Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini bertumbuh pada kisaran 5,4% hingga 5,8%.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan ditopang oleh ekspansi investasi pemerintah yang sejalan dengan peningkatan kapasitas fiskal untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

"Termasuk pembangunan infrastruktur sebagaimana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015 yang telah disetujui oleh DPR," ujarnya saat konferensi pers di Gedung BI, Selasa (17/2/2015).

Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV/2014 sebesar 5,01% year on year (yoy) meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 4,92% yoy.

"Itu menandai siklus perlambatan ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir telah melewati titik terendah pada kuartal III/2014," kata Agus.

Dia menuturkan perbaikan pertumbuhan ekonomi tersebut didorong adanya peningkatan permintaan domestik, khususnya investasi bangunan dan konsumsi pemerintah.

"Konsumsi rumah tangga masih tetap kuat meski melambat sejalan dengan kebijakan stabilisasi ekonomi. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor mencatat konstraksi cukup dalam terutama akibat lemahnya permintaan negara emerging dan turunnya harga komoditas," terangnya.

Kendati demikian, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun lalu mencapai 5,02% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya akibat lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan kebijakan stabilisasi makro ekonomi.

Perlambatan ekonomi, lanjutnya, terjadi di sejumlah daerah penghasil tambang seperti provinsi Aceh, Kalimantan Timur Riau, dan Papua.

"Kinerja daerah yang mengandalkan sektor manufaktur seperti Jawa dan Jakarta masih tumbuh relatif cukup kuat," ucap Agus.

Sebelumnya, para ekonom menilai pemerintah terlalu optimistis mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7%.

Ekonom dari Universitas Gajah Mada (UGM) Tony Prasetiantono memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2015 hanya sebesar 5,5%.

"Pertumbuhan tahun ini saya perkirakan hanya 5,5% tidak terlalu jauh dari target pemerintah 5,7%. Saya kira pemerintah sangat optimis dengan target itu," ujarnya.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani juga memprediksi pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 5,2% hingga 5,5%.

"Kalau target pertumbuhan 5,7% itu sulit karena harus diingat bahwa pertumbuhan ekonomi global juga sedang bergejolak," ucapnya

Kepala Ekonom dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Anggito Abimanyu mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar 5,2% hingga 5,4%.

"Ada hambatan laju pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan agregat," katanya.


Narasumber : bisnis,com

 

Anda disini: Home Semua Berita Pertumbuhan Ekonomi: BI Prediksi Berada Di Kisaran 5,4%-5,8%