Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melihat industri batubara pada tahun ini masih tertekan. Pasokan yang berlebih, rendahnya permintaan, dan harga yang rendah menjadi penyebab.

Direktur Keuangan ITMG Edward Manurung mengatakan, tahun ini harga jual rata-rata batubara ITMG diperkirakan hanya US$ 58 - US$ 60 per ton. Harga ini lebih rendah dibanding tahun lalu yang sebesar US$ 67,1 ton. "Kami menargetkan penjualan sebesar 30 juta ton atau naik dari realisasi tahun 2014 sebesar 29 juta ton untuk menkompensasi penurunan harga," ujarnya, Selasa (31/3).

Dengan target penjualan 30 juta ton, maka tahun ini ITMG menargetkan pendapatan antara US$ 1,74 miliar - US$ 1,8 miliar. Target ini lebih rendah dibanding pendapatan tahun 2014 sebesar Rp US$ 1,94 juta.

Untuk menjaga agar laba tetap positif, ITMG akan melanjutkan strategi efisiensi yang sudah diterapkan selama ini. Pertama, menurunkan rasio kupas sehingga dapat menghemat biaya. Kedua, menggunakan teknik baru penambangan dengan biaya yang lebih rendah. Ketiga, menghemat biaya logistik terutama dari sisi bahan bakar dengan memperpendek jarak tempuh. Keempat, menggunakan anggaran belanja modal alias capex untuk kebutuhan mendesak.

Untuk tahun ini ITMG menyiapkan capex sebesar US$ 64,4 juta yang berasal dari kas internal. Perseroan akan menggunakan capex untuk investasi baru seperti hauling road dan maintenance. Capex ITMG tahun ini lebih rendah rendah dari asumsi sebelumnya sebesar US$ 80 juta.

ITMG juga menjajaki peluang untuk menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru. ITMG berencana menggarap pembangkit listrik berkapasitas 1 x 100 mega watt (MW) dengan nilai investasi sekitar US$ 100 juta. Hingga saat ini perseroan mengaku masih mempelajari rencana tersebut.

Pembangunan PLTU ini menjadi strategi perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis guna mengantisipasi turunnya harga batubara. Apalagi peluang bisnis pembangkit terbilang besar mengingat kebutuhan listrik dalam negeri yang cukup besar. "Kami ingin diversifikasi namun tetap fokus di energi," lanjut Edward.

Saat ini ITMG telah memiliki satu pembangkit listrik berkapasitas 2 x 7 Mega Watt (MW) di Blok Timur area pertambangan salah satu entitas usahanya, PT Indominco Mandiri yang digunakan untuk keperluan sendiri.

 

Editor: Uji Agung Santosa

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Pemerintah menggodok kebijakan pengetatan kegiatan ekspor timah. Rencananya, pemerintah akan mewajibkan status clean and clear (CnC) sebagai syarat izin usaha pertambangan (IUP) timah, untuk mendapatkan rekomendasi izin ekspor.

Partogi Pangaribuan, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan mengatakan, saat ini pihaknya tengah memproses penyusunan draf revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah.

"Kami masih membahas dengan kementerian terkait maupun dengan pemerintah daerah," kata dia dalam pesan singkat kepada KONTAN, Senin (30/3).

Asal tahu saja, dalam Permendag Nomor 44/2014 pemerintah menetapkan empat jenis ekspor produk timah. Yakni, timah murni batangan dengan kandungan stannum (Sn) minimal 99,9%, timah murni bukan batangan dengan kandungan Sn paling rendah 99,93%, timah solder dengan kandungan Sn paling tinggi 99,7%, serta timah paduan bukan solder dengan kandungan Sn maksimal 96%.

Meskipun sudah ada klasifikasi produk sudah terperinci, namun beleid itu belum dapat menjamin keabsahan asal usul bijih timah. Sebab, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak terlibat dalam memberikan rekomendasi ekspor, sehingga tidak ada persyaratan IUP wajib CnC.

Sayangnya, Partogi enggan menerangkan klausul apa saja yang akan dimasukkan dalam calon beleid itu. Yang jelas, pihaknya melibatkan pemerintah daerah seperti Provinsi Bangka Belitung dan Kepulauan Riau yang selama ini berwenang memberikan rekomendasi ekspor.

Jabin Sufianto, Ketua Ketua Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) mengatakan, pihaknya menyambut positif upaya pemerintah untuk menyempurnakan beleid terkait ekspor timah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperketat ekspor timah sehingga harga jual akan kembali meningkat.

Ia bilang, sejumlah anggota AETI sedang menunggu proses penerbitan sertifikat CnC dari pemerintah daerah setempat. "Dari 19 perusahaan anggota kami, kebanyakan sudah status CnC, namun sebagiannya masih dalam proses," jelas Jabin.

Editor: Hendra Gunawan

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Harga minyak dunia turun pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para pedagang mempertimbangkan pembicaraan antara Iran dan kekuatan-kekuatan global yang dapat mengurangi sanksi internasional terhadap salah satu produsen minyak terkemuka dunia itu.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, merosot 19 sen menjadi ditutup pada 48,68 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, turun 12 sen menjadi menetap di 56,29 dollar AS per barel di London.

Pertemuan para menteri luar negeri Iran dan kekuatan-kekuatan utama dunia di kota Lausanne, Swiss, berpacu mencapai tenggat waktu Selasa tengah malam untuk melakukan kerangka kerja kesepakatan yang mereka harapkan akan menempatkan bom atom di luar jangkauan Teheran.

Pasar minyak mentah mengurangi kerugian mereka menjelang akhir sesi perdagangan, ketika Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan kepada CNN, pembicaraan akan diperpanjang hingga tengah malam untuk mencoba menyelesaikan beberapa masalah "sulit" yang menghalangi kesepakatan.

Prospek kesepakatan Iran lebih lanjut membebani pasar minyak, yang sudah menghadapi tekanan karena dolar menguat dan persediaan minyak bumi membanjir.

"Meskipun kesepakatan pada saat ini tidak akan terduga, kita akan tetap menganggapnya sebagai perkembangan 'bearish' baru, membawa kembali ekspor dan produksi Iran ke pasar jauh lebih dekat," kata Tim Evans, analis di Citi Futures.

Gene McGillian, pialang dan analis di Tradition Energy, memperkirakan minyak "akan terus berada di bawah tekanan" karena pasokan minyak mentah berlebih.

Editor: Yudho Winarto
Sumber: AFP

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Rebound harga tembaga diperkirakan hanya terjadi sementara. Dorongan kenaikan tipis ini karena pasar mengantisipasi rilis data ekonomi China pada Rabu (1/4) mendatang.

Mengutip Bloomberg, Senin (30/3) pukul 03:01 pm Hong Kong mencatat harga tembaga merangkak naik 0,64% ke level US$ 6.094 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Begitu pun dalam sepekan terakhir harga tembaga masih melorot 0,42%.

Ibrahim, Direktur dan Analis PT Ekuilibrium Komoditi Berjangka memaparkan bahwa kenaikan sementara ini hanya karena pasar sedang melakukan aksi wait and see. Perilaku pasar yang wait and see memberi peluang bagi harga tembaga untuk naik tipis.

Salah satunya menanti rilis data manufaktur China yang nantinya akan menjadi sinyal kondisi perekonomian China ke depannya. “Dilihat dari prediksi data yang akan rilis, China masih akan mengalami perlambatan ekonomi dan belum keluar dari masa krisisnya,” kata Ibrahim.

Hal ini karena menurut dugaan pasar, data PMI Manufaktur China Maret 2015 mengalami penurunan menjadi 49,7 dari bulan Februari 2015 yakni 49,9.

Tapi HSBC Final Manufaktur PMI China Maret 2015 diprediksi naik tipis menjadi 49,3 dari sebelumnya hanya 49,2. Menurut Ibrahim, kenaikan tipis ini belum melegakan. Penyebabnya adalah angka manufaktur yang masih berada di bawah level 50 memperlihatkan bahwa perekonomian China masih belum ekspansi.

Ini jelas tidak bagus bagi harga komoditas terutama tembaga. “Akibatnya kenaikan ini hanya sementara. Pada Selasa (31/3) harga tembaga akan kembali tersungkur,” duga Ibrahim.

Pasalnya secara fundamental kondisi di pasar belum berubah. Perlambatan ekonomi di banyak negara konsumen logam masih terjadi sehingga permintaan tembaga masih lesu.

Salah satu penekan utama harga tembaga adalah data industrial profit China yang telah turun 4,2% sepanjang Januari – Februari 2015 dibanding tahun sebelumnya. Dengan buruknya data ekonomi China ini, terlihat bahwa permintaan China sebagai salah satu konsumen terbesar logam global masih lesu.

Belum lagi aturan baru yang diterapkan oleh Menteri Tanah dan Sumber Daya China yang telah memerintahkan beberapa kota dan kabupaten untuk menunda dan mengurangi pasokan lahan baru.

Berdasarkan publikasi kementerian China seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (27/3) bahwa kebijakan ini dilakukan guna mengontrol fase konstruksi pembangunan rumah baru yang sudah kelebihan stok di China.

Persoalan penurunan permintaan tembaga ini tidak hanya berasal dari China tapi juga dari Amerika Serikat. “Keadaan ini terlihat dari buruknya rilis data Durable Goods Orders AS,” tambah Ibrahim.

Data Durable Goods Orders AS Februari 2015 tercatat menurun tajam hanya minus 0,4%. Padahal diprediksi bisa menyentuh 0,3% atau seharusnya naik dari Januari 2015 yakni 0,0%.

Di saat permintaan belum membaik, kembali beroperasinya pertambangan di Chile yang sempat terhenti karena cuaca beberapa waktu lalu. “Dengan beroperasinya tambang di Chile maka stok tembaga akan kembali melesat, sementara stok yang ada juga masih berlimpah,” jelas Ibrahim.

Perusahaan tambang pemerintah Chile, Codelco, kembali mengoperasikan empat pertambangannya di Gurun Atacama pada Kamis (26/3) lalu. Padahal pemberhentian aktivitas pertambangan pada hari sebelumnya telah mampu mengurangi pasokan produksi sekitar 1,6 juta metrik ton di Chile dan Peru.

“Penurunan harga tembaga ini bahkan bisa terjadi dalam jangka waktu mingguan,” prediksi Ibrahim.

Ini jika melihat pada keadaan bahwa grafik teknikal juga menunjukkan belum ada perubahan tren. Harga tembaga masih bergelut dalam tren bearish.

Secara teknikal, saat ini indikator moving average (MA) dan bollinger band berada di level 20% di atas bollinger bawah yang artinya penurunan lebih lanjut masih akan terjadi. Stochastic juga di level 70% negatif yang mengarah ke bawah. Hanya indikator relative strength index (RSI) 60% positif yang mengarah naik.

Garis moving average convergence divergence (MACD) masih memperlihatkan pergerakan wait and see. “Harga Selasa (31/3) bisa bergerak di kisaran US$ 5.910 – US$ 6.100 per metrik ton,” papar Ibrahim.

Untuk sepekan mendatang harga bisa berada di antara support US$ 5.700 dan resistance US$ 6.120 per metrik ton.

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

TEMPO.CO, Padang - Pemerintah mulai membangun jalan ton Trans Sumatera di kawasan Selatan pada akhir April 2015 ini. Ruas tol yang akan dibangun Bakauheni - Terbanggi Besar - Kayu Agung Palembang.

"Groundbreakingnya (peletakan batu pertama) oleh Presiden Joko Widodo akhir April," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadmuljono saat meninjau irigasi di kawasan Gunung Nago Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Ahad 29 Maret 2015.

Menurut Basuki, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar-Kayu Agung Palembang itu memiliki panjang sekitar 158 kilometer. Pembangunan diperkirakan rampung tiga tiga hingga lima tahun mendatang.

Basuki mengklaim, tidak ada kendala dalam pembebasan lahan. Pemerintah telah menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan dalam APBN 2015. "Dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), ada sekitar Rp 6 triliun untuk pembebasan lahan," ujarnya.

Pembangunan jalan tol Trans Sumatera juga sudah dimulai dengan ruas Medan-Binjai dan Pekanbaru-Kandis. Ruas sepanjang 20 kilometer itu ditargetkan selesai pada tahun 2017.

ANDRI EL FARUQI


Narasumber : tempo.co

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita