Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Bisnis.com, JAKARTA- Harga CPO di Bursa Malaysia melemah pada  perdagangan Jumat (22/5/2015). Perdagangan kontrak berjangka tersebut kembali melemah setelah kemarin ditutup menguat.

Kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2015, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka stagnan di harga 2.150 ringgit per ton.

CPO kemudian diperdagangkan turun 0,51% ke 2.147 ringgit per ton pada pukul 10.08 WIB dengan harga terendah di angka 2.145 ringgit .

Harga CPO kembali merosot setelah perdagangan kemarin ditutup menguat. Minyak diprediksi menuju kenaikan pada minggu ke-10 yang terpanjang naik beruntun sejak perdagangan dimulai pada 1983.

Jonathan Barratt, Chief Investment Officer Ayers Alliance Securities di Sydney, Australia mengatakan penurunan berturut-turut pada minggu ketiga menunjukkan adanya pengetatan di pasar.

Pergerakan harga kontrak CPO Agustus 2015

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

22/5/2015

2.147

-0,51%

21/5/2015

2.158

+0,75%

20/5/2015

2.142

-0,74%

19/5/2015

2.158

-1,10%

18/5/2015

2.182

-0,27%

Sumber: Bloomberg


Narasumber : bisnis.com

 

Anda disini: Home Semua Berita HARGA CPO: Kembali Lanjutkan Pelemahan