Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Dollar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan kekuatannya terhadap sejumlah mata uang dunia. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed) masih menjadi faktor utama bagi penguatan dollar AS.

Mengutip Bloomberg, Jumat (13/3), pasangan EUR/USD turun 1,31% menjadi 1,0496. Pasangan GBP/USD turun 0,93% menjadi 1,4744. Sementara itu, pasangan USD/JPY naik 0,09% menjadi 121,4000.

Analis PT Soe Gee Futures, Nizar Hilmi mengatakan melemahnya euro terhadap dollar AS disebabkan oleh  Bank Sentral Eropa (ECB) yang mulai menggelontorkan stimulus moneter berupa pembelian obligasi. “Dengan pembelian obligasi euro akan tetap bearish,” kata Nizar

Masalah utang Yunani yang tak kunjung selesai pun turut berpengaruh “Ini turut memberi tekanan terhadap euro” kata dia.

Nizar memprediksi hari ini pasangan EUR/USD akan bergerak konsilidasi sampai menjelang rapat The Fed yang dijadwalkan Selasa (17/3). Adapun menurut Nizar, data index harga produsen (PPI) dan tingkat kepercayaan konsumen yang dirilis Jumat, apapun hasilnya tidak punya punya pengaruh signifikan.

“Yang menjadi pusat perhatian bagi pasar adalah hasil rapat The Fed,” kata dia

Ariston Tjendra, Head of Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan pairing GBP/USD mengalami penurunan disebabkan oleh data produksi manufaktur Inggris bulan Januari 2015, dan produksi industri Inggris, yang dirilis Rabu (13/3) keduanya menunjukkan hasil buruk atau di bawah ekspektasi.

Ditambah lagi dengan kebijakan Bank Sentral Inggris yang belum mengetatkan kebijakan moneter lantaran tingkat inflasi yang terus turun, juga ikut menekan poundsterling. Sedangkan dari sisi AS potensi kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi faktor utama bagi penguatan dollar AS.

Ariston memprediksi hari ini pasangan GBP/USD masih akan terjadi penurunan tetapi dalam koridor yang terbatas, jika belum menembus level support 1,4800. “Penurunannya masih tertahan jika belum menembus level support 1,4800,” kata dia.

Editor: Sanny Cicilia


Narasumber : kontan.co.id

 

Anda disini: Home Semua Berita Dollar masih menekan mata uang Eropa