Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih rawan jatuh. Sentimen negatif mengepung pasar, lantaran permintaan masih lesu sementara suplai masih banyak.

Mengutip Bloomberg, Selasa (24/2), CPO  kontrak pengiriman Mei 2015 di Malaysia Derivatives Exchange (MDE) ditutup seharga RM 2.257 atau setara US$ 618,75 per metrik ton (MT).

Harga minyak sawit berhasil naik 0,8%, meski pada perdagangan pagi sempat jatuh ke level RM 2.216 per MT. Ini harga terendah sejak 5 Februari lalu.

Sehari sebelumnya, harga CPO juga tumbang 2,65%. Meski demikian, harganya sudah naik tipis 0,5% dibandingkan akhir tahun lalu.

Analis Fortis Asia Futures Deddy Yusuf Siregar menilai, kenaikan itu bersifat teknikal. Meski, ia tak memungkiri ada ekspektasi positif terhadap kebijakan pemerintah Indonesia menaikkan besaran subsidi biodiesel mulai Maret nanti. Program ini dinilai bisa mengerek permintaan CPO untuk campuran biofuel.

Namun, Deddy bilang, prospek harga minyak sawit masih loyo. Saat ini, pelaku pasar beralih menggunakan minyak kedelai sebab harganya lebih murah. Apalagi, Malaysia dikabarkan berencana memberlakukan kembali pajak ekspor CPO sebesar 4,5% mulai Maret. Pemberlakukan pajak ekspor bisa menekan aktivitas penjualan ke luar negeri.

Padahal, permintaan global belum pulih. SGS melaporkan, ekspor Malaysia ke China periode 1-20 Februari 2015 merosot 72% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. "Permintaan China tidak begitu besar pada Tahun Baru Imlek, sebab masih memiliki stok," ujar David Ng, analis Phillip Futures di Kuala Lumpur kepada Bloomberg, Selasa (24/2).

Deddy menambahkan, penurunan ekspor Malaysia tidak diimbangi penurunan produksi. Total produksi CPO Indonesia dan Malaysia tahun ini diperkirakan mencapai 51,1 juta ton. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu, 49,2 juta ton.

Tren masih turun

Analis MNC Securities Dian Agusti menduga, tren penurunan harga CPO masih bertahan selama harga minyak mentah dunia masih rapuh. Penurunan harga minyak bakal berimbas tak kunjung berjalannya program penggunaan biofuel sebagai energi alternatif. Akibatnya, permintaan CPO untuk campuran biofuel juga berkurang.

Secara teknikal, kata Deddy, harga CPO juga terlihat masih kesulitan menanjak. Apabila terjadi rebound, lebih bersifat teknikal.

Harga berada di atas moving average (MA) 50, namun masih terperangkap di bawah MA 100 dan 200. Lalu, indiaktor RSI berada di area 47%. Pergerakan di bawah level 50% menunjukkan tren penurunan masih terbuka. Namun, MACD sudah berada di area positif 6, dan stochastic berada di level 58%.

Prediksi Deddy, hingga akhir pekan ini, harga CPO bergerak di kisaran RM 2.100-RM 2.350 per MT. Sementara Dian menduga, harga minyak sawit bergulir antara RM 2.200-RM 2.280 per MT.

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Pimpinan the Federal Reserve Janet Yellen menegaskan, bank sentral AS sangat fleksibel dalam memutuskan kapan akan menaikkan suku bunga acuan yang sudah mendekati level nol sejak 2008 silam.

Yellen bilang, meski saat ini perekonomian AS sudah membaik, namun situasi pasar tenaga kerja AS masih sangat rentan.

"Banyak warga Amerika yang masih menganggur dan tidak mendapatkan pekerjaan... pertumbuhan tingkat upah juga masih memprihatinkan," jelasnya.

Dia juga mengatakan, perkembangan ekonomi negara asing juga dapat menimbulkan risiko atas outlook pertumbuhan ekonomi AS.

Namun, dia menambahkan, adanya upaya untuk menstimulasi pertumbuhan di zona eropa dapat membantu ekonomi AS. Selain itu, dia mencatat, penurunan harga minyak dunia dapat mendorong nilai produksi minyak AS.

Ini merupakan testimoni pertama Yellen di hadapan Kongres yang dikontrol oleh Partai Republik. Banyak politisi dari partai Republik yang mempertanyakan pilihan langkah the Fed dalam menangani krisis finansial.

Pernyataan the Fed medongkrak pasar saham AS, di mana indeks Dow Jones dan S&P 500 tadi malam ditutup di level rekor baru.

Memang, investor sepertinya tidak mengharapkan dilakukannya pengetatan kebijakan oleh the Fed dalam waktu dekat.

Editor: Barratut Taqiyyah
Sumber: BBC

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia untuk kontrak April 2015 pada hari ini, Selasa (24/2/2015) dibuka melemah.

CPO, dari data Bloomberg,  dibuka  melemah 0,13% ke 2.239 ringgit/ton. Pada pk. 11:16 WIB, CPO melemah 0,76% ke 2.225 ringgit/ton.

Harga CPO  sampai pk. 11:16 WIB bergerak di kisaran 2.224—2.239 ringgit/ton.

Pergerakan harga CPO*

Tanggal

Ringgit/M ton

Pk. 11:16 WIB

(24 Februari)

2.225

(-0,76%)

Buka (24 Februari)

2.239

(-0,13%)

23 Februari

2.242

(-2,65%)

 

 

 

 

 

*Kontrak April 2015

Sumber: Bloomberg, 2015

 

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Untuk menyukseskan percepatan pembangunan infrastruktur di koridor ekonomi Sumatera, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan telah menganggarkan Rp 5 triliun untuk pembebasan lahannya.

"Kita telah mengganggarkan Rp 5 triliun untuk pembebasan lahan dalam pembangunan infrastruktur di koridor ekonomi Sumatera. Kita juga akan membangun fasilitas sanitasi di sepanjang koridor ekonomi Sumatera,” ujar Basuki saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta, Senin (23/02).

Untuk tahun ini, kata Basuki, dana yang dialokasikan untuk pembebasan lahan sebesar Rp 110 miliar. "Cicilan" alokasi tersebut dimaksudkan untuk melihat terlebih dahulu bagaimana proses pembangunan infrastruktur. Bila berjalan baik, sisa anggaran dari total Rp 5 triliun tersebut dapat digunakan oleh perusahaan konstruksi.

"Sementara di tahun 2015 ini hanya menganggarkan Rp 110 miliar untuk pembebasan lahan. Tapi kalau progressnya bagus, sisa anggaran dari Rp 5 triliun ini bisa terus ditarik,” tandas Basuki.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN, Rini Soemarno, menyatakan proyek percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatera, terutama Lampung dan Sumatera Selatan akan mulai dilakukan kuartal I tahun 2015. Pembangunan ini melibatkan berbagai pihak baik institusi pemerintahan maupun perusahaan konstruksi milik negara.

“Pembangunan empat ruas Tol Trans Sumatera, antara lain Bakauheni-Terbanggi Besar, Palembang-Indralaya, Riau-Dumai, dan Medan-Binjai akan mulai dilakukan tahun 2015 ini. Pembangunan itu tidak terlepas dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang telah disetujui DPR untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 290 triliun,” ujar Rini.

Ada pun institusi pemerintahan yang akan melakukan koordinasi dalam proyek percepatan pembangunan infrastruktur, antara lain Kementerian PUPR, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah Lampung, serta Pemerintah Daerah Sumatera Selatan (Sumsel).

Pembangunan ruas jalan Tol Trans Sumatera akan dipimpin oleh perusahaan konstruksi BUMN, Hutama Karya. Sementara beberapa perusahaan konstruksi lainnya, antara lain Jasa Marga, Waskita, Wijaya Karya, Brantas, dan Adhi Karya akan disinergisasikan untuk menyukseskan pembangunan empat ruas tersebut. (Dimas Jarot Bayu)

Editor: Sanny Cicilia
Sumber: Kompas.com

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Harga minyak dunia turun pada Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kemerosotan pekan lalu akibat persediaan minyak mentah AS bertahan di tingkat tertinggi dalam sejarah.

Kontrak acuan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 1,36 dollar AS menjadi berakhir 49,45 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman April turun 1,32 dolar AS menjadi menetap di 58,90 dollar AS per barel di perdagangan London.

"Pasokan yang dinamis terlalu besar," kata John Kilduff, mitra pendiri di hedge fund Again Capital.

Sebuah catatan dari Commerzbank menyesalkan bahwa hitungan rig minyak mingguan AS pada Jumat hanya jatuh 37 rig, penurunan terkecil dalam tujuh minggu terakhir.

"Terbukti, pemulihan yang kuat dalam harga minyak sejak akhir Januari telah memperlambat pengurangan aktivitas pengeboran," kata Commerzbank.

Jumlah rig datang setelah Departemen Energi AS melaporkan bahwa stok minyak AS berada di tingkat tertinggi mereka sepanjang tahun ini. Harga minyak telah turun lebih dari 50% sejak Juni tahun lalu.

Pedagang juga terpaku pada meluasnya pemogokan buruh di kilang-kilang minyak AS karena serikat pekerja United Steelworkers akhir pekan lalu mengumumkan bahwa para pekerja di lebih dari tiga pabrik akan menghentikan pekerjaan mereka, menambah pemogokan di 11 kilang lainnya yang sudah berjalan.

Kilduff mengatakan pemogokan telah memberikan dukungan untuk harga produk minyak bumi.

Namun, jika kilang menangguhkan produksi yang signifikan akibat pemogokan, mungkin akan menambah berlimpahnya pasokan minyak mentah, kata dia.

Sementara itu, pasokan minyak mentah global juga meningkat karena ladang minyak di Libya timur kembali bekerja setelah jaringan pipanya diperbaiki, menurut Libya National Oil Corp.

Harga minyak berada di bawah tekanan lebih lanjut karena dolar yang lebih kuat menghalangi investor dari komoditas yang dihargakan dalam dollar termasuk membeli minyak.

Greenback menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin karena investor sedang menunggu kesaksian tentang kebijakan moneter dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen Chair selama dua hari ke depan.

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita