Tractor-Truck.Com

“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



JAKARTA. Harga minyak mentah semakin tergelincir. Untuk pertama kali selama lebih dari tiga tahun, harga minyak lebih murah dibandingkan harga batubara. Meskipun harga kedua komoditas energi ini sama-sama tergerus, minyak jatuh lebih dalam.

Pada Kamis (11/12) pukul 16.00 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pengiriman Januari 2015 di US$ 61,28 per barel. Harga minyak naik 0,87% dibandingkan hari sebelumnya yang menyentuh US$ 60,94. Sementara harga batubara di bursa Ice Futures pengiriman Januari 2015 pada Rabu (10/12) di US$ 62,8 per metrik ton, naik 0,40% dibandingkan hari sebelumnya.

Sekadar mengingatkan, terakhir kali harga minyak lebih murah dari harga batubara pada semester pertama 2011. Saat itu harga minyak bertengger di US$ 91 per barel. Sementara harga batubara di US$ 139 per metrik ton. Pada bulan Januari-Februari 2009, harga minyak bahkan pernah menyentuh US$ 33 per barel. Saat itu, harga batubara sekitar US$ 65 per metrik ton.

Wahyu Tribowo Laksono, analis Central Capital Futures mengatakan, harga minyak dan batubara sulit naik hingga akhir tahun ini. Laju harga minyak terhadang oleh dua faktor utama. Pertama, kekhawatiran melambatnya ekonomi Eropa dan China.

Kedua, faktor perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) mengakibatkan penguatan dollar. Hal ini berdampak negatif terhadap komoditas yang dijual dalam dollar AS. "Saat ini demand sedang lesu. Sementara supply melimpah," jelas Wahyu.

Guntur Tri Hariyanto, analis PT Pefindo, menilai, harga minyak terbebani karena anggota OPEC enggan memangkas produksi. Namun, musim dingin bisa sedikit mengerek harga minyak. "Outlook harga minyak masih bisa turun karena demand belum kuat," ujar Guntur.

Tahun depan, Guntur cukup optimistis memandang harga minyak seiring perbaikan ekonomi global. Harga batubara juga berpotensi naik. Maklum, Indonesia berwacana akan memangkas produksi batubara. Tujuannya, untuk mengangkat harga si hitam.

Wahyu memprediksi, harga minyak kuartal I-2015 di kisaran US$ 45-US$ 76 per barel. Sementara Guntur menduga, harga batubara di US$ 62- US$ 66 per metrik ton.


Editor: Barratut Taqiyyah


Narasumber : kontan.co.id

 

Anda disini: Home Semua Berita Kini, batubara lebih mahal dari minyak