- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2487
Bisnis.com, KARAWANG—Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian beserta pelaku usaha berharap dalam 5 tahun ke depan industri mobil Indonesia dapat menyaingi Thailand.
Merujuk data Asean Automotive Federation (AAF), produksi mobil Indonesia pada 2012 mencapai 1.065.557 unit kemudian naik sekitar 13% pada 2013 menjadi 1.208.211 unit. Pada 2012 Thailand memproduksi 2.453.717 unit mobil dan naik sedikit setahun kemudian menjadi 2.457.057 unit.
Pada periode Januari-September 2014 produksi Indonesia sudah mencapai 993.720 unit, yang secara year to date naik 11,9% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 887.652 unit.
Adapun Thailand pada periode yang sama tahun ini mencapai 1.408.540 unit. Jumlah tersebut menurun 27% dari periode yang sama pada 2013 yang mencapai 1.930.229 unit.
AAF menyebut Indonesia pada 2012 Indonesia menjual 1.116.212 unit, dan naik sekitar 10% pada tahun berikutnya mencapai 1.229.901 unit. Pada periode Januari-September penjualan Indonesia sudah mencapai 932.943 unit, naik secara year to date dari tahun sebelumnya yang mencapai 908.330 unit.
Sedangkan Thailand pada 2012 menjual 1.436.335 unit mobil, turun sekitar 7% pada 2013 yang mencapai 1.330.672 unit. Pada periode Januari-September menjual 648.410 unit atau turun 37,3% dari capaian pada periode ang sama tahun lalu yang mencapai 1.034.279 unit.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, penjualan pada periode Januari-Oktober mencapai 1,038 juta unit dari target yang dipatok hingga akhir tahun sebanyak 1,25 juta unit. Dari informasi yang dirangkum Bisnis, Gaikindo mencanangkan pada 2020 penjualan mencapai 2 juta unit.
Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan setidaknya Indonesia dapat menjadi nomor satu di kawasan Asia Tenggara baik dari segi produksi, pasar domestik, serta ekspor. Untuk mewujudkan hal itu Saleh menyebut, industri otomotif harus mengembangkan industri pendukung dalam hal ini komponen.
Sehingga industri otomotif domestik kuat dari hulu hingga hilir. Selain itu, Saleh berharap para prinsipal mengembangkan kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia sehingga meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
“Menyaingi Thailand bukan hanya dari segi industri tapi juga ekspor. Salah satunya harus mengembangkan industri komponen. Selain itu sedapat mungkin R and D dilakukan di Indonesia sehingga akan meningkatkan daya saing industri dan nilai tambah serta menciptakan lapangan pekerjaan,†kata Saleh akhir pekan lalu.
Usaha untuk melampaui Thailand tersebut diamini Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Soerjono. Menurutnya, tak salah jika produsen dan pemerintah menargetkan 5 tahun ke depan dapat menyaingi Thailand.
Para produsen dinilai sudah mengetahui potensi penduduk serta luas wilayah Indonesia yang melebihi Thailand sehingga pasar otomotif akan terus berkembang.
“Pasar domestik Thailand tidak bisa lebih dari 1,2 juta. Artinya mereka tidak bisa berkembang lagi dan prinsipal akan berpikir Indonesia domestic market-nya berkembang. Sekaligus ekspornya juga bisa ditingkatkan. Saya kira bisa melampaui Thailand lima tahun ke depan. Kalau Thailand 50% buat eskpor saya berharap kita 30% sudah bagus,†ujar Soerjono.
Untuk ekspor, Gaikindo menyebut menunjukan tren positif. Pada periode Januari-September ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 147.692 unit, lebih tinggi dari ekspor pada periode sama tahun sebelumnya 124.573 unit. Hingga bulan kesembilan Gaikindo mencatat produksi mobil mencapai 993.720 unit, sehingga jumlah ekspor menguasai sekitar 14,8% total produksi.
Pertumbuhan positif juga terjadi pada ekspor jenis kendaraan terurai (CKD). Hingga September tahun ini total ekspor CKD sebanyak 81.257 unit, meningkat dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya 79.006 unit. Ketua Gaikindo Sudirman Maman Rusdi mengatakan, target ekspor tahun ini mencapai 200.000 unit CBU dan 120.000 unit CKD.
“Untuk capaian hingga Oktober sudah sekitar 70%. Kami optimistis hingga akhir tahun target akan tercapai,†ujar Sudirman.
Pada 2013 terdapat 89 negara yang dijadikan pasar ekspor otomotif. Lima besar negara tujuan ekspor adalah Arab Saudi 41.368 unit, Filipina 19.956 unit, Thailand 18.775 unit, Jepang 13.367 unit, dan Malaysia 10.887 unit. Pada tahun tersebut jumlah mobil buatan dalam negeri yang diekspor mencapai 170.907 unit, didominasi mobil dengan tipe 4x2 sebanyak 64%.
Sedangkan untuk meningkatkan produksi komponen, Gaikindo mendorong pabrik komponen agar meningkatkan kemampuan rancang bangun. “Tadinya proses base yakni dari pabrikan memberi spesifikasi ke agen komponen. Sekarang kami dorong agar mereka juga menyumbangkan hasil produk inovasi mereka,†ujar Sudirman.
Di sisi lain Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Made Dana Tangkas mengamini, seperti yang diharapkan pemerintah industri komponen sangat besar pengaruhnya bagi industri otomotif Indonesia. Untuk itu TMMIN berkomitmen mengembangkan struktur industri komponen yang lebih kuat di Indonesia.
“Ke depan kami harapkan tumbuhnya pemain lokal baik di tier 1 atau 2. Supaya benar-benar sumber daya di Indonesia bisa kita gunakan untuk membuat produk dalam negeri,†Kata Made.
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2643
Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian memproyeksikan bisnis industri besi dan baja domestik pada 2015 akan lebih baik dibandingkan tahun ini.
Kini pemerintah memiliki kelonggaran dalam alokasi dana untuk proyek infrastruktur. Penghematan anggaran negara dari kenaikan harga bensin bersubsidi akan menambah belanja modal yang mayoritas akan dialokasikan untuk infrastruktur.
Direktur Industri Material Logam Dasar Ditjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Irmawan meramalkan peluang bisnis industri besi dan baja akan membesar sejalan dengan pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur mulai 2015.
"Peluang tentu membesar apalagi dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak. Saya antisipasi pertumbuhan industri besi dan baja pada 2015 lebih dari 13%," katanya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (25/11/2014).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemenperin diketahui sektor logam dasar besi dan baja tumbuh 6,93% sepanjang tahun lalu. Khusus pada semester pertama tahun ini cuma tumbuh 1,42%, padahal pada periode yang sama tahun lalu mencapai 10,59%.
Permintaan besi dan baja di dalam negeri diharapkan terdongkrak melalui berbagai proyek infrastruktur yang didanai negara mulai 2015. Saat ini pemerintah memiliki keleluasaan menambah belanja modal Rp120 triliun dalam APBN 2015, sebagian besar akan disalurkan ke infrastruktur.
Budi memperkirakan kebutuhan logam dasar besi dan baja pada tahun depan mencapai 12 juta ton. Saat ini konsumsi di dalam negeri di kisaran 10 juta ton. " hulu bergerak investasi untuk memperbesar pasokan," ucapnya.
Budi tak merinci investasi baru apa saja yang kini terbenam di sektor hulu besi dan baja. Dirinya hanya menyatakan hasil penanaman kapital ini baru bisa dipetik setidaknya mulai tahun depan atau awal 2016.
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2226
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana mengembangkan 16 kawasan industri untuk mendukung realisasi tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo. Menurut Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dedy Supriadi Priatna, pemerintah justru akan membayar mahal apabila kapal 3.000 TEus berangkat dari barat penuh, namun pulang dari timur kosong.
"Kawasan industri di Papua, di Maluku harus ada dulu. Kalau tidak ada, akan sama seperti sekarang ini," kata Dedy pada akhir pekan lalu.
Dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, proyek strategis yang akan dibangun untuk mendukung 16 kawasan industri diperkirakan menelan dana Rp 47,67 triliun. Kebutuhan tersebut terdiri dari proyek bandara senilai Rp 8,2 triliun, proyek jalan sebesar Rp 8,079 triliun, proyek kereta api sebanyak Rp 2,312 triliun, proyek ketenagalistrikan senilai Rp 10,477 triliun, proyek pelabuhan senilai Rp 17,664 triliun, serta proyek sumber daya air sebanyak Rp 939 miliar.
Adapun proyek strategis yang akan dibangun di sektor pelabuhan, antara lain Pelabuhan Kualatanjung, Pontianak Bitung, Makasar, Banjarmasin, Kupang, serta Halmahera. Proyek jalan tol meliputi pembangunan jalan tol Manado-Bitung. Proyek jalan di antaranya jalan lingkar Batulicin, Palu-Parigi, Lingkar Kupang, serta Susumuk-Bintuni. Proyek kereta api meliputi KA Manado-Bitung dan Sei Mangke-Bandar Tinggi-Kualatanjung.
Sementara itu, proyek listrik yang akan dibangun antara lain PLTU Asahan 3, PLTU Pangkalan Susu, PLTU Bengkayang, PLTA Konawe, PLTA/MH Morowali, serta PLTGU Tangguh. Sementara itu bandara yang akan dibangun antara lain, Bandara Eltari Kupang, Bandara Mutiara Palu, juga Bandara Halu Oleo Kendari. Proyek sumber daya air yang akan dibangun adalah pembangunan Waduk Raknamo Kupang.
Berikut di bawah ini adalah kota-kota yang rencananya akan dijadikan kawasan industri.
1. Kuala Tanjung, Sumatera Utara
2. Seimangke, Sumatera Utara
3. Tanggamus, Lampung
4. Batulicin, Kalimantan Selatan
5. Ketapang, Kalimantan Barat
6. Landak, Kalimantan Barat
7. Palu, Sulawesi Tengah
8. Morowali, Sulawesi Tengah
9. Bantaeng, Sulawesi Selatan
10. Bitung, Sulawesi Utara
11. Konawe, Sulawesi Tenggara
12. Kupang, NTT
13. Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara
14. Teluk Bintuni, Papua Barat
15. Sayung, Jawa Tengah
16. JIIPE, Jawa, Jabodetabek
Narasumber : kompas.com
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2836
AGEO. UD Trucks Corporation, perusahaan otomotif global yang berbasis di Jepang, tengah membenahi layanan purna jualnya (arftermarket) agar menjadi secanggih produk-produk yang mereka luncurkan. Vice President Aftermarket UD Trucks Global, Johan Mellstrom, mengemukakan hal itu di sela-sela acara Gemba Challenge Final 2014 di Ageo, Jepang, pekan lalu.
UD Trucks, yang dulunya dikenal sebagai Nissan Diesel, merupakan merek yang sangat kuat di Jepang. Namun selama ini investasi di bidang layanan purna jualnya masih minim. "Maka, fokus kami saat ini adalah untuk memperbaiki layanan purna jual, itu berarti memperbaiki berbagai fasilitas, menjami bahwa kami berkomunikasi dengan jaringan purna jual di Jepang di mana kami mengendalikan 80% dari jaringan," jelas Johan.
Menurut dia, UD Trucks akan mengembangkan teknologi yang memungkinkan truk-truk yang rusak bisa otomatis kirim pesan ke pusat perbaikan. Hal itu akan mempercepat proses perbaikan.
"Saya lumayan terkejut saat baru tiba di Jepang, truk-truk UD sangat canggih tetapi layanan purna jualnya masih sangat basic. UD tidak punya layananya purna jual canggih. Di sini (Jepang) lebih pada perbaikan semata. Tidak ada sistem yang canggih, yang ada hanya perbaikan lalu shake hand," kata Mellstrom yang sebelumnya bekerja untuk Volvo.
Walau dia berbicara dalam konteks Jepang, tetapi hal itu sesungguhnya merupakan gambaran umum kondisi layanan purna jual UD Trucks secara global.
Saham UD Trucks kini 100% dimiliki Volvo. Perusahaan yang didirikan Kenzo Adachi tahun 1935 itu telah dibeli Volvo tahun 2007. Gaya Volvo, termasuk dalam bidang purna jual, juga akan diadopsi UD.
Selain memperbaiki fasilitas, pihak UD juga akan berfokus pada kualitas para mekanik. Perusahaan yang memproduksi dan menjual truk diesel ringan, menengah dan berat, serta bus, sasis bus dan kendaraan bertujuan khusus itu berniat untuk memperbaiki keahlian dan kompetensi para mekaniknya.
"Kami ingin memperbaiki keahlian dan kompetensi para mekanik. Karena orang-orang penting dalam bidang ini adalah para mekanik dan para penjual. Kami ingin membantu pelanggan meningkatkan produktivitas. Kami akan fokus pada kegiatan-kegiatan purna jual demi memastikan konsumen puas," tambah Johan.
Salah satu upaya untuk meningkat kualitas para mekanik itu adalah dengan menyelenggarakan kompetisi Gemba Challenge yang acara finalnya digelar di Jepang pada 18 November 2014. Di Volvo kompetisi para mekanik seperti itu menjadi ajang tahunan, tetapi di UD ini merupakan kali pertama. Sembilan tim dari seluruh dunia, termasuk dua tim dari Indonesia, ikut serta dalam kompetisi itu. Satu tim dari Afrika Selatan keluar sebagai juara pertama. Sementara posisi kedua dan ketiga diraih tim dari Jepang.
Ajang itu, selain sebagai kompetisi juga tempat bejalar untuk meningkatkan keterampilan personal, mengembangkan kompetensi dan kemampuan dalam melayani pelanggan.
Kris Meuler, competence development soution director UD Trucks Global, mengatakan, selain berfokus pada kerja tim, kompetisi tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan. "Apa yang terlihat di sini adalah kombinasi antara kompetisi dan pelatihan yang berlangsung selama beberapa bulan sebagai tim. Terakhir, kompetisi ini juga kesempatan untuk bersenang-senang. Kami ingin menunjukan bahwa persepsi tentang mekanik sedang berubah, tidak hanya tentang mengganti oli dan berkubang dalam minyak. Tetapi bahwa mereka bekerja dengan produk berteknologi tinggi." (Egidius Patnistik)
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Berita
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 2618
Liputan6.com, Jakarta - Kendaraan niaga dari Mitsubishi, Colt Diesel sukses menjadi pemimpin di kelasnya selama 44 tahun berturut-turut. Bahkan truk yang awali debut di era 1970-an itu telah terjual hampir 1 juta unit.
Melalui keterangan yang diterima Liputan6.com, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) mengungkapkan bahwa Mitsubishi Colt Diesel telah terjual sebanyak 928.787 unit secara nasional.
Dikatakan, perolehan ini sukses menjadi penopang utama penjualan mobil Mitsubishi Indonesia di kelas kendaraan niaga. Secara keseluruhan, populasi Mitsubishi Fuso yang terdiri dari Colt Diesel dan Fuso mencapai 1.061.455 unit.
Adapun, Mitsubishi Colt Diesel saat ini telah memiliki 14 varian yang menyasar berbagai kebutuhan sektor industri, seperti perkebunan hinga logistik.
Kemudian, 13 varian itu dibagi ke dalam empat kategori utama, yakni Super Economical, Super Speed, Super Power, dan Super Capacity. Varian-varian ini dijual mulai dari Rp 190,9 juta hingga Rp 392 juta.
"Kami yakin Mitsubishi Colt Diesel tetap memimpin pasar," ujar Executive Marketing Director PT KTB, Rizwan Alamsjah
Narasumber : liputan6.com

















Semua Berita