Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) minta para produsen timah tidak lagi minta rekomendasi ekspor ke Gubernur. Sebab, rekomendasi ekspor akan langsung dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Kementerian ESDM akan memberlakukan Peraturan Menteri ESDM No 11/2014 tentang Tata Cara dan Persyaratan Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri sebagai payung hukum pemberian rekomendasi eksportir terdaftar (ET) produk timah batangan.

Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengungkapkan, Kementerian ESDM dan Perdagangan masih memproses finalisasi draf revisi Permendag Nomor 44/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah. "Soal syarat mendapatkan rekomendasi sebagai ET tinggal langsung diaplikasikan," kata Sukhyar, Kamis (9/4).

Sebagai kilas balik, selama ini, Permen ESDM tersebut sudah berlaku untuk seluruh komoditas mineral baik logam, non logam, maupun batuan. Namun khusus timah, karena penerbitan rekomendasi ekspornya masih ke gubernur, maka sementara tidak menggunakan beleid itu. Nah, saat ini, aturan pengambilalihan kewenangan gubernur ke pemerintah pusat sudah siap diterbitkan.

Di beleid baru, persyaratan untuk mendapatkan rekomendasi ekspor produk timah tidak akan berbeda dengan komoditas mineral lain. Untuk mendapatkan rekomendasi ET berdasarkan Permen ESDM Nomor 11/2014 yaitu, salinan sertifikat clean and clear (CnC), report of analysis atawa sertifikat dari surveyor terkait pemenuhan batasan minimum, salinan perjanjian jual-beli yang memuat kualitas produk dan harga.

Selanjutnya, khusus untuk pemegang izin usaha pertambangan (IUP) pabrik pemurnian ataupun IUP pengolahan dan pengangkutan mesti menyertakan kerjasama dengan IUP operasi produksi yang berstatus CnC.

Menurut Sukhyar, nantinya seluruh pemegang ET timah batangan harus menyesuaikan dengan persyaratan yang ada dalam Permen ESDM. "Sekarang, masih banyak pemegang ET timah yang belum memiliki sertifikat CnC," kata dia.

Selain harus menjadi ET, dalam aturan soal ekspor timah itu juga produsen tidak wajib mengekspor melalui Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI).

Fenny Widjaja, Presiden Komisaris BKDI menyatakan, revisi aturan ekspor timah sudah melenceng jauh. "Dulu, penugasan satu bursa yaitu BKDI kan tujuannya sebagai pembentuk harga timah dunia, kalau ada dua atau lebih mana yang mau jadi acuan?" ujarnya.

Editor: Hendra Gunawan

Narasumber  : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Harga minyak mentah dunia menguat. Penguatan harga terjadi didorong oleh data ekonomi Jerman yang kuat dan belum pastinya kesepakatan program nuklir Iran.

Minyak mentah Amerika Serikat (AS) menguat 37 sen, atau 0,73% menjadi US$ 50,79 per barel. Sementara harga minyak mentah Brent naik sekitar US$ 1 menjadi US$ 57,8 per barel. Pada hari sebelumnya harga minyak mentah pada dua jenis tersebut turun sekitar US$ 3,5 per barel.

Minyak Brent menguat lebih dari 2% setelah ekonomi Jerman, yang terlihat dari data industrial dan perdagangan menguat. Selain itu pemerintahan Yunani juga telah mengatakan akan membayar utang-utangnya kepada International Monetery Fun (IMF).

Penguatan harga juga terjadi setelah sejumlah pejabat Iran mengatakan hanya akan menandatangani perjanjian penghentian program nuklir jika seluruh sanksi yang diberikan kepada Teheran dicabut.

Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago mengatakan, data ekonomi Jerman menjadi pendorong harga di tengah ekspektasi penghentikan program stimulus quantitive easing dari bank sentral AS (The Fed). "Belum selesainya masalah Iran juga membuat harga minyak menjadi bullish," katanya.

Editor: Uji Agung Santosa
Sumber: CNBC


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kamis (9/4) Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dan pihak perusahaan kelapa sawit serta asosiasi menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, crude palm oil (CPO).

Untuk harga CPO harga di Jambi mengalami penurunan.

Jika sebelumnya harga rata-ratanya Rp 7.229,09 kini menjadi Rp 7.227,58.

Sama halnya dengan Rata-rata inti sawit dari Rp 5.046,87 menjadi Rp 5.018,14. Namun selisih penurunannya tidak begitu signifikan.


Narasumber : tribunnews.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) berfluktuasi. Indeks Standard & Poor’s 500 turun 0,1% menjadi 2,080.40 pada 10:38 a.m. di New York. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 22,72 point atau 0,1% menjadi 17.879,79.

Fluktuasi bursa di AS terjadi setelah saham-saham perusahaan energi naik seiring dengan menguatnya harga minyak mentah.Saham Halliburton Co dan Anadarko Petroleum Corp menguat lebih dari 2,1%.

Sementara saham Alcoa Inc turun 4,7%. Saham Altera Corp juga turun 1,6% setelah kesepakatan pembelian saham oleh Intel Corp tidak tercapai."Pasar saat ini sedang menunggu  earnings," kata Jim Paulsen, chief investment strategist di Wells Capital Management.

Sebelumnya S&P 500 menguat pasca rapat FOMC. Bursa AS juga dipengaruhi oleh masih buruknya data ketenagakerjaan di Negeri Paman Sam tersebut.

Tujuh dari 10 grup industri di S&P 500's pada perdagangan hari ini melemah. Sektor saham yang paling melemah adalah keuangan dan industri aneka. Sejumlah saham perusahaan telekomunikasi juga melemah. Sementara itu saham perusahaan energi naik setelah harga minyak menguat 1%.

Editor: Uji Agung Santosa
Sumber: Bloomberg

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Penguatan index USD pasca pertemuan FOMC menekan harga komoditas termasuk aluminium. Ditambah lagi prediksi memburuknya stok aluminium yang tidak diiringi dengan membaiknya permintaan global membuat harga aluminium ambruk.

Mengutip Bloomberg, Kamis (9/4) pukul 10.03 am Shanghai harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange tercatat menukik 0,28% ke level US$ 1.766 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Harga ini juga sudah merosot 0,89% dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan laporan kuartal satu 2015 Alcoa Inc, produksi aluminium global akan berlebih 326.000 metrik ton di tahun 2015. Permintaan aluminium diduga hanya naik 6,5% tahun ini atau menjadi kenaikan terendah sejak 2012 silam.

Sementara di sisi lain, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg Intelligence Kamis (9/4) produksi aluminium China tahun 2014 sudah naik 9,1% . Ekspor nasional China membuat terjadinya kelebihan stok walaupun beberapa smelter aluminium seperti Alcoa dan Co Rusal Inggris sudah melakukan pemangkasan produksi.

“Tidak bisa dilupakan bahwa penguatan index USD setelah FOMC memberikan tekanan terhadap harga aluminium,” kata Ibrahim, Analis dan Direktur PT Ekuilibrium Komoditi Berjangka. Sampai Kamis (9/4) pukul 14.50 WIB index USD naik ke level 98,30.

Notulensi FOMC membentuk opini pasar bahwa kenaikan suku bunga AS masih bisa terjadi di tahun ini. Hal ini terlihat dari tidak digunakannya kata sabar dalam pernyataan tersebut. Walaupun beberapa pejabat The Fed masih memiliki persepsi berbeda mengenai waktu yang pas untuk menaikkan suku bunga tersebut.

“Pelaku pasar kembali fokus pada index USD. Perlu diingat juga peluang index USD untuk kembali naik ke level 100 di bulan April ini masih terbuka,” jelas Ibrahim.

Faktor lainnya yang menyeret langkah aluminium adalah perlambatan properti yang terjadi di China. “Perlu diingat bulan Februari 2015 terjadi perlambatan 60% dalam transaksi properti China,” kata Ibrahim. Sebagai salah satu bahan utama industri properti, maka tidak mengherankan kalau harga aluminium masih sulit pulih.

Apalagi Menteri Tanah dan Sumber Daya China telah memerintahkan beberapa kota dan kabupaten untuk menunda dan mengurangi pasokan lahan baru. Berdasarkan publikasi kementerian China seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (27/3) bahwa kebijakan ini dilakukan guna mengontrol fase konstruksi pembangunan rumah baru yang sudah kelebihan stok diChina.

Ibrahim menduga penurunan ini masih akan berlanjut pada Jumat (10/4). Walaupun rilis data ekonomi AS diprediksi kurang memuaskan, namun faktor keadaan ekonomi global jelas lebih berpengaruh.

“Saat ini terjadi tarik ulur antara The Fed dan bank sentral negara lainnya seperti ECB, BOJ, dan China,” papar Ibrahim. Sementara bank sentral lainnya sedang berupaya melonggarkan stimulus untuk mendongkrak perekonomian, The Fed justru berpeluang melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Efeknya, terjadi penyerapan USD yang tinggi di pasar oleh negara-negara yang membeli obligasi. Dollar AS kembali menjadi incaran dan tentunya ini mendorong penguatan USD.

Tentu keadaan ini membuat tidak ada peluang bagi harga komoditas termasuk aluminium untuk menguat. “Walaupun mungkin pelemahan yang terjadi tipis karena laju index USD tertahan jika data buruk sesuai prediksi,” ujar Ibrahim.

Adapun data ekonomi yang dinanti adalah rilis jobless claim mingguan AS yang kembali diduga mengalami pembengkakan dari 268 ribu menjadi 283 ribu.

Secara teknikal, indikator moving average (MA) dan bollinger band bergerak 70% di atas bollinger bawah yang artinya memberikan peluang untuk turun lanjutan meski tipis. Garis moving average convergence divergence (MACD) juga 60% negatif yang mengindikasikan pergerakan ke bawah. Stochastic 70% negatif mengajak turun tajam. Hanya relative strength index (RSI) yang masih wait and see.

“Jumat (10/4) harga aluminium bisa bergulir di antara US$ 1.700 – US$ 1.722 per metrik ton,” prediksi Ibrahim. Sedangkan untuk sepekan mendatang harga aluminium diduga bergulir di kisaran support US$ 1.670 per metrik ton dan resistance US$ 1.725 per metrik ton. - NAMIRA DAUFINA

Editor: Hendra Gunawan

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita