Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. China sebagai macan Asia tahun ini sulit untuk bergerak. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan ekonomi China tahun ini hanya tumbuh 6,8%.

Dalam Regional Economic Outlook terbaru IMF tentang Asia dan Pasifik, IMF mengatakan perlambatan yang terjadi di negara China sebagian besar adalah struktural. Berlanjutnya pelemahan China pada triwulan pertama 2015 yang hanya tumbuh 7%, merupakan hasil dari pelambatan yang terjadi pada sektor rumah tangga dan tingginya perhatian pada beban utang.

Aktivitas ekonomi terkontraksi ke level 7,4% pada 2014, turun dari level 7,8% pada 2013. Perlambatan ini merefleksikan penurunan yang tajam pada investasi residensial yang menyebabkan penurunan harga rumah di 70 kota.

Meskipun begitu, pengeluaran infrastruktur dari pemerintah lokal bisa mendukung pertumbuhan. Tingkat pertumbuhan China diperkirakan akan berlanjut ke level bawah dalam jangka menengah sebagai hasil proses rebalancing.

"Pertumbuhan diproyeksikan menurun ke 6,8% di 2015 dan 6,3% di 2016," ujar Deputi Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Kalpana Kochhar, Kamis (7/5). Perlambatan ini akan sangat berpengaruh bagi negara regional Asia.

IMF memperkirakan pertumbuhan negara regional Asia dan Pasifik tetap pada level 5,6% tahun ini lalu menurun sedikit ke level 5,5% pada 2016.

 

Editor: Sanny Cicilia

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Bisnis.com, JAKARTA—CPO di Bursa Malaysia terus menanjak pada awal perdagangan Rabu (6/5/2015) terpacu oleh kenaikan harga minyak kedelai.

Kontrak berjangka CPO untuk Juli 2015, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka naik 0,74% ke harga 2.173 ringgit atau Rp 7,95 juta per ton. CPO diperdagangkan di angka 2.183 ringgit per ton pada pukul 10.08 WIB, atau lebih tinggi 1,21% dari harga penutupan kemarin.

Sawit konsisten diperdagangkan di atas hari penutupan kemarin dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,25% ke 2.184 ringgit atau Rp7,96 juta per ton.

CPO masih bergerak positif setelah kemarin melonjak 2,62% pada penutupan terdorong oleh pelemahan ringgit dan harga minyak kedelai yang semakin mahal.

Kontrak minyak kedelai pengiriman Juli 2015 naik 0,82% ke US$33,32/pound. Harga komoditas subtitusi utama CPO dalam industri pengolahan tersebut pekan ini telah menguat lebih dari 5%.

Adapun ringgit hari ini melonjak 1,11% pada pukul 10.28 WIB setelah terdepresiasi 1,52% dalam 5 hari sebelumnya.

 

Pergerakan Harga Kontrak CPO Juli 2015

 

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

6/5/2015

2.183

+1,21%

5/5/2015

2.157

+2,62%

30/4/2015

2.102

+0,96%

29/4/2015

2.082

-0,43%

28/4/2015

2.093

-0,71%

Sumber: Bloomberg

 

Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Kurs dollar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah sejumlah data ekonomi yang keluar dari negara itu tampak bervariasi.

Defisit perdagangan internasional dalam barang dan jasa naik menjadi 51,4 miliar dollar AS pada Maret dari tingkat revisi 35,9 miliar dollar AS pada Februari, Departemen Perdagangan melaporkan, Selasa.

Defisit perdagangan Maret adalah yang terbesar sejak Oktober 2008 dan di atas konsensus pasar 42,0 miliar dollar AS.

Sementara itu, Indeks Non-Manufaktur tercatat 57,8 % pada April, 1,3 % lebih tinggi dari angka Maret 56,5 %, menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor non-manufaktur AS, kata Institute for Supply Management (ISM) dalam survei bulanannya pada Selasa.

Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,45 % menjadi 95,055 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1195 dollar dari 1,1140 dollar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5177 dollar dari 1,5118 dollar pada sesi sebelumnya.

Dollar Australia naik ke 0,7942 dollar dari 0,7846 dollar. Dollar AS dibeli 119,87 yen Jepang, lebih rendah dari 120,10 yen pada sesi sebelumnya. Dollar AS turun menjadi 0,9262 franc Swiss dari 0,9343 franc Swiss, dan merosot menjadi 1,2069 dollar Kanada dari 1,2103 dollar Kanada.

Editor: Yudho Winarto
Sumber: Xinhua

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Harga minyak dunia melayang lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena pasar kekurangan berita-berita besar untuk petunjuk arah sehingga para pedagang terus khawatir tentang pasokan global minyak mentah yang berlimpah.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 22 sen menjadi ditutup pada 58,93 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan global, menetap hampir tidak berubah pada 66,45 dollar AS per barel, turun satu sen dari tingkat penutupan Jumat lalu. Di Inggris, bank dan bisnis lainnya ditutup pada Senin untuk hari libur umum.

"Tidak terlalu banyak berita. Apa yang terjadi adalah orang terus memiliki kekhawatiran tentang kelebihan pasokan ," ujar Bart Melek dari TD Securities.

"OPEC memproduksi di 31.300.000 barel (per hari), produksi AS tidak turun sangat cepat dan, dengan demikian, persediaan minggu ini sangat jauh bisa membuktikan terjadi penurunan besar yang bisa menjadi penggerak untuk WTI." Ekspektasi penurunan produksi minyak mentah AS yang kuat telah membantu mendorong kenaikan pasar minyak dalam beberapa pekan terakhir.

"Ketika minggu baru perdagangan akan berlangsung, harga minyak diperdagangkan hanya sedikit di bawah tingkat tertinggi multi-bulan yang mereka catat pada akhir pekan lalu," analis Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan penelitian.

"Dalam sebulan terakhir saja, Brent telah meningkat sebesar 21 % dan WTI sebesar 25 %, kenaikan bulanan tertajam sejak Mei 2009. Tidak ada pembenaran yang mendasar untuk lonjakan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir, yang disebabkan pertama dan terutama spekulasi tentang pasokan rendah di paruh kedua tahun ini."

Editor: Yudho Winarto
Sumber: Xinhua



Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi masih belum merata. Badan Pusat Statistik mencatat Pulau Jawa masih menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal pertama 2015. Kontribusinya sebesar 58,3% terhadap produk domestik bruto.

Di posisi kedua, ada Pulau Sumatera sebesar 22,58% dan Pulau Kalimantan sebesar 8,26%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, nilai sumber pertumbuhan kuartal pertama di Pulau Jawa mencapai 3%.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan pertama 2015 tercatat sebesar 4,71% secara tahunan (yoy). Sementara bila dibanding secara triwulan bulan sebelumnya ekonomi Indonesia menurun 0,18%.

Pertumbuhan tahunan 4,71% ini merupakan pertumbuhan yang terendah sejak 2011. Triwulan pertama 2014 ekonomi Indonesia tumbuh 5,14%, triwulan pertama 2013 tumbuh 5,61%, triwulan pertama 2012 tumbuh 6,11%, dan triwulan pertama 2011 tumbuh 6,48%.

Pertumbuhan ekonomi  tertinggi terdapat di Bali dan Nusa Tenggara. BPS menghitung, pertumbuhan kedua daerah itu mencapai 8,86%.

Editor: Edy Can

Narasumber : kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita