Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



INFO TEMPO - Menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah sesuatu yang positif. Karena Indonesia tidak bisa memungkiri kodratnya yang  terdiri dari ribuan pulau yang merupakan persimpangan dari dua benua dan dua samudera. Jadi letak geostrategis itulah yang harus dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia di Poros Maritim ini.

Selain mengembangkan 24 pelabuhan, Presiden Jokowi juga bakal menambah pengadaan kapal-kapal untuk mendukung program poros maritim. Total investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 53,15 triliun untuk 609 kapal berbagai jenis.

Presiden juga serius mengupayakan terhubungnya tol laut Indonesia dengan Jalur Sutra abad ke-21 Cina sebagai poros maritim dunia. Gagasan baru itu akan menjadi fokus kerja sama saling menguntungkan di antara kedua negara.

Jalur Sutra, yang terbagi menjadi jalur darat dan jalur laut, adalah rute tata niaga yang menghubungkan Eropa ke Asia Tengah dan Asia Timur, serta tata niaga dan jalur energi dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Timur. Guna memuluskan rencananya, Cina mempelopori pendirian Bank Investasi Infrastruktur Asia senilai US$ 50 miliar serta program Dana Jalur Sutra sebesar US$ 40 miliar.

Jalur Sutra maritim itu dipastikan bersinggungan dengan konsep tol laut. Rutenya meliputi Eropa, masuk Laut Merah di Afrika, lalu ke Samudra Hindia, terus menuju India, Bangladesh, Burma, kemudian masuk ke Indonesia melalui Selat Malaka. Juga menyusur lewat selatan yang masuk Selat Lombok, Selat Sunda, Selat Wetar, Selat Sunda. Ini terus ke utara, lalu masuk ke Laut Tiongkok Selatan.

Terkait tol laut Jokowi akan mengembangkan dua pelabuhan sebagai hub internasional, yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, di Selat Melaka; dan Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Nantinya, barang dari dan ke Asia Timur masuk melalui Bitung, sementara dari dan ke Eropa melalui Kuala Tanjung. Perkiraan sementara, dibutuhkan dana US$ 5-6 miliar untuk merealisasi tol laut. Jokowi juga akan menyiapkan 20-an pelabuhan sebagai hub feeder.

Target tol laut adalah memberi pelayanan yang cepat dan nyaman. Perbankan juga harus mendukung industri maritime, antara lain dengan menurunkan suku bunga.

Dengan tol laut, kapal besar dapat lebih cepat mengakses rute antarpulau sehingga bisa terjadi peningkatan angkutan barang. Jika program ini terwujud, bisa dipastikan akan semakin menggairahkan para pebisnis di sektor logistik. Betapa tidak, dengan semakin berkembangnya perekonomian di daerah-daerah, bisa dipastikan akan semakin banyak orang yang membutuhkan jasa mereka.

Untuk merealisasikan penguatan di sektor maritim tersebut, Bank Mandiri telah siap untuk membiayai dan memimpin pembiayaan pengembangan tol laut tersebut.  Indarto Pamoengkas, Senior Vice President Corporate Banking, Bank Mandiri mengatakan bahwa Bank Mandiri akan mengambil peran mendukung proyek toll tersebut, yang meliputi; pembiayaan pengerukan alur pelayaran agar dapat dilalui kapal berkapasitas besar (3000 s.d. 5000 TeUs atau lebih), pembiayaan perluasan dan pembangunan dermaga baru, pembiayaan pengadaan peralatan bongkar muat (container crane), serta pembiayaan pendukung pelabuhan (depot logistic).Â

Selain itu Bank Mandiri juga mendukung pembiayaan pabrik kapal dan docking, serta pembiayaan perusahaan perkapalan.  Semuanya dilakukan untuk berperan aktif dalam mendukung tercapainya kedaulatan bangsa di sektor maritim.


Narasumber : tempo.co

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA - Harga crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia kembali menguat tajam pada awal perdagangan Kamis (5/2/2015), bergerak ke angka Rp8 juta per ton.

Kontrak CPO untuk Maret 2015 dibuka naik 0,32%  ke harga 2.215 ringgit per ton. Kontrak kemudian menguat 2,58% ke 2.265 ringgit atau Rp8,03 juta per ton pada pukul 10.20 WIB.

Komoditas tersebut  bergerak pada kisaran 2.215-2.269 ringgit per ton pada awal perdagangan hari ini.

Kontrak CPO untuk April 2014, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, bergerak naik 2,77% ke 2.260 ringgit per ton pada 10.22 WIB setelah dibuka turun 0,09% ke 2.197 ringgit per ton.

Pergerakan Harga CPO Kontrak Maret 2015

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

5/2/2015  (10.20 WIB)

2.265

+2,58%

4/2/2015

2.193

+2,00%

30/1/2015

2.150

+0,33%

29/1/2015

2.182

-1,58%

28/1/2015

2.176

-0,41%

27/1/2015

2.185

-0,18%

sumber: Bloomberg


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Harga minyak dunia terus turun pada perdagangan Rabu (4/2). Harga minyak tergelincir setelah ada kenaikan pasokan minyak mentah di Amerika Serikat. Persediaan minyak mentah AS naik hampir 20%.

Badan Informasi Energi AS atau The U.S. Energy Information Administration mengatakan, stok minyak mentah di AS naik 6,3 juta barel pada pekan lalu menjadi 423,06 juta barrel. Jumlah itu adalah level tertinggi sejak dimulainya pencatatan pada tahun 1982.

Akibatnya harga minyak mentah berjangka AS turun 8,7% menjadi US$ 48,45 per barrel. Persentase penurunan harga minyak berjangka AS menjadi yang terdalam sejak 28 November 2014. Sebelumnya harga minyak berjangka AS diperdagangkan pada US$ 54,24 per barrel.

Sedangkan perdagangan minyak mentah jenis Brent turun US$ 4 menjadi US$ 54 per barrel. Sebelumnya Brent diperdagangkan pada level US$ 59 per barrel. "Melihat secara keseluruhan, maka saat ini tidak ada kekurangan minyak dimanapun," kata analis Energy Management Institute di New York, Sal Umek seperti dikutip dari CNBC.

Itu berarti selama Juni 2014-januari 2015, harga minyak mentah telah anjlok 60%. Anjloknya harga minyak mentah telah menumbuhkan spekulasi perlambatan pembangunan shale minyak di AS, termasuk kemungkinan masih akan jatuhnya harga minyak lebih dalam.

Turunnya harga minyak telah mendorong gelombang penurunan anggaran di perusahaan-perusahaan energi utama. Hal ini juga menumbuhkan spekulasi akan anjloknya produksi minyak lebih cepat dari yang diperkirakan. Hanya saja sejumlah analis memperkirakan pasar masih akan kelebihan pasokan hingga semester pertama tahun ini.

Ditambah belum adanya tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di China, membuat prospek permintaan minyak mentah dunia cenderung stagnan. "Harga minyak mencari tingkat kestabilan baru selama beberapa minggu atau bulan ke depan," kata analis Energy Aspects di London, Richard Mallinson. Dia memperkirakan harga minyak akan berada di kisaran US$ 50 per barrel.

Editor: Uji Agung Santosa
Sumber: CNBC


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

HARGA minyak mentah terus mengalami penguatan di hari ketiga. Meski tanda-tanda peningkatan produksi dan stok minyak mentah belum menunjukkan akan berhenti.

Minyak mentah AS ditutup naik US$3,48 atau 7% pada harga US$53,05 per barel. Ini merupakan harga tertinggi minyak tahun 2015. Sementara minyak mentah WTI naik sebanyak 9,4% sebelumnya untuk sesi tinggi U$ 54,24. Sebagai perbandingannya, minyak mentah Brent terakhir naik US$3 pada US$58 per barel.

Asal tahu saja, BP mengumumkan akan memotong belanja modalnya sebesar 13% atau menjadi US$20 miliar di 2015. Ini memicu persepsi melimpahnya pasokan minyak mentah akan mulai teratasi dalam kurun waktu yang lebih cepat.

Editor: Yudho Winarto
Sumber: CNBC


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Prospek harga timah diprediksi bakal terus meredup tahun ini. Perlambatan ekonomi China, yang merupakan importir terbesar dunia, menjadi faktor penekan utama yang bisa mendorong harga timah hingga ke US$ 17.000 per metrik ton di semester I-2015.

Data Bloomberg, Senin (2/2) menunjukkan, harga timah di Bursa Metal London (LME) terkoreksi 1,31% menjadi US$ 18,855 per metrik ton. Ini  level harga terendah sejak awal tahun 2015.

Koreksi harga juga terjadi di Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) yang menjadi gerbang ekspor timah Indonesia. Pada 1 Januari 2015, harga timah di BKDI masih US$ 19.380 per metrik ton. Harga memang sempat naik ke level US$ 20.680 per metrik ton pada tanggal 15 Januari 2015.

Sayang, pergerakan positif itu tidak bertahan lama. Harga timah kembali terkoreksi ke level US$ 19.230 per metrik ton pada Senin (2/2). Direktur Equilibrium Komoditi Berjangka Ibrahim mengatakan, harga timah sedang dalam tren koreksi (bearish), setidaknya hingga separuh pertama tahun ini.

Hal ini didorong proyeksi perlambatan ekonomi China yang merupakan konsumen timah terbesar dunia. Baru-baru ini, Dana Moneter Internasional (IMF) telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun 2015 menjadi 6,8%. Sebelumnya, di  Oktober 2014, IMF masih optimistis, ekonomi China bisa tumbuh 7,1% di 2015. "Dampaknya  cukup besar, karena bisa menjadi sinyal berkurangnya permintaan timah dari China," jelas Ibrahim.

Indonesia, sebagai eksportir terbesar, berencana memangkas ekspor timah. Tapi, Myanmar terus melakukan eksplorasi guna menutupi kekurangan pasokan dari Indonesia. Hal ini bakal mendorong kelebihan pasokan di pasar timah dunia.

Ibrahim memprediksi, harga timah bisa jatuh ke US$ 17.000 per metrik ton di semester pertama 2015. Secara teknikal, bollinger dan moving average (MA) 20% berada di atas garis bollinger bawah. Stochastic di posisi 70% negatif. MACD dan RSI 60% negatif. Pekan ini, Ibrahim menyarankan sell on strength di US$ 18.555-US$ 18.870.

Editor: Yudho Winarto


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita