Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Dollar Amerika Serikat (AS) semakin perkasa terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Para pelaku pasar masih menanti sejumlah pengumuman data ekonomi AS untuk mengambil posisi. Mengutip Bloomberg, Kamis (5/3) pukul 18.00 WIB, pasangan EUR/USD turun 0,29% dibandingkan hari sebelumnya menjadi 1,1046.

Pasangan AUD/USD turun 0,12% ke 0,7808. Sementara USD/JPY naik 0,37% ke 120,1200.

Suluh Adil Wicaksono, analis PT Millenium Penata Futures, menjelaskan, EUR/USD melemah menjelang jumpa pers Bank Sentral Eropa (ECB). Presiden ECB Mario Draghi akan mengumumkan stimulus moneter. Selain itu, euro juga tertekan akibat buruknya data-data ekonomi Zona Eropa, seperti PMI sektor jasa Spanyol dan Italia.

"Secara fundamental, mustahil euro dapat menguat terhadap USD," ungkap Suluh.

Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, menuturkan, pasangan AUD/USD bergerak mendatar. Di satu sisi, data penjualan ritel Australia bulan Januari sesuai ekspektasi, yakni tumbuh 0,4%.

Namun, aussie juga terimbas oleh sentimen negatif dari pemerintahan Tiongkok yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 7% atau lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya, sebesar 7,5%.

Sebagai mitra dagang utama China, hal ini turut menyeret pelemahan aussie. Sementara nasib dollar AS, ditentukan oleh data nonfarm payrolls yang diumumkan Jumat (6/3) malam waktu setempat. Apabila hasilnya positif, maka akan memberikan tenaga bagi dollar AS.

Analis PT SoeGee Futures, Nizar Hilmy mengatakan, USD/JPY bergerak konsolidasi karena pasar masih menunggu pengumuman data nonfarm payrolls AS. "Pasar sedang mencari arah sembari menunggu katalis baru," kata Nizar. Nizar memperkirakan, hari ini pasangan USD/JPY masih dalam pergerakan konsolidasi sampai pengumuman data ketenagakerjaan di AS.

Editor: Barratut Taqiyyah

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) masih lemah. Permintaan yang rendah menjadi alasan utama penurunan harga. Namun ada potensi harga CPO menguat, karena adanya gangguan produksi di Indonesia dan Malaysia.

Mengutip Bloomberg, Kamis (5/3) pukul 15.14 WIB, harga minyak sawit kontrak pengiriman Mei 2015 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,8% dibandingkan hari sebelumnya ke RM 2.345 per metrik ton. Namun sepekan terakhir harga CPO tumbuh 3%.

Ariana Nur Akbar, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, harga lemah karena konsumsi CPO masih sangat rendah. Penggunaan minyak sawit untuk biofuel belum mampu menggenjot permintaan. "Yang menggunakan CPO untuk biofuel baru Indonesia dan Malaysia, sedangkan negara lain masih belum terlalu gencar," kata Ariana.

Prediksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun 2015 yang hanya 7%, menurut Ariana, menjadi sinyal bahwa konsumsi CPO di pasar belum akan membaik.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures, mengatakan, tekanan harga juga datang dari turunnya ekspor Malaysia Februari 2015. Data Intertek menyebutkan, ekspor CPO Malaysia bulan Februari 2015 turun 10,4% menjadi 993.338 ton, dari sebelumnya 1,1 juta ton di Januari 2015.

"Ini artinya permintaan dari global masih rendah," kata Deddy. Potensi kenaikan Meski harga bergerak melemah. Tapi peluang kenaikan harga masih terbuka. Salah satunya karena prediksi penurunan produksi sawit.

Malaysia kehilangan 765.000 ton sepanjang November 2014 sampai Januari 2015 akibat cuaca buruk. Persediaan Malaysia diduga terus menyusut sampai Juni mendatang dan mungkin berkurang hingga 1,5 juta ton. Ini akan menjadi penurunan produksi terendah sejak Februari 2011.

"Sementara di Indonesia akan turun 2,5 juta ton sampai Juli," kata Dorab Mistry, Direktur Godrej International Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/3).

