Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Bisnis.com, HONG KONG – Harga tembaga menguat seiring dengan sinyal permintaan properti di China meningkat. Selain itu, hasil pertemuan Federal Reserve kemarin malam juga mendukung harga logam industri termasuk tembaga.

Pada perdagangan hari ini sampai pukul 11:59 WIB, harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,1% menjadi US$5.808 per metrik ton, sedangkan harga tembaga berjangka di New York Commodity Exchange (Comex) naik 1,17% menjadi US$2,63 per pon.

Ric Spooner, Kepala Analis Pasar CMC Markets, mengatakan faktor sinyal permintaan properti China yang meningkat dan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) kemarin jelas menjadi pendorong utama harga tembaga pada perdagangan hari ini.

“Saya pikir tembaga mempunyai peluang untuk bangkit dari level terendahnya,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Kamis (18/6).

Pasar berspekulasi permintaan properti di China meningkat seiring dengan penurunan harga rumah pada bulan lalu. Dari data National Berau of Statistic menyebutkan harga properti China turun di 41 kota dari 70 kota.

Sementara itu, Federal Reserve (the Fed) menyebutkan kenaikan suku bunga kemungkinan besar pada akhir tahun ini dengan indikator perekonomian membaik. Namun, bank sentral Amerika Serikat (AS) itu tidak terlalu optimis terhadap perekonomian Negeri Paman Sam untuk dua tahun mendatang.


Narasumber : bisnis.com

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

JAKARTA. Pernyataan Bank Sentral Amerika alias The Fed yang masih menunda kenaikan suku bunga acuan membuat harga metal industri mencuri peluang untuk naik. Salah satunya adalah harga nikel.

Mengutip Bloomberg, Kamis (18/6) pukul 11.55 WIB, harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,4% menjadi US$ 12.825 per metrik ton. Sepekan, harga terkoreksi sebanyak 3,57% yang kala itu bertengger di level US$ 13.300.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures menjelaskan, kenaikan harga nikel berasal dari dua faktor. Pertama, aksi The Fed yang menuturkan bahwa mereka masih menunggu bukti pemulihan ekonomi negaranya sebelum mengerek suku bunga tahun ini. Kenaikan suku bunga juga akan dilakukan secara bertahap.

Memang hal ini di luar ekspektasi pasar karena awalnya para analis menilai hasil pertemuan The Fed selama dua hari kemarin akan membeberkan aksi mereka untuk mengerek suku bunga terjadi pada September 2015 mendatang. “The Fed masih menunda kenaikan suku bunga yang mengakibatkan indeks dollar melemah,” ujarnya.

Masih mengacu data Bloomberg, indeks dollar pada Kamis (18/6) pukul 15.00 WIB merosot 0,4% ke level 93.91. Sepekan, indeks dollar telah anjlok 1,12%.

Kedua, harga perumahan baru Tiongkok yang terkoreksi. Berdasarkan data National Bureau of Statistics per Mei 2015, harga rumah baru di 41 kota dari total 70 kota telah jatuh. “Ini berarti mendorong permintaan logam industri,” tuturnya.

Tiongkok merupakan negara pengkonsumsi komoditas terbesar di dunia, termasuk nikel. Logam nikel digunakan pada sektor infrastruktur seperti pembangunan jalur kereta bawah tanah, pabrik, hingga properti.

Tapi, Deddy menilai kenaikan harga nikel bersifat sementara. Sebab, perekonomian Tiongkok yang masih melambat. Lihat saja, dari data inflasi alias Consumer Price Index (CPI) per Mei 2015 yang mencapai 1,2%, melambat ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang berkisar 1,5%. “Hampir semua harga komoditas masuk fase konsolidasi,” katanya.

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat berhasil rebound pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dipicu sentimen positif menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve (The Fed) soal waktu keniakan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 113,31 poin (0,64%) menjadi ditutup pada 17.904,48. Indeks S&P 500 naik 11,86 poin (0,57%%) menjadi berakhir di 2.096,29, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 25,58 poin (0,51%) menjadi 5.055,55.

Michael James, direktur perdagangan ekuitas di Wedbush Securities, mengatakan saham-saham AS tetap berada dalam rentang perdagangan "sangat ketat".

Pergerakan hari ke hari adalah karena "emosi dan sentimen para pedagang serta penyesuaian posisi menjelang pengumuman The Fed" pada Rabu, katanya.

Data pekerjaan dan penjualan ritel yang lebih baik telah agak mengubah prospek kebijakan moneter AS setelah melemah dalam kuartal pertama. Meskipun The Fed diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunganya pada Rabu, Ketua Janet Yellen bisa mengindikasikan sebuah langkah dalam waktu dekat.

Pasar ekuitas di Prancis dan Jerman sedikit berbalik naik (rebound) meskipun ada kekhawatiran atas gagal bayar (default) utang Yunani, karena tidak adanya kesepakatan antara Athena dan para kreditor internasionalnya.

Saham produsen aroma dan kosmetik Coty melesat 19,3 % lebih tinggi karena laporan perusahaan telah mencapai kesepakatan awal untuk membeli aset-aset kecantikan dari Procter & Gamble senilai 12 miliar dolar AS. Anggota Dow, P&G, naik 1,3 %.

Saham Gap menguat 1,4 % setelah mengumumkan pihaknya akan menutup 175 toko di Amerika Utara dan menghapus 250 kantor pusat pekerjaan.

Perusahaan asuransi kesehatan terkemuka sebagian besar lebih tinggi menyusul laporan pembicaraan merger antara berbagai pemain.

Saham Aetna, yang masuk beberapa laporan sebagai target akuisisi, naik 3,3 %. Diikuti saham Anthem bertambah 1,5 %, Cigna naik 0,4 % dan United Health menguat 2,2 %, tetapi Humana turun 3,4 % di tengah kekhawatiran perusahaan itu bisa dibiarkan tanpa pasangan.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,31 % dari 2,36 % pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun merosot menjadi 3,04 % dari 3,09 %. Harga dan hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

Editor: Yudho Winarto
Sumber: AFP


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Kurs dollar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor sedang menunggu pengumuman Federal Reserve pada Rabu untuk petunjuk lebih lanjut tentang kapan kenaikan suku bunga akan dimulai.

The Fed memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa dan diharapkan dapat memberikan panduan kebijakan serta evaluasi ekonomi dalam pengumumannya setelah pertemuan.

Para analis mengatakan bank sentral tidak mungkin untuk mulai menaikkan suku pada pertemuan ini, tetapi komentar tentang situasi ekonomi akan menjadi sinyal waktu.

Di sisi ekonomi, perumahan baru (housing starts) yang dimiliki secara pribadi pada Maret pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman mencapai 1,036 juta unit, turun 11,1 % dari tingkat revisi bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS mengatakan Selasa.

Investor juga terus mengawasi krisis utang Yunani. Pertemuan antara menteri keuangan zona euro pada Kamis secara luas dilihat sebagai kesempatan terakhir Yunani untuk menghindari gagal bayar (default). Ke-19 negara anggota Eurogroup akan berusaha untuk mencapai kesepakatan sebelum dana talangan (bailout) Uni Eropa untuk Athena berakhir pada akhir Juni.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1241 dollar dari 1,1292 dollar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5648 dollar dari 1,5612 dollar. Dollar Australia turun ke 0,7745 dollar dari 0,7765 dollar.

Dollar AS datar di 123,37 yen Jepang. Greenback naik tipis ke 0,9325 franc Swiss dari 0,9285 franc Swiss, sementara tinggal tidak berubah pada 1,2317 dollar Kanada.

Editor: Yudho Winarto


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

NEW YORK. Minyak naik untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir di tengah spekulasi bahwa stok minyak mentah AS akan kembali turun, mengurangi surplus pasokan.

Minyak berjangka naik sebanyak 1,4 % di New York. Persediaan minyak AS kemungkinan menyusut selama tujuh pekan terakhir seiring penyuling minyak mentah tengah memproses lebih banyak minyak untuk memenuhi peningkatan konsumsi bahan bakar di musim panas, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Energy Information Administration, Rabu. Sebuah badai tropis di Teluk Meksiko mendorong evakuasi beberapa pekerja dari instalasi minyak dan gas.

Minyak telah ditransaksikan mendekati $60 per barel sejak Mei lalu karena investor menimbang ekspansi lanjutan output AS terhadap stok menyusut. Produksi minyak AS akan mencapai puncaknya dalam 43 tahun terakhir tahun ini sebelum turun di paruh kedua, EIA mengatakan pekan lalu.

Pasokan global telah melampaui konsumsi dalam lima kuartal terakhir, kelebihan pasokan paling abadi sejak krisis ekonomi Asia tahun 1997 lalu, menurut data dari Badan Energi Internasional.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik sebanyak 85 sen menjadi $60,37 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di $59,86 pada 13:27 sore waktu London.

Kontrak minyak WTI turun 44 sen menjadi $59,52 pada hari Senin kemarin. Total volume perdagangan sekitar 29 % di bawah moving average 100-hari untuk hari ini. Harga minyak WTI telah naik 12 % tahun ini.

Editor: Yudho Winarto


Narasumber : kontan.co.id
Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita