Bisnis.com, JAKARTA— Perdagangan kontrak komoditas CPO di Bursa Malaysia masih tertekan pada awal perdagangan Jumat (8/5/2015).
Kontrak berjangka CPO untuk Juli 2015, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka turun 0,87% ke harga 2.154 ringgit atau Rp 7,86 juta per ton.
CPO diperdagangkan di angka 2.157 ringgit per ton pada pukul 10.19 WIB, atau merosot 0,74% dari harga penutupan kemarin.
Komoditas tersebut kembali diperdagangkan di zona merah setelah kemarin ditutup terkoreksi 0,46% ke 2.173 ringgit per ton.
Sentimen negatif terhadap perdagangan harga CPO muncul dari kenaikan produksi sawit Malaysia sepanjang April. Produksi sawit Malaysia melonjak 12% ke 1,67 juta ton pada April, volume terbesar dalam 5 bulan terakhir.
Tekanan pada harga CPO juga muncul dari anjloknya harga minyak mentah, bahan campuran CPO dalam produksi biodisel.
Minyak WTI pengiriman Juni 2015 anjlok 3,27% ke US$58,94/barel pada penutupan perdagangan kemarin. Hari ini, minyak tersebut diperdagangkan turun 0,17% ke US$58,84/barel pada pukul 10.27 WIB.
Pergerakan Harga Kontrak CPO Juli 2015
|
Waktu |
Ringgit Malaysia/Ton |
Persentase Perubahan |
|
8/5/2015 (10.19 WIB) |
2.157 |
-0,74% |
|
7/5/2015 |
2.168 |
-0,69% |
|
6/5/2015 |
2.183 |
+1,21% |
|
5/5/2015 |
2.157 |
+2,62% |
|
30/4/2015 |
2.102 |
+0,96% |
Sumber: Bloomberg
Narasumber : bisnis.com