Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Giatnya China dalam menginisiasi penggunaan energi ramah lingkungan menjadi bumerang bagi harga batubara di pasar global. Efeknya, analis menduga sulit berharap harga batubara mengalami penguatan signifikan di masa mendatang.

Mengutip Bloomberg, Jumat (22/5) harga batubara kontrak pengiriman Juni 2015 di ICE Futures Europe tercatat bergerak stagnan di level US$ 57,05 per metrik ton sama dengan hari sebelumnya. Pada Senin (25/5) pasar Eropa tidak melakukan perdagangan. Begitu pun dalam sepekan terakhir harga batubara merosot 1,70%.

Ibrahim, Analis dan Direktur PT Komoditi Ekuilibrium Berjangka menjelaskan bahwa keadaan batubara saat ini dikelilingi oleh sentimen negatif. Pasalnya selain harus berhadapan dengan perekonomian global yang lesu, juga terseret isu lingkungan.

“China sebagai produsen dan konsumen penting batubara sedang menggalakkan penggunaan energi ramah lingkungan,” kata Ibrahim. Ini membuat China lebih selektif memilih batubara yang digunakan yakni dengan kalori di atas 6.000. Padahal saat ini yang beredar di pasar mayoritas adalah batubara dengan kualitas standar atau di bawah 5.000.

Tidak hanya itu, keputusan China untuk menjalin kerja sama dengan Rusia dalam membangun kilang cadangan gas juga menjadi sinyal yang buruk bagi batubara. Seperti yang diketahui, penggunaan batubara untuk pembangkit listrik kini banyak dialihkan menjadi gas alam. Sebabnya, gas alam memiliki efek minim terhadap lingkungan.

“Apalagi jika melihat harga gas alam yang terus turun, maka pelaku pasar jelas memilih untuk beralih,” kata Ibrahim.
Berkaca pada hal ini, Ibrahim menilai sulit bagi harga batubara untuk kembali menguat dalam waktu dekat. Harga bisa saja semakin terpuruk di masa mendatang.

Editor: fifi
Sumber: Kontan

Narasumber : tribunnews.com

 

Anda disini: Home Semua Berita Sulit Harga Batubara Menguat dalam Waktu Dekat