Secara teknikal, harga bergerak di atas moving average (MA) 50, 100 dan 200 mengindikasikan peluang naik. Garis MACD di area positif 27. RSI naik di level 59. Hanya stochastic yang bergerak turun di level 73. "Masih cukup kuat dan belum akan menyentuh level support RM 2.300 per metrik ton," papar Deddy.

Prediksi Deddy, harga CPO hari ini bergerak di RM 2.300-RM 2.350 per metrik ton, dan dalam sepekan RM 2.250– RM 2.400 per metrik ton. Ariana menduga, harga CPO sepekan ke depan mungkin tertekan di RM 1.800–RM 2.200 per metrik ton.

Editor: Barratut Taqiyyah

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41


Cirebon - Mesin yang digendong oleh Datsun GO+ Panca ternyata 1 keluarga dengan Nissan March. Jadi, konsumen GO+ Panca tak perlu khawatir susah mencari spare part-nya, karena ada sebagian dari spare part Nissan March bisa digunakan di GO+ Panca.

Sales President Product Planning, After Sales, Dealer, Development and Customer Statisfaction PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Teddy Irawan, menjelaskan, karena mesin GO+ Panca masih 1 keluarga dengan March jadi spare part yang bisa digunakan kebanyakan dari mesin.

"Engine part itu seperti koil, oli filter, crankshaft, piston (diameternya sama) hingga ke kaki-kainya," kata pria yang akrab disapa Teddy di sela-sela acara media test drive Datsun GO+ Panca di Cirebon.

Menurutnya, ia tidak bisa menyebutkan spare part apa saja secara satu-persatu karena 1 mobil itu terdiri dari puluhan ribu komponen.

"Sebetulnya cukup banyak, saya tidak ingat berapa banyaknya. Tapi yang banyak kaya di engine part," katanya lagi.

Untuk diketahui, mobil lima-pintu, MPV 5+2 Datsun GO+ Panca dibekali dengan mesin berkapasitas 1,2 liter 68 hp yang berpadu dengan transmisi lima percepatan manual.

Selain itu, tersedia dalam 5 tipe yaitu D, A, A option, T, dan T option. Datsun Go+ Panca D menjadi tipe terendah dan tipe teratas Datsun Go+ Panca T option. Dengan harga mulai Rp 85 juta - Rp 103 juta dan mulai dikirim pada bulan Juni.

Datsun GO+ Panca dijual di 39 diler Nissan dan Datsun, pada akhir tahun fiskal akan tersedia di 95 dealer di seluruh Indonesia.


Nara Sumber : oto.detik.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA—Harga CPO di Bursa Malaysia terus menanjak seiring kabar kebijakan tarif 0% untuk pajak ekspor sawit Indonesia akan dipertahankan pada April.

Kontrak CPO untuk Mei 2015, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, dibuka melonjak 1,56%  ke harga 2.341 ringgit atau Rp8,2 juta per ton. Kontrak terus menguat 1,87% ke 2.348 ringgit atau Rp8,3 juta per ton pada pukul 10.06 WIB.

Komoditas tersebut  bergerak pada kisaran 2.335—2.349 ringgit per ton pada awal perdagangan hari ini.

Dewan Minyak Sawit Indonesia, menurut Bloomberg, menyatakan bea keluar 0% akan bertahan pada April karena harga sawit di pasar komoditas Rotterdam diproyeksikan bertahan di bawah US$750 per ton sepanjang bulan tersebut.

Di sisi lain, ekspor kelapa sawit Malaysia turun 14,5% dari 1.114,642 ton pada Januari menjadi 953.053 ton pada Februari.

Kontrak CPO untuk April 2014 bergerak turun 1,56% ke 2.344 ringgit atau Rp8,31 juta per ton pada pukul 10.09 WIB setelah dibuka naik 1,39% ke 2.340 ringgit per ton.

 

Pergerakan Harga Kontrak CPO Mei 2015

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

2/3/2015

(10.06 WIB)

2.348

+1,87%

27/2/2015

2.305

+1,27%

26/2/2015

2.276

+1,25%

25/2/2015

2.248

-0,40%

24/2/2015

2.257

+0,80%

Sumber: Bloomberg

 

Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih berpeluang mekar pada pekan ini. Wacana Pemerintah Indonesia menurunkan acuan batas bawah pengenaan bea keluar diperkirakan bisa menyurutkan pasokan dari negeri ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (27/2), harga CPO pengiriman Mei 2015 di Bursa Derivative Malaysia ditutup melesat 1,27% menjadi RM 2.305 atau setara US$ 637,13 per metrik ton. Ini harga tertinggi sejak 17 Februari lalu.

Analis PT Fortis Asia Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, CPO diuntungkan karena nilai tukar ringgit Malaysia (MYR) melemah terhadap terhadap dollar Amerika Serikat (USD). Akhir pekan lalu, pairing USD/MYR naik 0,56% menjadi 3,6042.

Pelemahan ringgit menyebabkan harga beli minyak sawit lebih murah, sehingga pelaku pasar memanfaatkan momen ini. Selain itu, harga minyak sawit juga terangkat karena sentimen dari Indonesia.

Sentimen itu adalah, Pemerintah Indonesia dikabarkan akan menurunkan ambang batas pengenaan bea ekspor. Seperti diketahui, selama ini, pemerintah baru mengutip pajak ekspor apabila harga CPO berada di atas US$ 750 per ton.

Nah, lantaran harga minyak sawit terus turun, pemerintah berniat menurunkan ambang batas tersebut. "Jika kebijakan itu diterapkan, minat ekspor CPO dari Indonesia akan berkurang, sehingga pasokan global ikut turun," kata Deddy, Jumat (27/2). Suplai yang seret membuka peluang kenaikan harga di pasar global.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan kebijakan yang berefek positif pada harga minyak sawit. Produsen minyak sawit terbesar di dunia ini menaikkan besaran subsidi biofuel mulai Maret 2015. Kebijakan tersebut tentu akan memacu aktivitas produksi biofuel yang bahan bakunya menggunakan minyak sawit.

Analis MNC Securities Dian Agustina menambahkan, sinyal perbaikan ekonomi di China juga menyokong harga CPO. Perbaikan itu tercermin dari data ekonomi berupa indeks HSBC Flash Manufaktur China (PMI) bulan Februari 2015 yang naik ke level 50,1, dari bulan sebelumnya hanya 49,5. Data ini melebihi perkiraan pelaku pasar.

Membaiknya data manufaktur China menghadirkan optimisme permintaan CPO dunia mulai stabil. Maklum, Negeri Panda ini pengguna minyak sawit terbesar di dunia. "Kalau tidak ada sentimen negatif menghadang, harga CPO masih bisa menguat di awal pekan ini," prediksi Dian.

Produksi tetap tinggi

Di sisi lain, Deddy menduga, produksi CPO dunia masih akan meningkat pada tahun ini. Sekalipun, pada akhir tahun lalu, dua negara produsen CPO terbesar di dunia, yaitu Indonesia dan Malaysia sempat dilanda cuaca buruk berupa badai El-Nino.

Total produksi minyak sawit kedua negara ini diperkirakan mencapai 51,1 juta ton. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu, yakni sekitar 49,2 juta ton. Senada dengan Dian, Deddy tetap memprediksi, harga minyak sawit bakal menguat pada pekan ini.

Perkiraan itu didukung dengan indikator teknikal. Secara teknikal, sinyal penguatan masih terbuka. Ini tercermin dari dari harga CPO yang berada di atas moving average (MA) 50, 100 dan 200. Lalu, moving average convergence-divergence (MACD) juga di area positif 8.

Indikator lain berupa relative strength index (RSI) juga bergerak naik di posisi 56. Hanya, sinyal penguatan sedikit tertahan lantaran stochastic bergerak sideways di area 46.

Prediksi Deddy, awal pekan ini, harga minyak sawit bakal bergerak naik di rentang RM 2.200-RM 2.350 per metrik ton. Sementara, Dian menebak, sepekan ini, harga CPO bergerak naik antara RM 2.300-RM 2.330 per metrik ton.

Editor: Uji Agung Santosa

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita