Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) mencapai level tertinggi tahun ini. Menipisnya stok di pasar yang dibarengi dengan melambungnya ekspor berimbas pada kenaikan harga CPO. Tapi, turunnya harga minyak membuat harga CPO rentan terkoreksi.

Mengutip Bloomberg, Jumat (5/6), kontrak pengiriman CPO bulan Agustus di Malaysia Derivatives Exchange tumbuh 5,59% menjadi RM 2.340 per metrik ton dibandingkan posisi pekan lalu.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures menjelaskan, kenaikan harga CPO disebabkan oleh stok di pasar global yang menciut.

Masih dari data analis Bloomberg, jumlah stok CPO terkoreksi sebanyak 3,2% menjadi 2,12 juta metrik ton ketimbang bulan sebelumnya. Di sisi lain, pengiriman minyak nabati ini meroket 40% hingga 1,65 juta ton, angka terbesar sejak Maret 1997.

Apalagi berdasarkan survei SGS (Malaysia) Sdn., ekspor CPO Malaysia meningkat sekitar 44,7% dari posisi bulan lalu 1,07 juta metrik ton menjadi 1,55 juta metrik ton pada akhir Mei 2015. Begitu pula dengan ekspor CPO dalam negeri yang terdongkrak 11% menjadi 2,25 juta metrik ton per April 2015.

"Jadi kemungkinan menipisnya stok lantaran naiknya angka ekspor," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (5/6). Maklum, Malaysia dan Indonesia merupakan dua pemain utama ekspor CPO.

Tak sampai di sana, menjelang Ramadan, umumnya permintaan akan CPO juga melonjak guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, lanjut Deddy, produksi minyak sawit diperkirakan akan berkurang karena ada potensi gangguan cuaca akibat El Nino. Padahal, US Enviromental Protection Agency juga berencana meningkatkan konsumsi biomassa berbasis diesel. Dengan potensi penipisan stok dan sentimen kenaikan konsumsi, harga nikel pun terkerek.

Tapi, ia mengingatkan, harga CPO masih rentan terkoreksi. Sebab, harga minyak masih menunjukkan tren penurunan. Per Jumat (5/6) pukul 16.21 WIB, harga minyak tergelincir 4,09% ke level US$ 57,83 ketimbang pekan lalu. Umumnya, harga CPO akan bergerak seirama dengan harga minyak. "Jadi harga CPO hanya naik terbatas. Naiknya harga belum untuk jangka panjang," katanya.

Editor: Hendra Gunawan


Narasumber : kontan.co.id

 

Anda disini: Home Semua Berita Harga CPO naik terbatas