Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) diperkirakan masih terpuruk hingga tahun depan karena pasokan global yang masih cukup tinggi.
“Dengan kondisi ekonomi China pada 2015 yang diperkirakan masih lebih rendah ini akan berpengaruh pada permintaan,†kata Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka Ibrahim pada Bisnis.com, Sabtu (27/12/2014).
Pada penutupan perdagangan pekan ini kontrak CPO untuk pengiriman Maret menghijau 32 poin ke level 2.249 ringgit per ton di Bursa Malaysia Derivatives. Adapun CPO untuk pengiriman April naik 31 poin menjadi 2.248 ringgit per ton.
Ibrahim memprediksi, selain pengaruh dari perlambatan ekonomi di sejumlah negara konsumen terbesar di dunia, permintaan CPO juga terganggu oleh peraturan dari Eropa. Bahkan dia mengatakan volume ekspor CPO ke Eropa pada tahun depan akan menyusut 10% dari total 4 juta ton.
Narasumber : bisnis.com