Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Harga tembaga terangkat. Melemahnya dollar Amerika Serikat (AS) akibat data ekonomi yang menujukkan hasil buruk membuat harga komoditas logam ini naik.

Mengutip Bloomberg, Jumat (24/4) harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange tercatat senilai US$ 6.030 per metrik ton naik 1,51% dibandingkan hari sebelumnya. Selama sepekan harga turun 0,49%.

Ibrahim, Analis dan Direktur PT Ekuilibrium Komoditi Berjangka mengatakan tertekannya dollar AS membuat harga tembaga terangkat. Dollar AS tertekan akibat buruknya data pesanan barang tahan lama inti (core durable goods orders) AS yang dirilis Jumat (27/4).

Perlu diketahui data pesanan barang tahan lama inti (core durable goods orders) AS per maret tercatat negatif 0,04%. Perolehan ini meleset dari prediksi sebesar 0,3%.

Ibrahim menduga indeks dollar AS sontak melemah pasca buruknya data tersebut. Mengacu Bloomberg Jumat (27/4) indeks dollar AS tercatat di level 96,922, turun 0,37 jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Kesempatan saat dollar melemah pun dimanfaatkan oleh pelaku pasar. “Pelaku pasar langsung melakukan pembelian terhadap komoditas tembaga,” kata Ibrahim.
Ibrahim memprediksi, dengan buruknya data ekonomi AS pada Jumaat (24/4), harga tembaga berpeluang menguat pada Senin (27/4) dan Selasa (28/4). “Tetapi penguatannya terbatas,” kata dia.

Lebih lanjut menurut Ibrahim untuk jangka menengah dan panjang harga tembaga masih dihantui penurunan. Ini akibat perlambatan ekonomi China sebagai Negara importir terbesar tembaga, yang kemungkinan membuat permintaan untuk komoditas ini turun.

Secara teknikal Ibrahim memaparkan, moving average dan Bollinger band berada 40% diatas Bollinger bawah. Stochastic 60% mengindikasikan harga tembaga berpeluang menguat. Moving average convergence divergence 60% positif, mengartikan harga tembaga akan menguat tetapi terbatas. Sementara relative strength index (RSI) 60 positif.

Ibrahim menduga Senin (27/4) harga tembaga akam berada di kisaran US$ 6.025 – US$ 6.130 per metrik ton. Selama sepekan harga akan berada dikisaran US$ 5.900-US$ 6.130

Editor: Uji Agung Santosa


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memastikan Jalan Tol Cikopo-Palimanan dapat digunakan pemudik Lebaran pada tahun ini. Basuki mengklaim pengoperasian tol tersebut dapat mencegah kemacetan lalu lintas pada musim Lebaran.

"Jalan tol yang termasuk dalam program khusus Cikopo-Palimanan akan selesai pada pertengahan Mei. Saya pastikan sebelum puasa, tol sudah bisa kita manfaatkan," ujar Basuki dalam diskusi Teras Kita di FX Senayan, Jakarta, Sabtu (25/4).

Basuki mengatakan, proyek pembangunan Tol Cikopo-Palimanan yang diperkirakan selesai pada pertengahan Mei hingga Juni 2015 tersebut bertujuan untuk memecah masalah kemacetan yang kerap kali terjadi saat Lebaran.

Menurut Basuki, pembangunan telah memperhitungkan pertumbuhan jumlah kendaraan di Jakarta. Dia menjelaskan, tol alternatif dari pantura hingga Brebes tersebut memiliki daya tampung sekitar 50 persen dari jumlah kendaraan yang melalui arus mudik.

"Bayangkan kalau tol tidak ada, sementara jumlah kendaraan terus meningkat, apa yang akan terjadi?" kata Basuki.

Selain itu, menurut dia, Kementerian PU juga akan menyelesaikan Jalan Tol Pejagan-Brebes. Jika memang layak operasi, rencananya ruas tol tersebut juga bisa dilalui saat terjadi peningkatan arus mudik.

Selain memperlancar arus lalu lintas, kata Basuki, tol yang segera selesai dibangun itu juga dapat memperpendek jarak tempuh. (Abba Gabrillin)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Kurs dollar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi dari negara itu secara keseluruhan negatif.

Dalam pekan yang berakhir 18 April, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal yang disesuaikan secara musiman naik 1.000 menjadi 295.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis. Perkiraan terbaru itu lebih tinggi dari konsensus pasar 286.000.

Penjualan rumah keluarga tunggal baru pada Maret berada di tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 481.000 unit, Departemen Perdagangan AS melaporkan Kamis. Angka itu 11,4 % di bawah tingkat Februari yang direvisi 543.000 unit dan jauh di bawah konsensus pasar 518.000 unit.

Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,70 % menjadi 97,246 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0825 dollar dari 1,0742 dollar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5057 dollar dari 1,5045 dollar di sesi sebelumnya. Dollar Australia naik ke 0,7777 dollar dari 0 7772 dollar.

Dollar AS dibeli 119,49 yen Jepang, lebih rendah dari 119,87 dari sesi sebelumnya. Dollar AS merosot menjadi 0,9547 franc Swiss dari 0,9696 franc Swiss, dan merosot menjadi 1,2144 dollar Kanada dari 1,2227 dollar Kanada.

Editor: Yudho Winarto
Sumber: Xinhua

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARta. Isu melimpahnya suplai kembali merongrong harga minyak mentah. Di sisi lain, konflik di kawasan Timur Tengah yang sempat mendorong kenaikan harga minyak, kini mulai mereda.

Mengutip Bloomberg Rabu (22/4), pukul 17.10 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juni 2015 di New York Mercantile Exchange turun 0,90% menjadi US$ 56,10 per barel.

Harga minyak sudah jatuh 3,46% dari level tertinggi empat bulan. Pada 16 April lalu, minyak mentah sempat bertengger di posisi US$ 58,11 per barel. Ini harga tertinggi semenjak 23 Desember 2014.

Harga minyak tergelincir karena pelaku pasar mengantisipasi data stok minyak Amerika Serikat yang diprediksi naik 3,2 juta barel per 17 April lalu. Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan merilis data ini Rabu (22/4) malam. Perkiraan ini sejalan laporan American Petroleum  Institute (API) yang menyebutkan stok di AS naik 5,5 juta barel per pekan lalu.

Analis PT Monex Investindo Albertus Christian menyebutkan, kenaikan stok minyak  mengindikasikan laju produksi di AS mulai normal. Sebelumnya, pasar berspekulasi produksi minyak AS akan berkurang, karena jumlah rig yang beroperasi dikurangi.

Namun, di sisi lain, Amerika justru menggenjot produksi shale oil. "Pasar masih sulit melihat efek pengurangan jumlah rig minyak di tengah upaya AS mengerek produksi shale oil," kata Hannes Loacker, analis Raiffeisen Bank International AG kepada Bloomberg, Selasa (22/4).

Albertus menambahkan, harga minyak juga kehilangan sentimen yang bisa menyokong harga. Soalnya, konflik geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Kemarin, Arab Saudi menyatakan bakal menyetop serangan udara terhadap pemberontak Yaman.

Masih koreksi

Analis PT Soe Gee Futures, Nizar Hilmy menduga, harga minyak masih cenderung turun. Sebab, isu konflik yang mungkin mengganggu produksi minyak di Timur Tengah mulai mereda.

Penurunan harga bisa lebih dalam, jika data manufaktur Eropa, China dan Amerika Serikat memburuk. Data-data tersebut akan dirilis  pekan ini. "Aktivitas manufaktur yang lemah menjadi indikator lemahnya permintaan minyak untuk industri," terang Nizar.Meski demikian,  ada peluang harga minyak konsolidasi, apabila dollar AS tidak menguat signifikan.

Secara teknikal, menurut Nizar, harga berada di atas moving average (MA) 10 dan 25, mengindikasikan harga cenderung naik. Moving average convergence divergence (MACD) berada di area positif 1,8, dengan histogram di atas garis 0. Ini memperlihatkan tren naik. Hanya, relative strength index (RSI) 14 sudah turun ke level 61 dan stochastic sudah turun dari 90 ke 86. Kedua indikator ini  mengkonfirmasi peluang koreksi.

Prediksi Nizar, hingga akhir pekan ini, harga WTI rawan terkoreksi ke US$ 50-US$ 57 per barel. Christian menebak, minyak akan bergulir di kisaran US$ 52,35-US$ 57,80 per barel sepekan ini.

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Harga minyak AS berakhir turun pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data minyak mingguan AS menunjukkan persediaan minyak mentah lebih tinggi, tetapi produksinya sedikit lebih rendah.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 45 sen menjadi ditutup pada 56,16 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Tetapi patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, naik 65 sen menjadi menetap di 62,73 dollar AS per barel di perdagangan London.

Persediaan minyak mentah komersial AS naik untuk pekan ke-15 berturut-turut, kali ini sebesar 5,3 juta barel pada periode yang berakhir 17 April, menjadi 489 juta barel, 91,3 juta barel lebih dari setahun sebelumnya.

Kenaikan itu mengangkat pasokan minyak AS ke tingkat rekor tertinggi, Departemen Energi AS mengatakan.

Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak, naik 740.000 barel menjadi 62,2 juta barel.

Namun, produksi minyak mentah AS merosot sebesar 18.000 barel per hari, sekitar 0,2 %.

Gene McGillian, pialang dan analis di Tradition Energy, mengatakan penurunan produksi itu kemungkinan mendorong beberapa spekulan yang percaya produksi minyak akan jatuh lebih jauh karena pengurangan dalam pengeboran.

"Pertanyaannya apakah harapan mereka akan tetap dibenarkan," kata McGillian, menambahkan bahwa fundamental pasokan jangka pendek tetap "lemah."

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita