- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2130
Dengan ditutupnya perdagangan rupiah di level Rp 13.158 per dollar AS pada Jumat (22/5), ini berarti rupiah melemah 0,35% dibandingkan dengan hari sebelumnya. Atau, berarti dalam sepekan rupiah melemah 0,56%.
Trian Fatria, Research and Analyst Divisi Treasury PT BNI Tbk menuturkan, “Pada akhir pekan, rupiah ditutup melemah karena permintaan dollar di dalam negeri mulai meningkat. Permintaan dollar ini digunakan untuk membayar utang luar negeri korporasi.â€
Trian bilang, meski lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) menaikkan peringkat Indonesia dari stable menjadi positif, hal ini tidak menyumbang tenaga pada rupiah. Sebab, menjelang bulan Ramadan, impor mulai meningkat. Sepekan mendatang, Trian memprediksi pergerakan rupiah sepekan mendatang berada di kisaran 13.100-13.200 per dollar AS.
Berikut pergerakan rupiah selama sepekan:
Senin (18/5), di pasar spot rupiah melemah terhadap dollar AS sebesar 0,42% ke level Rp 13.139 dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Begitu pun di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah merosot 0,19% terhadap dollar AS di level Rp 13.116.
Selasa (19/5), mengacu pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar rate (JISDOR), rupiah melemah 0,51% ke Rp 13.183 per dollar AS dari sebelumnya Rp 13.116 per dollar AS.Mengacu data Bloomberg, di pasar spot rupiah juga loyo. Rupiah melemah ke Rp 13.179 per dollar AS atau 0,30% dari Rp 13.139 per dollar AS.
Rabu (20/5), rupiah masih melemah terhadap dollar AS. Mengacu data Bloomberg, di pasar spot rupiah melemah ke Rp 13.171 per dollar AS atau 0,56% dari sebelumnya Rp 13.098 per dollar AS. Mengacu kurs referensi JISDOR rupiah justru menguat tipis. Rupiah berada di Rp 13.169 per dollar AS atau 0,1% dari sebelumnya Rp 13.183 per dollar AS.
Kamis (21/5), rupiah menguat terhadap dollar AS. Mengacu data kurs referensi JISDOR kurs rupiah naik 0,14% ke Rp 13.150 per dollar AS dari sebelumnya Rp 13.169 per dollar AS. Mengacu data Bloomberg di pasar spot rupiah juga tampil perkasa ke Rp 13.161 per dollar AS atau 0,11% ke Rp 13.175 per dollar AS.
Jumat (22/5), mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 13.158. Itu artinya, mata uang Garuda hanya melemah tipis sebesar 0,27% dari posisi penutupan kemarin di level Rp 13.122 per dollar AS. Sementara itu, nilai tukar rupiah berdasarkan kurs JISDOR menguat 0,1% dari Rp 13.150 pada posisi kemarin menjadi Rp 13.136 per dollar AS hari ini.
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini selalu ditutup di zona hijau. Termasuk pada hari terakhir pekan ini, indeks berakhir di zona hijau kendati hanya mengalami kenaikan tipis 0,04% atau 1,945 poin ke level 5.315,15. Sepekan IHSG mencatatkan kenaikan 1,68% dan bergerak pada kisaran 5.218,35—5.335,44.
IHSG dalam pekan masih terbilang positif seiring mulai rebound-nya pasar saham dan dinaikkannya credit rating outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P). Berikut pergerakan saham selama sepekan:
Senin (18/5), IHSG bergerak fluktuatif di pembukaan perdagangan saham, awal pekan ini. Setelah sempat terjungkal di zona merah, IHSG kembali rebound ke zona hijau dengan penguatan sebesar 0,07% atau 3,5 poin menjadi 5.229,6 sampai pukul 09.25 WIB. Sebanyak 107 saham menguat, 77 saham melemah, dan 72 saham tidak bergerak. Dari 10 sektor industri pembentuk IHSG, enam sektor menguat dan empat sektor melemah.
IHSG tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau. Sampai penutupan perdagangan sesi I, indeks terus menurun hingga melemah 0,03% menjadi 5.225,9 didorong saham sektor pertanian.
IHSG berakhir menguat. Data RTI menunjukkan indeks naik 0,20% atau 12.159 poin ke level 5.239,255. Tercatat 147 saham bergerak naik, 137 saham bergerak turun, dan 91 saham stagnan. Pada perdagangan awal pekan ini melibatkan 5,4 miliar lot saham dengan nilai mencapai Rp 4,5 triliun.
Selasa (19/5), IHSG dibuka di zona merah pada awal perdagangan. Data RTI menunjukkan indeks terkoreksi 0,20% atau 11,050 poin ke level 5.227,844 pukul 09.43 WIB. Tercatat 111 saham bergerak turun, 79 saham bergerak naik, dan 96 saham stagnan. Di awal perdagangan pagi ini melibatkan 2,2 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,7 triliun.
IHSG belum mampu beranjak dari zona merah di sesi pertama perdagangan. Data RTI menunjukkan indeks terkoreksi 0,10% atau 5,143 poin ke lvel 5.232,65. Tercatat 143 saham bergerak turun, 108 saham bergerak naik, dan 95 saham stagnan. Di perdagangan rehat pertama ini melibatkan 4,2 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,44 triliun.
IHSG berhasil melejit dan menembus zona hijau. Indeks ditutup menguat 0,6% atau 31,56 poin menjadi 5.269,37. Tercatat sebanyak 140 saham menguat, 141 saham melemah, dan 108 saham tidak bergerak. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 235.997 kali, dengan volume 6,55 miliar lot senilai Rp 6,44 triliun.
Rabu (20/5), IHSG dibuka menguat pada pembukaan perdagangan. Data RTI menunjukkan indeks naik 0,24% atau 12,832 poin ke 5.281,79 pukul 09.27 WIB. Tercatat 103 saham bergerak naik, 74 saham bergerak turun, dan 80 saham stagnan. Perdagangan pagi ini melibatkan 840 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,2 triliun.
IHSG masih menunjukkan tren naik di sesi pertama perdagangan. Data RTI menunjukkan indeks menguat 0,47% atau 24,8 poin ke 5.294,18. Tercatat 147 saham bergerak naik, 107 saham bergerak turun, dan 87 saham stagnan. Di perdagangan sesi rehat pertama ini melibatkan 3,38 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,4 triliun.
IHSG bertahan di zona hijau sampai penutupan perdagangan saham selesai. Indeks menguat 0,44% atau 23,38 poin menjadi 5.292,75. Sebanyak 141 saham menguat, 146 saham melemah, dan 95 saham tidak berubah. Penguatan IHSG didorong lima sektor industri. Lima sektor industri yang menguat itu adalah industri aneka sebesar 1,57%, keuangan 1%, manufaktur 0,52%, perdagangan 0,4%, dan barang konsumen 0,22%.
Kamis (21/5), IHSG menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini. Data RTI menunjukkan indeks naik 0,23% atau 12,64 poin ke level 5.305,57 pukul 09:11 WIB. Tercatat 95 saham bergerak naik, 34 saham bergerak turun, dan 61 saham stagnan. Di pembukaan perdagangan pagi ini sudah melibatkan 291 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 301 miliar.
IHSG akhirnya memerah di rehat pertama. Data RTI menunjukkan indeks terkoreksi 0,23% atau 12,167 poin ke level 5.280,582. Tercatat 131 saham bergerak turun, 108 saham bergerak naik, 96 saham stagnan. Di perdagangan sesi pertama ini melibatkan 2,5 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,27 triliun.
IHSG berhasil menguat di perdagangan saham sesi kedua. IHSG melejit sekitar pukul 14.00 WIB sehingga berhasil menembus zona hijau dari sebelumnya memerah. Pada penutupan bursa, indeks menguat 0,39% atau 20.46 poin menjadi 5.313,2. IHSG mengikuti bursa Asia dan Jepang yang juga menguat hari ini. Tercatat sebanyak 137 saham menguat, 132 saham melemah, dan 103 saham tak bergerak. Investor banyak melakukan transaksi pada hari ini dengan total nilai perdagangan mencapai Rp 7,58 triliun.
Jumat (22/5), IHSG dibuka di dua zona pada transaksi perdagangan hari ini. Mengutip data RTI, pada pukul 09.34 WIB, indeks tercatat berada di level pembukaan di 5.313. Padahal, lima menit setelah dibuka, indeks sempat naik 0,26% dan turun 0,06%. Ada 122 saham yang melaju. Sedangkan jumlah saham yang turun sebanyak 49 saham dan 86 saham lainnya diam di tempat. Volume transaksi pagi ini melibatkan 777,557 juta saham dengan nilai transaksi Rp 768,564 miliar.
HSG akhirnya ditutup di zona negatif pada penutupan transaksi perdagangan sesi I hari ini. Mengutip data RTI, pada pukul 11.30 WIB, indeks tercatat turun 0,1% menjadi 5.307,65. Ada 153 saham yang melaju. Jumlah saham yang turun sebanyak 87 saham dan 86 saham lainnya diam di tempat. Volume transaksi pagi ini melibatkan 2,219 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,064 triliun.
IHSG berakhir di zona hijau setelah bergerak fluktuatif pada perdagangan akhir pekan. Data RTI menunjukkan indeks naik tipis 0,04% atau 1,945 poin ke level 5.315,15. Tercatat 147 saham bergerak naik, 117 saham bergerak turun, dan 105 saham stagnan. Pada perdagangan akhir pekan ini melibatkan 4,3 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,2 triliun.
Emas
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik untuk sesi kelima berturut-turut pada Senin (Selasa pagi WIB), karena data AS yang lebih lemah dari perkiraan memberikan dukungan terhadap logam mulia. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni naik US$ 2,3 atau 0,19%, menjadi menetap di US$ 1.227,60 per ounce. Analis mencatat bahwa ini adalah penyelesaian tertinggi sejak 10 Februari tahun ini.
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dollar AS berbalik menguat, menempatkan tekanan pada logam mulia.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni kehilangan 20,9 dollar AS atau 1,70 %, menjadi menetap di 1.206,70 dollar AS per ounce. Emas berada di bawah tekanan pada Selasa karena Indeks Dollar AS naik 1,3 % menjadi 95,38 per pukul 17.52 GMT. Indeks adalah ukuran dari dollar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dollar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dollar naik, emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dollar menjadi lebih mahal bagi investor.
Emas berjangka mengkilap pasca-rilis terhadap risalah pertemuan FOMC pada April lalu yang menegaskan tidak mungkin menaikkan suku bunga pada Juni mendatang. Spot emas naik 0,2% ke US$1,211,06 per ounce setelah naik 0,5% ke sesi tertinggi US$1,213,36. Sedangkan, emas berjangka untuk pengiriman Juni ditutup naik US$2 ke US$1,208,70 per ounce. "Risalah ini menunjukan anggota Federal Reserve luar biasa hati-hati terhadap perlambatan ekonomi pada kuartal pertam," kata Tai Wong, director of base and precious metals trading BMO Capital Markets.
Harga emas menguat pada Jumat (22/5) sore menuju kisaran US$ 1.214,78 per ons troi setelah sepanjang pagi bergerak di kisaran US$ 1.207 per ons troi. Kenaikan harga emas didukung oleh isu ketegangan geopolitik. Mengutip Bloomberg, Jumat (22/5) pukul 15.50, emas bergerak di level US$ 1.214 per ons troi. Harga naik 0,65% dibanding hari sebelumnya.
Ariston Tjendra, Head of Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan antara China dan AS turut mendongkrak harga emas. Selain itu, penguatan harga emas juga disokong oleh pelemahan dollar AS yang terjadi sepanjang hari ini. Indeks dollar AS melemah dari kisaran 95.40 pada pembukaan pagi hari menuju kisaran 94.96 di sore hari.
Adapun emas Antam dalam sepekan mengalami penurunan sebesar Rp 3.000. Dibuka pada level Rp 558.000 dan berakhir di Rp 555.000. Berikut harga emas Antam selama sepakan:
Senin (18/5), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 558.000. Angka ini turun Rp 1.000 dibandingkan dengan posisi harga Jumat (15/5).
Selasa (19/5), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 558.000. Angka ini naik Rp 1.000 dibandingkan dengan posisi harga Senin (18/5).
Rabu (20/5), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 557.000. Angka ini turun Rp 2.000 dibandingkan dengan posisi harga Selasa (19/5).
Kamis (21/5), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 557.000. Angka ini tidak berubah dibandingkan dengan posisi harga Rabu (20/5).
Jumat (22/5), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 555.000. Angka ini turun Rp 2.000 jika dibandingkan dari posisi harga Kamis (21/5).
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 1895
TEMPO.CO, Jambi - Lima perusahaan batu bara di Provinsi Jambi yang beroperasi di Kabupaten Tebo terpaksa tutup dan menghentikan kegiatannya. Mereka juga tidak memperpanjang izin usaha pertambangan. Kelima perusahaan melakukan eksplorasi di area seluas 11.350 hektare.
"Lima perusahaan itu berhenti atas imbas anjloknya harga batu bara," kata Kepala Bidang Pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Tebo Hendriyanto, Jumat, 22 Mei 2015.
Kini harga jual batu bara hanya Rp 220 ribu per ton. Angka itu jauh lebih murah dibanding acuan harga normal Juni 2014 yang mencapai Rp 950 ribu per ton. Tak hanya itu, ujar Hendriyanto, anjloknya harga batu bara dunia telah menyebabkan produksi batu bara di Kabupaten Tebo mengalami kemacetan.
Sebanyak 10.000 ton batu bara dari Kabupaten Tebo, tutur dia, kini terbengkalai di Pelabuhan Talang Duku, Kabupaten Muarojambi, karena tidak terjual. Batu bara itu milik PT AAA sebanyak 3.000 ton dan PT Winner 7.000 ton. "Mereka sementara menghabiskan dulu stok yang ada sembari menunggu harga batu bara normal kembali," ucapnya.
Produksi batu bara memiliki tiga kategori kualitas, yakni high, medium, dan low. Khusus di Tebo, kandungan kalori batu bara di daerah ini berkisar 5.000 dan masuk kualitas low. Jadi harga batu bara di Tebo terbilang sangat murah.
Berdasarkan data Dinas ESDM Provinsi Jambi, harga batu bara di Jambi stagnan dan cenderung turun akibat kelebihan stok. “Apalagi kualitas batu bara di Jambi yang berkadar kalori rendah,†katanya.
Dengan kondisi yang berat ini, 70 perusahaan pemegang izin usaha pertambangan masih sebatas eksplorasi, belum meningkatkan ke produksi. Dinas ESDM berencana mencabut izin mereka.
SYAIPUL BAKHORI
Narasumber : tempo.co
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2038
NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak global melonjak pada Kamis (21/5/2015) waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena penurunan persediaan dan produksi minyak mentah AS menimbulkan harapan pengurangan dalam kelebihan pasokan global.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli berakhir naik 1,74 dollar AS menjadi 60,72 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juli, patokan global, ditutup pada 66,54 dollar AS per barel di perdagangan London, melompat 1,51 dollar AS dari penyelesaian Rabu.
"Reli minyak bumi didukung oleh keyakinan kuat bahwa kenaikan permintaan dan penurunan produksi minyak serpih akan diterjemahkan ke dalam harga yang lebih tinggi," kata Tim Evans dari Citi Futures.
Pasar minyak menguat untuk hari kedua karena laporan mingguan persediaan minyak Departemen Energi AS pada Rabu menunjukkan persediaan minyak mentah AS jatuh untuk ketiga minggu berturut-turut, sebesar 2,7 juta barrel, lebih besar dari perkiraan para analis, dan produksi minyak mentah AS turun 112.000 barrel per hari.
"Saya hanya belum melihat apa pun untuk membenarkan kenaikan ini. Laporan kemarin sedikit bullish tetapi tidak banyak," kata James Williams dari WTRG Economics.
"Orang-orang bisa melihat itu sebagai sebuah tanda bahwa produksi akan turun sedikit, tetapi ada tanda-tanda bahwa beberapa perusahaan akan mulai melakukan pengeboran lagi. Jadi tidak akan ada penurunan besar dalam produksi AS yang akan membenarkan pergerakan kenaikan harga lebih besar."
Kenaikan harga minyak terjadi meski data manufaktur buruk di Tiongkok, zona euro dan Amerika Serikat.
"Pelemahan sekarang diharapkan akan dikelola oleh kebijakan-kebijakan uang longgar gubernur bank-bank sentral, dengan pertumbuhan melonjak kemudian," kata Evans.
"Ini adalah berita buruk adalah berita baik klasik yang logis, tetapi dalam pandangan kami kurangnya percepatan ekonomi saat ini berarti bahwa pertumbuhan permintaan minyak cenderung menjadi rendah."
Risalah Federal Reserve dari pertemuan kebijakan moneter April yang dirilis pada Rabu menyatakan The Fed akan menunda kenaikan suku bunga yang telah diperkirakan pada Juni, karena data ekonomi AS lesu.
Dollar jatuh karena prospek kenaikan suku bunga ditangguhkan, membuat minyak mentah yang dihargakan dalam mata uang AS lebih menarik bagi para pembeli yang menggunakan mata uang lemah.
Para analis mengatakan bahwa harga minyak juga didukung oleh kekhawatiran geopolitik, termasuk kerusuhan di Yaman dan kemajuan kelompok pemberontah Negara Islam (IS) di Suriah dan Irak.
Narasumber : kompas.com
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 1974
JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan kebijakan formula penetapan harga patokan mineral (HPM) logam. Harga tersebut akan menjadi landasan untuk penarikan tarif royalti.
Adapun komoditas mineral logam yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Nomor 630.K/32/DJB/2015 yakni, nikel dan kobalt, timbal dan seng, bauksit, besi, emas dan perak, timah, tembaga, serta mangan dan krom.
Mohammad Hidayat, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM mengatakan, tujuan penetapan HPM tersebut agar dasar penghitungan pungutan royalti lebih transparan. Sebab, seluruh perusahaan tambang baik pemegang konsesi kontrak karya (KK) maupun izin usaha pertambangan (IUP) mesti mengikuti ketentuan tersebut.
"Kami akan tetapkan harga masing-masing komoditas setiap bulan tergantung dengan perkembangan pasar," kata Hidayat di kantornya, Jumat (22/5).
Dia bilang, pengusaha tambang wajib membayar pungutan royalti berdasarkan HPM yang ditetapkan Kementerian ESDM. Namun, apabila perusahaan menjual produk dengan harga yang lebih tinggi dari HPM, maka dasar penghitungan tarif royalti berdasarkan harga jual produk.
"HPM akan jadi referensi penerimaan negara, sehingga penerimaan negara akan menjadi optimal," ujar Hidayat.
Sejatinya, penerapan harga patokan ini mulai berlaku sejak perdirjen diterbitkan, yakni mulai 27 April lalu. Namun, hingga saat ini Kementerian ESDM belum menetapkan HPM yang berlaku per Mei 2015. "Harusnya sih sudah, tapi saya harus lihat dulu," kata dia.
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 1995
Bisnis.com, JAKARTA- Harga CPO di Bursa Malaysia melemah pada perdagangan Jumat (22/5/2015). Perdagangan kontrak berjangka tersebut kembali melemah setelah kemarin ditutup menguat.
Kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2015, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka stagnan di harga 2.150 ringgit per ton.
CPO kemudian diperdagangkan turun 0,51% ke 2.147 ringgit per ton pada pukul 10.08 WIB dengan harga terendah di angka 2.145 ringgit .
Harga CPO kembali merosot setelah perdagangan kemarin ditutup menguat. Minyak diprediksi menuju kenaikan pada minggu ke-10 yang terpanjang naik beruntun sejak perdagangan dimulai pada 1983.
Jonathan Barratt, Chief Investment Officer Ayers Alliance Securities di Sydney, Australia mengatakan penurunan berturut-turut pada minggu ketiga menunjukkan adanya pengetatan di pasar.
Pergerakan harga kontrak CPO Agustus 2015
|
Waktu |
Ringgit Malaysia/Ton |
Persentase Perubahan |
|
22/5/2015 |
2.147 |
-0,51% |
|
21/5/2015 |
2.158 |
+0,75% |
|
20/5/2015 |
2.142 |
-0,74% |
|
19/5/2015 |
2.158 |
-1,10% |
|
18/5/2015 |
2.182 |
-0,27% |
Sumber: Bloomberg
Narasumber : bisnis.com

















Semua Berita