sawit.

“CPO perlu mencatatkan level penutupan harian di atas resisten 2.395 untuk melanjutkan momentum kenaikan. Kegagalan mengatasi resisten 2.395 dapat mendorong aksi profit-taking pascareli kencang sejak pertengahan Desember,” kata Zulfirman.

Lebih lanjut dia mengatakan agar pasar mewaspadai aksi profit-taking, setelah terbentuknya candle stick inverted hammer, dan mulai turunnya indikator Stochastic.

 

Narasumber : bisnis.com

 

Anda disini: Home Semua Berita HARGA CPO: Tertekan Data Intertek Malaysia