- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2283
NEW YORK. Kurs dolar AS bangkit kembali dari tingkat terendah dalam sembilan pekan pada Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang bervariasi.
Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Jumat bahwa aktivitas manufaktur tetap tidak berubah pada April, dengan indeks manufaktur ISM tercatat 51,5, sama seperti bulan sebelumnya, gagal memenuhi konsensus pasar 52,0.
Sementara itu, sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh perusahaan data keuangan Markit pada Jumat, menunjukkan angka awal Indeks Pembelian Manajer (PMI) untuk sektor manufaktur turun menjadi 54,1 pada April dari angka akhir 55,7 pada Maret.
Survei sentimen konsumen Universitas Michigan menunjukkan angka akhir 95,9, naik dari posisi Maret di 93,0. Sementara itu, data belanja konstruksi untuk Maret yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan penurunan 0,6%.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,78% menjadi 95,342 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1192 dollar dari 1,1253 dollar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5133 dolar dari 1,5352 dollar di sesi sebelumnya. Dollar Australia turun ke 0,7824 dollar dari 0,7916 dollar.
Dolar AS dibeli 120,28 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,34 yen pada sesi sebelumnya. Dollar AS naik menjadi 0,9343 franc Swiss dari 0,9322 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2170 dollar Kanada dari 1,2090 dollar Kanada.
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2387
Bisnis.com, JAKARTA— CPO di Bursa Malaysia rebound pada Kamis (30/4/2015) dan berpotensi mengakhiri tren pelemahan yang sudah berlangsung 6 hari.
Kontrak berjangka CPO untuk Juli 2015, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka naik 0,72% ke harga 2.097 ringgit atau Rp 7,63 juta per ton. CPO diperdagangkan di angka 2.101 ringgit per ton pada pukul 10.04 WIB, atau lebih tinggi 0,91% dari harga penutupan kemarin.
Sawit konsisten diperdagangkan di atas hari penutupan kemarin dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,01% ke 2.103 ringgit atau Rp7,65 juta per ton.
CPO berpotensi mengakhiri kelesuan harga yang telah berlsngsung sejak Rabu pekan lalu (22/4/2015). Ringgit yang kuat dan potensi kenaikan produksi pekan ini telah menekan harga CPO ke level terendah dalam 7 bulan.
Pergerakan Harga Kontrak CPO Juli 2015
|
Waktu |
Ringgit Malaysia/Ton |
Persentase Perubahan |
|
30/4/2015 (10.04 WIBO |
2.101 |
+0,91% |
|
29/4/2015 |
2.082 |
-0,43% |
|
28/4/2015 |
2.093 |
-0,71% |
|
27/4/2015 |
2.108 |
-2,14% |
|
24/4/2015 |
2.154 |
-0,19% |
Sumber: Bloomberg
Narasumber : bisnis.com
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2367
NEW YORK. Kurs dollar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah laporan PDB yang lebih lemah dari perkiraan dan pernyataan kebijakan Federal Reserve yang dipantau secara cermat.
Produk domestik bruto (PDB) riil AS hanya meningkat pada tingkat tahunan 0,2 % di kuartal pertama tahun ini, menurut perkiraan awal yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Rabu.
PDB kuartal pertama menunjukkan penurunan tajam dari kecepatan 2,2 % pada kuartal sebelumnya dan di bawah konsensus pasar meningkat 1,0 %.
Greenback berada di bawah tekanan lebih lanjut ketika pernyataan Fed baru dirilis setelah pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Rabu, menunjukkan para pejabat terutama fokus pada pelemahan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut pernyataan itu, pertumbuhan ekonomi AS telah "melambat" sejak pertemuan Fed terakhir pada Maret, menurunkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga bunga secepatnya pada Juni.
Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,90 % menjadi 95,228 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1114 dollar dari 1,0979 dollar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5430 dollar dari 1,5337 dollar di sesi sebelumnya. Dollar Australia naik ke 0,8033 dollar dari 0,8015 dollar.
Dollar AS dibeli 119,01 yen Jepang, lebih tinggi dari 118,87 yen pada sesi sebelumnya. Dollar AS merosot ke 0,9397 franc Swiss dari 0,9542 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2012 dollar Kanada dari 1,2031 dollar Kanada.
Narasumber : kontan.co.id
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2312
NEW YORK. Harga minyak dunia bergerak lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), didukung oleh melemahnya dollar dan sedikit penurunan dalam persediaan minyak mentah AS di terminal utama Cushing, yang pertama dalam lebih dari empat bulan.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, melonjak 1,52 dollar AS menjadi ditutup pada 58,58 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan global, menetap di 65,84 dollar AS per barel di perdagangan London, meningkat 1,20 dollar AS dari penutupan Selasa.
WTI, yang jatuh pada pembukaan perdagangan, berbalik naik atau "rebound" setelah Departemen Energi AS (DoE) merilis laporan stok minyak mingguan.
Para pedagang tampak melihat kenaikan lebih kecil dari yang diperkirakan 1,9 juta barel minyak mentah pekan lalu, kenaikan ke-16 berturut-turut, yang membawa stok ke rekor tertinggi baru 490,9 juta barel.
Pasar fokus pada penurunan pertama dalam persediaan pada pusat utama di Cushing, Oklahoma, sejak akhir November. Meskipun kecil, yakni setengah juta barel menjadi 61,7 juta barel tetapi penurunan ini dipandang sebagai tanda pemotongan dalam produksi minyak mentah AS yang tinggi.
Pasar juga mendapat "banyak" dukungan dari dollar yang bergerak lebih rendah, kata John Kilduff dari Again Capital. Pelemahan greenback membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dollar lebih murah untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.
Dollar jatuh terhadap euro karena laporan pemerintah AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia itu hampir terhenti pada kuartal pertama. Pada akhir perdagangan unit AS berada di 1,1110 dollar per euro, dibandingkan dengan 1,0981 dollar pada Selasa sore.
Sementara itu, pada akhir pertemuan kebijakan dua hari, Federal Reserve membiarkan rentang waktu untuk kenaikan suku bunga ultra-rendah tetap terbuka. Dikatakan bank sentral melihat perlambatan ekonomi "sebagian" karena faktor sementara, memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan kembali ke "kecepatan yang moderat".
Narasumber : kontan.co.id
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2130
NEW YORK. Harga minyak mentah dunia diperdagangkan bervariasi pada Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah laporan bahwa Iran telah menyita sebuah kapal kargo di perairan teritorial Iran di Selat Hormuz yang strategis, rute transit utama minyak.
Kontrak berjangka AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, bertambah tujuh sen, menjadi berakhir di 57,06 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni menetap di 64,64 dollar AS per barel, merosot 19 sen dari tingkat penutupan Senin.
Harga minyak, yang telah diperdagangkan di wilayah negatif, berbalik naik atau rebound setelah dilaporkan bahwa Iran memerintahkan kapal kargo Maersk Tigris berbendera Marshall Islands untuk berlabuh di Bandar Abbas pada Selasa karena perselisihan komersial.
Para pejabat pertahanan AS mengatakan Tigris dipaksa berlabuh setelah sebuah kapal angkatan laut Iran "melepaskan tembakan" di samping haluan kapal. Militer AS memerintahkan sebuah kapal perusak angkatan lautnya ke wilayah tersebut.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu karena Arab Saudi dan sekutu Teluk-nya mengobarkan operasi militer serangan udara terhadap pemberontak Huthi di Yaman yang didukung Iran.
"Ini bisa menjadi beberapa bentuk pernyataan politik yang menekankan ketidakpuasan Iran terhadap aktivitas koalisi Saudi," Richard Mallinson, analis geopolitik konsultan Energy Aspects mengatakan kepada AFP.
Hampir sepertiga dari minyak diperdagangkan di dunia melewati Selat Hormuz yang sempit, yang menghubungkan Teluk kaya minyak ke Samudera Hindia.
Para pedagang sedang menunggu laporan persediaan mingguan AS dari Departemen Energi AS pada Rabu. Stok diperkirakan telah meningkat 2,5 juta barel ke rekor baru dalam pekan yang berakhir 17 April menurut survei para ahli oleh Bloomberg News.
Stok minyak mentah naik menjadi 489 juta barel pada minggu sebelumnya, tingkat tertinggi dalam lebih dari 80 tahun.

















Semua Berita